← Beranda
Drama Gol dan Angin Kencang Warnai Debut Persebaya di Super League
Andre Rizal HanafiSenin, 7 September 2026 | 03.34 WIB
Persebaya Surabaya gagal menang pada laga perdana Super League 2026-2027 setelah ditahan Bhayangkara FC 1-1. Bernardo Tavares menyoroti kualitas lawan, cuaca panas, dan angin kencang. (iLeague)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya harus puas membawa pulang satu poin dari laga perdana Super League 2026/2027. 

Bajul Ijo bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9) sore.

Persebaya sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Yann Mabella berhasil membawa tim tamu unggul lebih dulu pada menit ke-13. Gol tersebut membuat Green Force berada dalam posisi yang menguntungkan.

Baca Juga: Bernardo Tavares Soroti Faktor Angin di Laga Persebaya vs Bhayangkara FC

Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Bhayangkara FC bangkit setelah turun minum dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Allano Lima pada menit ke-59.

Setelah skor menjadi 1-1, kedua tim masih memiliki sejumlah peluang. Persebaya beberapa kali mencoba kembali mencetak gol, tetapi penyelesaian akhir mereka belum maksimal.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai pertandingan perdana tersebut memang tidak mudah. Kondisi cuaca dan angin di Bandar Lampung disebut turut memengaruhi permainan kedua tim.

“Saya pikir ini adalah pertandingan yang sulit. Faktor angin terkadang membuat kami melakukan beberapa kesalahan umpan karena cuaca, begitu juga bagi tim lawan,” kata Bernardo.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Bikin Persebaya Tempuh Jalur Darat! Rivera Rasakan Perjuangan Bonek Naik Kapal

Pelatih asal Portugal itu juga menyoroti sejumlah peluang yang gagal dimanfaatkan Persebaya. Menurutnya, masalah bukan hanya pada penyelesaian akhir, tetapi juga kualitas umpan terakhir dan pengambilan keputusan.

“Kami menciptakan beberapa peluang yang seharusnya bisa menjadi gol. Sayangnya, umpan terakhir sering kurang akurat, begitu pula dengan pengambilan keputusan,” imbuhnya.

Bhayangkara FC sendiri lebih dominan dalam penguasaan bola. Tuan rumah mencatat 73 persen penguasaan bola, sedangkan Persebaya hanya 27 persen.

Bernardo mengakui bermain di kandang Bhayangkara FC bukan perkara mudah. Ia bahkan menyebut hanya Persib yang mampu menang di markas tersebut pada musim lalu.

“Sedikit tidak puas karena kami ingin menang, terutama karena kami mencetak gol lebih dulu. Namun sekarang, kami harus mencoba memulihkan kondisi pemain dan mempersiapkan pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga: Kecewa tapi Tetap Bersyukur! Assist Rian Bikin Persebaya Surabaya Curi Poin Lawan Bhayangkara FC

Bernardo juga memberikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang datang langsung ke Lampung untuk mendukung Persebaya.

Dengan tambahan satu poin, Persebaya sementara berada di posisi kedelapan klasemen Super League 2026/2027. Francisco Rivera dan kawan-kawan selanjutnya akan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9) malam.

EDITOR: Edi Yulianto