← Beranda
Imbas Erupsi Anak Krakatau: Persebaya Debut Naik Kapal Laut, Persija Ubah Rute Penerbangan
Bagus Putra PamungkasSenin, 7 September 2026 | 23.25 WIB
Rombongan Persebaya Surabaya harus menempuh perjalanan darat, laut, dan kereta untuk kembali ke Surabaya setelah penerbangan dari Lampung terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada perjalanan sejumlah klub Super League. Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang memilih jalur darat untuk kembali ke kota masing-masing, sedangkan Persija Jakarta harus mengubah rute penerbangan dan Dewa United masih bertahan di hotel.

Adapun Isenmulang FC dan Dewa United akhirnya bertukar tuan rumah.

Debut Naik Kapal Laut

Tak terkait gol atau umpan gol, tetapi untuk pertama kalinya pemain Persebaya Surabaya asal Meksiko, Francisco Rivera, harus menaiki kapal laut.

Debut Rivera menaiki kapal laut itu disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan Bandara Radin Inten, Bandar Lampung, ditutup kemarin (6/9). Sehari sebelumnya (5/9), skuad Persebaya dijamu Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda di kota yang sama.

Kemarin pagi tepat pukul 07.00, skuad Green Force seharusnya kembali ke Surabaya menggunakan pesawat. Tapi, erupsi gunung di Selat Sunda itu membuat penerbangan dibatalkan.

Manajemen klub berjuluk Green Force tersebut lantas memesan tiket kapal laut dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, menuju Pelabuhan Merak, Banten. Harapannya, bisa kembali ke Surabaya menggunakan kereta api dari Jakarta.

Rivera mengaku menikmati momen debut naik kapal laut itu. "Karena ini jadi pengalaman baru bagi kami yang harus kembali ke Surabaya dengan jalur laut dan darat. Saya juga bisa merasakan bagaimana rasanya suporter melakukan perjalanan untuk mendukung kami," ungkap Rivera dalam video resmi yang dirilis klub.

Setibanya di Merak, rombongan Green Force langsung bertolak ke Jakarta menggunakan bus. "Tapi, ternyata tiket kereta api ke Surabaya yang tersedia tidak mencukupi untuk satu tim," kata Manajer Persebaya Sidik Maulana Tuale ka kepada Jawa Pos.

Karena itu, perjalanan dari Jakarta ke Surabaya akhirnya ditempuh menggunakan bus.

Baca Juga: Kecewa tapi Tetap Bersyukur! Assist Rian Bikin Persebaya Surabaya Curi Poin Lawan Bhayangkara FC

Loading...

Beruntung bagi Green Force, jeda menuju jadwal selanjutnya lumayan panjang. Mereka dijadwalkan menjamu PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu (13/9). Artinya, masih ada waktu enam hari melakukan persiapan.

Tertahan di Surabaya

Semprotan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga mengubah status pertandingan Isenmulang FC melawan Bali United. Pertandingan yang awalnya bakal digelar di kandang Isenmulang FC, Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, pada Sabtu (12/9) mendatang berganti digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, kandang Bali United. Harinya tetap.

"Betul ada perubahan jadwal sesuai yang dikirimkan oleh I.League kepada manajemen Bali United," ungkap Media Officer Bali United Alexander Maha Putra Oemanas.

Sedangkan Persita Tangerang, Persija Jakarta, dan Dewa United mengalami kendala serupa Persebaya dalam perjalanan pulang setelah menjalani laga tandang pada pekan pertama Super League.

Persita sempat berharap bisa kembali melalui jalur udara setelah menghadapi PSIM Jogjakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9).

"Namun, penerbangan kami dari Jogjakarta mengalami penundaan," ujar Media Officer Persita Robert Patrick kepada Jawa Pos kemarin.

Harapan untuk pulang melalui jalur udara akhirnya pupus setelah penutupan Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang. Persita pun memilih perjalanan darat.

"Naik bus balik Jakarta ini, Bang," ujar Robert.

Baca Juga: Persebaya Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pulang dari Lampung Harus Tempuh Perjalanan Panjang

Loading...

Begitu pula Persija setelah menghadapi Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, di hari yang sama.

Media Officer Persija Jakarta Kukuh Wahyudi mengatakan, perjalanan udara tim diubah menjadi rute Samarinda-Balikpapan-Jogjakarta-Jakarta dari sebelumnya Samarinda-Jakarta.

"Jogja-Jakarta pasti darat karena status Bandara Soekarno-Hatta belum jelas," lanjut Kukuh.

Sedangkan skuad Dewa United menuju Surabaya setelah dijamu Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (5/9). Semula, dari Kota Pahlawan mereka akan terbang ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Kami dapat kabar dari tim yang berangkat duluan kalau pesawat kami ke Jakarta pukul 11.30 (kemarin, Red) dibatalkan," ujar Media Officer Dewa United Juan Tirta Abditama.

Pembatalan tersebut membuat rombongan pemain masih bertahan di hotel di Surabaya sambil menunggu kepastian perjalanan. Skuad berjuluk Tangsel Warriors itu belum mengambil opsi perjalanan darat.

"Kami masih menunggu kemungkinan penerbangan kembali normal," ujar Juan. 

EDITOR: Hendra