JawaPos.com — I.League menetapkan sanksi pengurangan dua poin kepada Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC pada kompetisi Super League 2026/2027 setelah kedua klub mengubah home base atau stadion usai proses Club Licensing Cycle 2025/2026 berakhir.
Keputusan tersebut berkaitan dengan kriteria infrastruktur yang dinilai tidak lagi terpenuhi sesuai Regulasi Club Licensing.
Mengapa Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC Dikurangi Dua Poin?
Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC masing-masing harus menerima pengurangan dua poin karena melakukan perubahan home base atau stadion setelah proses Club Licensing Cycle 2025/2026 selesai.
Perubahan tersebut membuat salah satu kriteria infrastruktur dalam Regulasi Club Licensing tidak terpenuhi.
Club Licensing menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kompetisi karena setiap klub diwajibkan memenuhi sejumlah kriteria yang sudah ditetapkan.
Salah satu kriteria tersebut berkaitan dengan infrastruktur, termasuk home base atau stadion yang digunakan klub untuk menjalani kompetisi Super League 2026/2027.
I.League kemudian menerapkan ketentuan yang sudah tercantum dalam regulasi ketika menemukan adanya kriteria yang tidak terpenuhi.
Dalam aturan tersebut, kegagalan memenuhi salah satu kriteria Club Licensing memiliki konsekuensi berupa pengurangan dua poin di kompetisi.
Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut secara langsung.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Borneo FC vs Persija Jakarta: Shin Tae-yong Waspada, Bidik Awal Manis
“Perubahan home base atau stadion setelah proses Club Licensing Cycle 2025/2026 selesai menyebabkan terdapat kriteria infrastruktur yang tidak terpenuhi,” ujar Asep.
Perubahan Stadion Jadi Pangkal Sanksi
Persoalan utama dalam kasus Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC bukan hasil pertandingan, melainkan perubahan home base atau stadion setelah proses Club Licensing Cycle 2025/2026 selesai.
Kondisi itu membuat pemenuhan kriteria infrastruktur yang sebelumnya menjadi bagian dari proses lisensi tidak lagi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Regulasi Club Licensing mengharuskan setiap klub memenuhi seluruh kriteria yang sudah ditetapkan untuk dapat menjalankan kompetisi sesuai standar yang berlaku.
Karena perubahan dilakukan setelah proses lisensi selesai, terdapat kriteria infrastruktur yang dinilai tidak terpenuhi oleh kedua klub.
Asep menegaskan konsekuensi tersebut sudah memiliki dasar yang jelas dalam Regulasi Club Licensing. “Sesuai dengan Regulasi Club Licensing, kondisi tersebut memiliki konsekuensi berupa pengurangan dua poin,” katanya.
Dengan keputusan tersebut, Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC sama-sama mendapatkan sanksi pengurangan dua poin pada Super League 2026/2027.
Artinya, kedua klub memulai kompetisi dengan konsekuensi administratif yang sama akibat persoalan pemenuhan kriteria infrastruktur.
Baca Juga: Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Peluang Pendekar Cisadane Curi Poin di Sultan Ag
I.League Tegaskan Regulasi Berlaku untuk Semua Klub
I.League menyebut penerapan sanksi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga konsistensi pelaksanaan regulasi kompetisi.
Ketentuan Club Licensing tidak hanya menjadi persyaratan administratif, tetapi juga menjadi standar yang harus dipenuhi seluruh klub peserta Super League 2026/2027.
Asep menegaskan setiap klub memiliki kewajiban untuk memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan. “Setiap klub memiliki kewajiban untuk memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan dalam Regulasi Club Licensing,” kata Asep.
Menurut Asep, penerapan sanksi terhadap Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC juga menjadi bagian dari proses penegakan regulasi.
I.League ingin memastikan standar yang sudah ditetapkan dapat dijalankan secara konsisten oleh seluruh peserta kompetisi.
“Penerapan sanksi ini merupakan bagian dari proses penegakan regulasi dan komitmen untuk menjaga standar serta integritas kompetisi,” lanjut Asep.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi I.League untuk memberikan konsekuensi ketika klub tidak memenuhi salah satu kriteria yang sudah menjadi bagian dari regulasi.
Dua Klub Harus Menjalani Super League dengan Sanksi
Pengurangan dua poin menjadi konsekuensi yang harus diterima Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC pada Super League 2026/2027.
Kedua klub tetap menjadi bagian dari kompetisi, tetapi harus menjalani musim dengan pengurangan poin sesuai ketentuan Club Licensing.
Sanksi tersebut diberikan secara sama kepada kedua klub karena persoalan yang mendasarinya juga berkaitan dengan perubahan home base atau stadion setelah Club Licensing Cycle 2025/2026 selesai.
I.League menetapkan pengurangan dua poin untuk setiap klub setelah kriteria infrastruktur dinilai tidak terpenuhi.
Keputusan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kepatuhan klub terhadap tahapan dan persyaratan dalam Regulasi Club Licensing.
Baca Juga: Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Peluang Pendekar Cisadane Curi Poin di Sultan Ag
Perubahan home base atau stadion setelah proses lisensi selesai memiliki dampak langsung terhadap status pemenuhan kriteria infrastruktur.
I.League memastikan kompetisi Super League 2026/2027 tetap dijalankan dengan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan.
Komitmen tersebut mencakup upaya memastikan seluruh klub peserta memenuhi persyaratan Club Licensing sekaligus menjaga standar dan integritas kompetisi.
Bagi Isenmulang Kalteng FC dan Java United FC, pengurangan dua poin menjadi konsekuensi awal yang harus diperhitungkan dalam perjalanan Super League 2026/2027.
Sementara bagi I.League, keputusan tersebut menjadi bentuk konsistensi dalam menerapkan regulasi terhadap klub yang tidak memenuhi salah satu kriteria Club Licensing.