← Beranda
Persebaya Ditahan Bhayangkara FC, Tavares Soroti Cuaca Panas dan Angin Kencang
Bagus Putra PamungkasMinggu, 6 September 2026 | 15.46 WIB
Persebaya Surabaya gagal menang pada laga perdana Super League 2026-2027 setelah ditahan Bhayangkara FC 1-1. Bernardo Tavares menyoroti kualitas lawan, cuaca panas, dan angin kencang. (Dok. iLeague)

JawaPos.com – Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan pada laga perdana Super League 2026-2027. Green Force hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, kemarin sore.

Hasil tersebut memperpanjang catatan kurang apik Persebaya saat menghadapi Bhayangkara FC. Dalam tiga pertemuan terakhir, Green Force belum pernah meraih kemenangan, dengan catatan satu kekalahan dan dua hasil imbang.

Persebaya sebenarnya sempat unggul lebih dulu. Yann Mabella mencetak gol pada menit ke-13. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir pertandingan.

Allano Lima menyamakan kedudukan pada menit ke-60. Hasil imbang itu tentu mengecewakan Bernardo Tavares karena Persebaya membidik kemenangan pada laga pembuka.

“Saya sedikit tidak senang. Sebab, kami sebenarnya ingin menang. Apalagi, kami sempat unggul lebih dulu,” kata pelatih Persebaya tersebut seusai laga.

Tavares memahami pertandingan melawan Bhayangkara FC tidak mudah. Dia bahkan memberikan pujian khusus kepada lawan yang dinilainya memiliki kualitas.

“Tidak mudah untuk bermain di sini. Kami tahu itu. Bhayangkara FC juga punya tim yang cukup bagus,” terang pelatih asal Portugal itu.

Tavares secara khusus memuji penampilan Allano Lima yang mampu mencetak gol penyeimbang.

“Salah satu contoh (pemain berkualitas) adalah Allano Lima. Dia datang dari bangku cadangan, kemudian mencetak gol,” jelas Tavares.

Selain kualitas lawan, Tavares menyebut kondisi cuaca turut memengaruhi permainan timnya. Cuaca di Bandar Lampung yang panas serta angin cukup kencang membuat beberapa umpan Persebaya tidak berjalan sesuai rencana.

“Cuaca sangat panas. Lalu, angin juga cukup kencang. Itu membuat beberapa umpan kami gagal,” ujar Tavares.

Gagal menang pada laga perdana, Tavares meminta anak asuhnya segera bangkit. Green Force akan menjalani laga kandang menjamu PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 13 September mendatang.

“Saya harap di laga selanjutnya, Bonek dan Bonita bisa mendukung kami di laga kandang,” tuturnya.

Sementara itu, pelatih Bhayangkara FC Oscar Bruzon juga menilai timnya tampil kurang maksimal pada awal pertandingan. Dia menyebut anak asuhnya lengah, terutama dalam mengantisipasi bola panjang.

“Kami tidak bermain bagus di awal pertandingan, terutama dalam perebutan bola panjang,” tegasnya seusai laga.

Gol Yann Mabella dinilai terjadi karena Bhayangkara FC gagal melakukan antisipasi terhadap bola panjang yang dikirimkan Persebaya. Pemain lawan kemudian berlari dan kiper keluar dari posisinya sebelum gol tercipta.

Meski begitu, Bruzon enggan menyalahkan satu pemain atas hasil tersebut. Dia menegaskan Bhayangkara FC harus bertanggung jawab bersama dan segera memperbaiki kualitas pertahanan.

“Saya bertanggung jawab atas hasil ini. Ke depan, kami harus tetap mencari solusi untuk meningkatkan kualitas pertahanan,” pungkas pelatih kelahiran 29 Mei 1977 itu.

EDITOR: Hendra