← Beranda
Baru Lepaskan 8 Tembakan! Persebaya Surabaya Wajib Evaluasi Lini Serang Lawan PSIM Yogyakarta
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 8 September 2026 | 14.30 WIB
Persebaya Surabaya wajib meningkatkan agresivitas lini serang setelah hanya mencatatkan 8 tembakan saat ditahan Bhayangkara Presisi Lampung FC 1-1. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya wajib membenahi lini serang setelah hanya melepaskan 8 tembakan saat bermain 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan pertama Super League 2026/2027 di kandang lawan.

Evaluasi tersebut menjadi penting bagi Green Force sebelum menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (13/9/2026) malam.

Hasil imbang pada laga perdana membuat Persebaya Surabaya mengawali kompetisi dengan satu poin dan menempati posisi ke-11 klasemen sementara.

Yann Mabella memang mampu membawa Green Force unggul lebih dahulu, tetapi keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir setelah Allano Lima mencetak gol penyeimbang pada babak kedua.

Baca Juga: Demi Persebaya Surabaya! Kisah Bonek Tak Mau Kehilangan 17 Laga Kandang

Mengapa lini serang Persebaya Surabaya perlu dievaluasi?

Statistik pertandingan menunjukkan Persebaya Surabaya masih kalah agresif dibandingkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam urusan menciptakan peluang.

Green Force hanya mencatatkan 8 total tembakan, sedangkan tuan rumah mampu melepaskan 18 tembakan sepanjang pertandingan berdasarkan data I.League.

Perbedaan tersebut memperlihatkan pekerjaan rumah Bernardo Tavares tidak hanya berkaitan dengan cara mempertahankan keunggulan.

Ketika sudah memimpin 1-0, Persebaya Surabaya semestinya tetap memiliki keberanian untuk mencari gol kedua agar lawan tidak mendapatkan kesempatan mengubah jalannya pertandingan.

Dari 8 tembakan yang dilepaskan, Persebaya Surabaya mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran.

Sementara itu, Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu mengarahkan 5 dari total 18 tembakan mereka ke gawang, sehingga volume serangan tuan rumah terlihat lebih tinggi sepanjang laga.

Menariknya, persentase akurasi tembakan Persebaya Surabaya justru mencapai 60 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Bhayangkara Presisi Lampung FC yang mencatatkan akurasi 45 persen, tetapi jumlah percobaan yang jauh lebih sedikit membuat efektivitas serangan Green Force tetap perlu menjadi perhatian.

Baca Juga: Indonesia Lolos ke Piala Asia U-20, Alan Maulana Bawa Modal Penting untuk Persebaya Surabaya

Bernardo Tavares soroti keberanian mencari gol kedua

Bernardo Tavares menyadari Persebaya Surabaya memiliki kesempatan untuk mencetak gol tambahan setelah Yann Mabella membawa timnya unggul.

Namun, peluang tersebut tidak mampu dimaksimalkan hingga Bhayangkara Presisi Lampung FC menemukan celah dan mencetak gol penyama kedudukan.

“Di sisi lain, kami ingin menang tapi sayangnya tidak bisa. Kami sedikit frustasi karena ketika kami sudah unggul duluan, kami harusnya bisa menjaga clean sheet. Kami perlu meningkatkan aspek ini," ujar pelatih asal Portugal itu.

Bernardo menilai ada momen ketika para pemain Persebaya Surabaya bisa mengejar gol kedua, tetapi tim justru terlalu cepat kehilangan keberanian untuk terus menekan.

Kondisi tersebut menjadi pelajaran penting karena keunggulan tipis 1-0 belum cukup untuk mengamankan tiga poin dalam pertandingan kompetitif.

“Ada situasi di mana kami bisa mencetak gol kedua, tapi terkadang kami menyerah terlalu dini,” imbuhnya.

“Sepak bola kali ini menunjukkan bahwa kami harus terus berjuang untuk mencari gol kedua sebelum lawan menyamakan kedudukan.”

Baca Juga: Persebaya Surabaya Tak Pernah Kehabisan Talenta! Alan Bawa Pelajaran dari Timnas Indonesia U-20

Allano Lima tunjukkan ancaman dari bangku cadangan

Gol penyama kedudukan Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi bukti lain pentingnya kedalaman skuad dalam sebuah pertandingan.

Allano Lima yang masuk dari bangku cadangan mampu memberikan perubahan terhadap permainan tuan rumah hingga akhirnya mencetak gol pada babak kedua.

Bernardo Tavares secara khusus mengakui Allano mampu memberikan dampak besar setelah masuk lapangan.

Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut melihat kontribusi sang pemain bukan hanya melalui gol, tetapi juga pergerakannya di area belakang lini tengah Persebaya Surabaya.

“Saya hanya bicara soal Allano karena bisa lihat dia membuat perbedaan, bukan hanya dari golnya, tapi bagaimana dia bermain di belakang lini tengah kami, bermain di ruang kosong, dia menciptakan banyak situasi,” sambungnya.

Menurut Bernardo, keberadaan pemain dengan statistik bagus pada musim sebelumnya di bangku cadangan menunjukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC memiliki kedalaman skuad yang patut diperhitungkan.

“Padahal dia punya statistik bagus musim lalu, itu artinya mereka punya kedalaman skuad yang baik,” pungkas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Baca Juga: Rachmat Irianto Apresiasi Dukungan Bonek di Lampung, Persebaya Bidik 3 Poin di Laga Kontra PSIM

PSIM Yogyakarta jadi ujian berikutnya

Persebaya Surabaya kini harus segera mengambil pelajaran dari hasil pekan pertama sebelum menghadapi PSIM Yogyakarta. Laga pekan kedua Super League 2026/2027 tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Minggu (13/9/2026) malam.

Bermain di kandang sendiri memberi Green Force kesempatan untuk meningkatkan agresivitas serangan sekaligus memperbaiki catatan 8 tembakan yang dibuat pada pertandingan sebelumnya.

Persebaya Surabaya juga perlu memastikan peluang yang tercipta tidak berhenti pada 3 tembakan tepat sasaran, tetapi mampu menghasilkan gol tambahan.

Satu poin dari laga pembuka memang belum menentukan perjalanan Persebaya Surabaya sepanjang musim.

Namun, dengan kompetisi yang masih panjang, evaluasi terhadap volume serangan, keberanian mencari gol kedua, serta kemampuan mempertahankan keunggulan menjadi modal penting sebelum menghadapi PSIM Yogyakarta.

Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta sekaligus menjadi kesempatan bagi Persebaya Surabaya untuk menunjukkan respons setelah kehilangan kemenangan di laga perdana.

Green Force harus lebih berani menyerang ketika memiliki momentum, terutama jika kembali mampu mencetak gol lebih dahulu dalam pertandingan.

EDITOR: Banu Adikara