← Beranda
Jersey Persebaya Surabaya Makin Berani! Ada Kecup Bibir dan Pesan Perempuan di Kultur Sepak Bola
Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 5 September 2026 | 15.30 WIB
Jersey Persebaya Surabaya musim 2026/2027 hadirkan kecup bibir Implora, simbol ruang perempuan dan kultur sepak bola yang makin inklusif di Indonesia. Aksen kecup bibir di jersey Persebaya Surabaya musim 2026/2027 menjadi simbol kehadiran perempuan dalam kultur sepak bola yang semakin inklusif. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Kehadiran logo Implora dengan aksen kecup bibir di jersey Persebaya Surabaya musim Super League 2026/2027 menjadi simbol semakin inklusifnya kultur sepak bola.

Kolaborasi di Surabaya itu sekaligus menegaskan ruang bagi perempuan, termasuk para Bonita, untuk hadir dan berperan dalam ekosistem suporter yang selama ini lekat dengan citra maskulin.

Mengapa Ada Kecup Bibir di Jersey Persebaya Surabaya?

Aksen kecup bibir di samping logo Implora bukan sekadar ornamen pada jersey Persebaya Surabaya musim 2026/2027, melainkan bagian dari pesan kolaborasi antara klub dan brand kecantikan perempuan tersebut.

Elemen visual itu terinspirasi dari karakter produk serta identitas dunia beauty yang ingin mempertemukan ekspresi feminin dengan kultur sepak bola.

Kolaborasi klub sepak bola dengan brand kosmetik sebenarnya bukan hal baru, tetapi pendekatannya kerap menyasar produk untuk konsumen laki-laki.

Implora hadir dengan karakter berbeda karena merupakan brand kecantikan perempuan dengan lipstik sebagai salah satu hero product, sehingga keberadaannya di jersey Persebaya Surabaya membawa pesan yang lebih luas.

Kehadiran aksen kecup bibir memberikan sentuhan playful sekaligus mempertegas identitas Implora sebagai brand beauty.

Lebih dari sekadar penempatan logo sponsor, elemen tersebut menjadi simbol jika ekspresi feminin bisa hadir di tengah atmosfer sepak bola tanpa harus kehilangan identitas dan kebanggaan sebagai suporter.

Pesan utama yang ingin disampaikan Persebaya Surabaya dan Implora pun cukup sederhana, yakni perempuan memiliki tempat dan peran dalam kultur sepak bola.

Baca Juga: Berharap Pemain Tak Demam Panggung, PSIM Yogyakarta Bidik Kemenangan atas Persita

Kolaborasi ini menjadi gambaran perubahan karakter audiens sepak bola yang semakin beragam, baik di dalam stadion maupun di luar lapangan.

Jumlah Suporter Perempuan Persebaya Surabaya Terus Bertumbuh

Pertumbuhan kehadiran perempuan terlihat dari proporsi penonton perempuan di stadion Persebaya Surabaya yang meningkat secara konsisten dalam tiga musim terakhir.

Tren tersebut memperlihatkan semakin banyak perempuan memilih datang langsung ke stadion untuk memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya.

“Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak perempuan yang memilih hadir langsung ke stadion untuk mendukung Persebaya,” ujar Arthur Rusli, Head of Business & Partnership DBL Indonesia.

“Stadion tidak lagi menjadi ruang yang hanya identik dengan suporter laki-laki, tetapi semakin berkembang menjadi ruang bagi keluarga dan komunitas dengan latar belakang yang lebih beragam.”

Perubahan itu juga berjalan seiring dengan upaya Persebaya Surabaya menciptakan pengalaman stadion yang lebih inklusif bagi penonton.

Salah satu bentuknya ialah kehadiran tribun khusus keluarga yang memberikan ruang bagi keluarga, termasuk suporter perempuan dan anak-anak, untuk menikmati pertandingan bersama.

Kondisi tersebut membuat kerja sama dengan Implora memiliki relevansi kuat terhadap perkembangan komunitas Persebaya Surabaya.

Brand kecantikan perempuan tidak hanya masuk sebagai bagian dari sisi komersial klub, tetapi juga hadir ketika komposisi audiens sepak bola mulai berubah dan semakin banyak perempuan mengambil ruang di tribun.

Baca Juga: Dukungan Suporter Bikin Rela Tinggalkan Kampung Halaman, Matheus Lagoa Siap Bela Persebaya

Implora Bawa Pesan untuk Para Bonita

Implora melihat dukungan terhadap Persebaya Surabaya tidak hanya datang dari pemain atau kelompok suporter laki-laki, tetapi juga dari sosok-sosok perempuan yang berada di sekitar para pemain dan komunitas.

Mereka mencakup istri, kekasih, ibu, kakak, adik, hingga para Bonita yang setia memberikan dukungan dalam setiap pertandingan.

Kehadiran Implora dalam perjalanan Persebaya Surabaya juga dibarengi komitmen mendukung para Bonita agar tetap tampil percaya diri saat memberikan dukungan.

Pesan itu berlaku ketika mereka hadir langsung di tribun maupun ketika memberikan dukungan dari rumah.

"Elemen kecupan bibir pada jersey merepresentasikan dukungan tulus dari para Bonita agar Persebaya terus melaju, dengan harapan besar di musim 2027 tim dapat kembali meraih prestasi dan membawa pulang piala ke Surabaya," ujar Rafael Raven Go, Chief Marketing Officer Implora.

Kutipan tersebut memperlihatkan makna lain dari aksen kecup bibir yang menempel pada jersey Persebaya Surabaya musim 2026/2027.

Simbol tersebut diposisikan sebagai representasi dukungan tulus para Bonita sekaligus harapan agar Green Force kembali menghadirkan prestasi dan membawa trofi ke Surabaya.

Kolaborasi Komersial Persebaya Surabaya Makin Kreatif

Masuknya Implora sebagai brand kecantikan perempuan memperlihatkan bagaimana Persebaya Surabaya mengembangkan kerja sama komersial dengan mempertimbangkan karakter suporter dan komunitasnya.

Pendekatan tersebut membuat sponsor tidak hanya hadir sebagai logo, tetapi juga memiliki identitas visual dan pesan yang berkaitan dengan audiens klub.

“Kehadiran beberapa brand dengan kategori berbeda dalam jersey Persebaya musim ini juga menjadi cerminan pendekatan profesional dalam pengelolaan klub,” tegas Arthur.

“Persebaya tidak hanya membangun tim dari sisi teknis dan kompetisi, tetapi juga mengembangkan sisi komersial dan bisnis klub secara terstruktur.” 

Baca Juga: Head to Head Persebaya vs Bhayangkara FC: Tavares Waspadai Tim yang Kerap Menyulitkan

Kolaborasi Implora dan Persebaya Surabaya akhirnya mempertemukan dua dunia yang sebelumnya kerap dianggap berbeda, yakni kecantikan perempuan dan sepak bola.

Aksen kecup bibir pada jersey menjadi penanda visual dari pertemuan tersebut sekaligus membawa pesan jika perempuan semakin memiliki ruang dalam kultur sepak bola.

Langkah itu juga sejalan dengan visi profesionalisme yang sebelumnya disampaikan Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda mengenai pentingnya pengelolaan klub secara profesional dan berkelanjutan.

Pengembangan tersebut mencakup sisi olahraga sekaligus bisnis, sehingga kolaborasi dengan brand seperti Implora menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem klub secara lebih luas.

Pada akhirnya, kecup bibir di jersey Persebaya Surabaya bukan hanya perkara estetika atau strategi branding.

Di balik elemen kecil tersebut terdapat pesan lebih besar tentang perubahan wajah sepak bola yang semakin terbuka bagi perempuan, keluarga, komunitas, dan para Bonita.

EDITOR: Hendra