← Beranda
Kami Kecewa! Bernardo Tavares Bongkar Kendala Persebaya Surabaya Gagal Menang Hadapi Bhayangkara FC
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 6 September 2026 | 15.49 WIB
Bernardo Tavares mengungkap kendala Persebaya Surabaya saat ditahan imbang Bhayangkara Presisi Lampung FC 1-1 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan pada laga pembuka Super League 2026/2027 setelah ditahan imbang Bhayangkara Presisi Lampung FC 1-1 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9/2026) sore.

Green Force sempat unggul melalui Yann Mabella, tetapi tekanan tuan rumah dan kondisi pertandingan membuat keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga peluit akhir.

Cuaca Panas dan Angin Jadi Kendala Persebaya Surabaya

Bernardo Tavares menilai pertandingan perdana Super League 2026/2027 berjalan sulit bagi Persebaya Surabaya maupun Bhayangkara Presisi Lampung FC karena kondisi cuaca di Lampung.

Pelatih asal Portugal itu menyebut panas dan angin kencang ikut memengaruhi kemampuan kedua tim dalam mengalirkan bola.

"Menurut saya, ini pertandingan yang sulit bagi kedua tim," ujar Coach Tavares dalam sesi konferensi pers.

“Cuaca yang sangat panas dan angin yang cukup kencang juga membuat pertandingan semakin berat. Beberapa kali kami kesulitan dalam melakukan passing dan membangun permainan.”

Kondisi tersebut membuat permainan Persebaya Surabaya tidak berjalan seperti yang diharapkan, terutama ketika Green Force berusaha membangun serangan dari lini belakang.

Aliran bola beberapa kali terhambat sehingga tim lebih sering memilih bermain langsung dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Situasi itu semakin terlihat dari statistik penguasaan bola pertandingan yang menunjukkan dominasi Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Tuan rumah mencatatkan penguasaan bola mencapai 73 persen, sedangkan Persebaya Surabaya hanya menguasai 27 persen.

Persebaya Surabaya Lebih Banyak Bertahan

Dominasi penguasaan bola Bhayangkara membuat Persebaya Surabaya lebih banyak bermain reaktif sepanjang pertandingan.

Green Force mengandalkan organisasi pertahanan untuk meredam tekanan sekaligus mencoba memanfaatkan ruang kosong ketika pemain Bhayangkara kehilangan bola.

Meski hanya memiliki 27 persen penguasaan bola, Persebaya Surabaya tetap mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya di depan gawang lawan.

Francisco Rivera dan kolega menunjukkan ancaman ketika mendapatkan ruang, terutama melalui transisi cepat dari bertahan menuju menyerang.

Keunggulan Persebaya Surabaya sempat membuat situasi pertandingan berubah setelah Yann Mabella mencatatkan namanya di papan skor.

Gol tersebut memberi Green Force momentum untuk mempertahankan keunggulan sekaligus membawa pulang tiga poin dari Lampung pada pertandingan pertama musim ini.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan sampai pertandingan berakhir. Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu menemukan gol penyeimbang pada babak kedua dan membuat Persebaya Surabaya harus puas dengan satu poin.

Bernardo Tavares Soroti Keputusan di Menit Akhir

Selain faktor cuaca dan dominasi penguasaan bola lawan, Bernardo Tavares menyoroti pengambilan keputusan para pemain Persebaya Surabaya.

Menurutnya, Green Force memiliki peluang untuk mengunci kemenangan, tetapi keputusan yang kurang tepat pada momen penting membuat keunggulan tidak berhasil dipertahankan.

"Kami sebenarnya menciptakan beberapa peluang dan sempat unggul lebih dulu," jelas pelatih asal Portugal tersebut.

“Sayangnya, pada momen-momen terakhir kami kurang bagus dalam mengambil keputusan sehingga tidak mampu mempertahankan keunggulan.”

Salah satu peluang penting Persebaya Surabaya muncul pada 10 menit terakhir pertandingan melalui Ramadhan Sananta.

Penyerang tersebut mendapatkan kesempatan untuk kembali membawa Green Force unggul, tetapi peluang itu belum mampu dikonversi menjadi gol.

Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi pekerjaan rumah bagi Bernardo Tavares setelah laga pembuka.

Apalagi, Persebaya Surabaya sebelumnya datang ke Lampung dengan target membawa pulang kemenangan sebagai modal awal dalam perjalanan panjang Super League 2026/2027.

Satu Poin Jadi Bekal Sebelum Hadapi PSIM

Hasil imbang 1-1 membuat Persebaya Surabaya mengawali Super League 2026/2027 dengan satu poin.

Hasil tersebut belum sepenuhnya memuaskan Bernardo Tavares karena Green Force memiliki ambisi untuk langsung meraih kemenangan pada pertandingan pertama.

"Tentu kami sedikit kecewa karena datang ke sini dengan keinginan untuk menang. Namun, sekarang yang paling penting adalah mengembalikan kondisi pemain dan mulai mempersiapkan pertandingan berikutnya," tandasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan fokus Persebaya Surabaya kini mulai diarahkan pada pemulihan kondisi pemain dan evaluasi setelah pertandingan yang menguras tenaga.

Green Force masih memiliki perjalanan panjang pada musim 2026/2027 sehingga hasil di Lampung akan menjadi bahan penting untuk memperbaiki permainan.

Persebaya Surabaya selanjutnya akan kembali bermain di kandang saat menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan kedua Super League 2026/2027.

Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo tersebut menjadi kesempatan bagi Green Force untuk memburu kemenangan pertama sekaligus memberikan respons atas hasil imbang di Lampung.

Dukungan Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo diharapkan bisa menjadi energi tambahan bagi Persebaya Surabaya.

Setelah hanya membawa pulang satu poin dari Lampung, Green Force memiliki kesempatan untuk menjadikan laga kandang melawan PSIM Yogyakarta sebagai momentum kebangkitan pada awal kompetisi.

EDITOR: Hendra