← Beranda
Bhayangkara FC Lawan Erupsi Anak Krakatau dengan Pola Latihan Baru
Andre Rizal HanafiSenin, 7 September 2026 | 03.47 WIB
Bhayangkara Presisi Lampung FC memiliki strategi berbeda dalam latihan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (Bhayangkara FC)

 

JawaPos.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan setelah gunung tersebut tercatat mengalami erupsi pada Jumat (4/9) malam. 

Abu vulkanik dari erupsi itu turut dirasakan di wilayah Bandar Lampung, yang menjadi lokasi Bhayangkara Presisi Lampung FC menjalani aktivitas tim.

Kondisi pada Minggu (6/9) pagi mulai menunjukkan perbaikan. Meski abu vulkanik tidak lagi terlihat turun secara intens, sisa debu dan material vulkanik masih ditemukan di sejumlah area, termasuk jalanan dan lapangan latihan Bhayangkara FC.

Baca Juga: Bernardo Tavares Soroti Faktor Angin di Laga Persebaya vs Bhayangkara FC

Dokter tim Bhayangkara FC, Khairi, mengatakan kondisi udara pada pagi hari relatif lebih baik dibandingkan sebelumnya. Namun, pemain dan ofisial tetap diminta waspada karena masih terdapat sisa debu vulkanik di sekitar lokasi latihan.

"Pagi hari ini terlihat membaik, abu vulkaniknya sudah tidak kasat mata ataupun tidak turun lagi. Namun, sisa-sisa debunya masih terasa di lapangan," ujar Khairi.

Tim medis bersama manajemen Bhayangkara FC juga memberikan edukasi kepada seluruh pemain dan jajaran ofisial mengenai langkah pencegahan.

Baca Juga: Kecewa tapi Tetap Bersyukur! Assist Rian Bikin Persebaya Surabaya Curi Poin Lawan Bhayangkara FC

Pemain diimbau menggunakan masker dan kacamata pelindung ketika berada di luar ruangan.

Menurut Khairi, paparan abu vulkanik perlu diantisipasi karena dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan. 

Debu tersebut berpotensi menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi pada mata, hingga gangguan pada kulit.

Kondisi tersebut membuat tim pelatih Bhayangkara FC harus menyesuaikan program latihan. Latihan di ruang terbuka dinilai memiliki risiko lebih besar selama masih terdapat sisa debu vulkanik di lapangan.

Sebagai langkah antisipasi, sesi latihan diawali di area gym dengan fokus pada mobilisasi fisik. Setelah itu, pemain tetap menuju lapangan, tetapi hanya menjalani latihan ringan dengan durasi yang lebih singkat.

"Sebenarnya lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini. Karena itu, tim pelatih mensiasatinya dengan mengawali latihan di area gym untuk porsi mobilisasi fisik," jelas Khairi.

Baca Juga: Kami Kecewa! Bernardo Tavares Bongkar Kendala Persebaya Surabaya Gagal Menang Hadapi Bhayangkara FC

Ketika berada di lapangan outdoor, pemain hanya menjalani recovery training. Materinya berupa jogging ringan dan beberapa gerakan sederhana untuk menjaga sirkulasi tubuh tanpa terlalu lama terpapar udara luar.

Penyesuaian tersebut dilakukan agar kondisi fisik pemain tetap terjaga setelah pertandingan, sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

EDITOR: Edi Yulianto