JawaPos.com - Arema FC membidik tiga poin saat menjamu Isenmulang Kalteng FC pada pekan pertama Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (4/9) sore.
Laga ini menjadi ujian pertama tim asuhan Marcos Santos Goncalves sekaligus momentum membuka kompetisi dengan kemenangan di hadapan Aremania.
Mengapa Laga Perdana Arema FC Tak Boleh Diremehkan?
Arema FC tetap mewaspadai laga pembuka meski tampil di kandang sendiri.
Baca Juga: Tiket Java United vs Garudayaksa FC di BRI Super League Dijual Rp 15 Ribu, Ini Cara Belinya
Marcos Santos menilai pertandingan pertama dalam sebuah kompetisi selalu menghadirkan tekanan berbeda karena setiap pemain dituntut langsung menunjukkan kesiapan setelah melewati persiapan pramusim.
“Setiap laga pertama di kompetisi apa pun, selalu menjadi laga yang berat, baik itu di piala domestik maupun liga,” kata pelatih asal Brasil itu.
Karena itu, konsentrasi sejak menit awal menjadi perhatian utama Marcos Santos.
Baca Juga: Alex Martins Diragukan Main! Persebaya Surabaya Siapkan Banyak Skenario Jungkalkan Bhayangkara FC
Keuntungan bermain di Stadion Kanjuruhan memang bisa memberikan tambahan energi, tetapi tuntutan meraih hasil positif di depan suporter juga dapat menjadi tekanan tersendiri bagi para pemain.
Arema FC tidak ingin kehilangan momentum hanya karena gagal mengantisipasi situasi pada awal pertandingan.
Setiap kesalahan berpotensi memengaruhi jalannya laga, terutama ketika lawan datang dengan motivasi tinggi untuk mencuri poin pada pertandingan pertama.
Mauro Zijlstra Bisa Langsung Jadi Andalan?
Sektor depan menjadi salah satu perhatian utama Arema FC menjelang pertandingan kontra Isenmulang Kalteng FC.
Mauro Zijlstra berpeluang menjalani debut kompetitif bersama Arema FC setelah sebelumnya memperkuat Persija Jakarta.
Peluang striker tersebut untuk tampil semakin besar karena Gustavo Henrique masih diragukan bermain akibat menjalani proses pemulihan cedera.
Baca Juga: Bhayangkara FC Resmi Datangkan Gelandang Timnas Kosta Rika Jefferson Brenes
Di sisi lain, Arema FC juga sudah melepas Joel Vinicius sebelum kompetisi dimulai sehingga opsi di lini depan membuat peran Mauro semakin penting.
Sinyal Mauro Zijlstra masuk dalam rencana utama Marcos Santos sebenarnya sudah terlihat ketika Arema FC menjalani pertandingan uji coba melawan Deltras FC.
Penyerang tersebut dipercaya tampil sejak menit awal dan memperlihatkan pergerakan yang dinilai mampu membantu pola serangan tim.
Baca Juga: Isenmulang Kalteng FC Tunjuk Mundari Karya sebagai Pelatih Kepala, Ini Alasannya
Meski belum mencetak gol dalam pertandingan tersebut, Mauro tetap mendapat penilaian positif dari sang pelatih.
Marcos Santos melihat karakter penyerang berusia 26 tahun itu cocok untuk memberikan ancaman di area berbahaya.
“Mauro merupakan pemain yang akan selalu mengisi posisi di area kotak penalti. Itu bagus bagi kami dalam menciptakan peluang,” kata pelatih berusia 47 tahun itu.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Laos Vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Wajib Menang!
Apa yang Diharapkan Marcos Santos dari Mauro?
Marcos Santos masih memberikan waktu kepada Mauro Zijlstra untuk membangun koneksi dengan pemain Arema FC lainnya.
Faktor adaptasi menjadi penting karena sang striker belum lama bergabung dan membutuhkan pemahaman lebih baik terhadap karakter rekan-rekan setimnya.
“Semoga saja menjelang dimulainya liga, performanya akan lebih baik karena dia akan lebih mengenal rekan-rekan setimnya dibandingkan saat ini,” tambah dia.
Kehadiran Mauro juga diharapkan memberikan variasi bagi permainan menyerang Arema FC.
Baca Juga: Persija Pinjamkan Van Basty Sousa ke Borneo FC, Berpotensi Langsung Jumpa di Pekan Pertama
Kemampuannya menempatkan diri di dalam kotak penalti dapat menjadi opsi ketika tim membutuhkan penyelesaian akhir dari skema permainan terbuka maupun bola-bola yang dikirim dari sisi lapangan.
Situasi lini depan membuat debut Mauro berpotensi menjadi salah satu sorotan utama pertandingan.
Jika mampu langsung memberikan kontribusi, kehadirannya bisa menjadi jawaban atas kebutuhan Arema FC setelah perubahan komposisi penyerang menjelang kompetisi 2026/2027.
Baca Juga: Jelang Lawan Bhayangkara FC, Persebaya Masih Tunggu Kondisi Alex Martins
Mengapa Aremania Jadi Faktor Penting?
Selain kesiapan taktik dan pemain, Marcos Santos juga menaruh perhatian besar pada dukungan Aremania di Stadion Kanjuruhan.
Pelatih Arema FC tersebut berharap tribun dipenuhi suporter untuk memberikan energi tambahan kepada tim sepanjang pertandingan.
“Karena itulah akan sangat bagus bagi kami jika Aremania berada di sini, di stadion, dekat untuk membantu tim seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Kehadiran suporter memberikan perbedaan yang sangat besar,” ujar Marcos Santos.
Baca Juga: Kabar Buruk untuk Persija Jelang Super League: Pratama Arhan Operasi, Empat Pemain Menyusul
Menurut dia, dukungan Aremania bukan sekadar persoalan jumlah penonton yang hadir.
Energi dari tribun dapat membantu pemain mempertahankan kepercayaan diri ketika pertandingan berlangsung sulit atau Arema FC berada dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.
Pertandingan melawan Isenmulang Kalteng FC pun menjadi kesempatan pertama Arema FC menguji hasil kerja selama pramusim dalam pertandingan kompetitif.
Dengan target tiga poin, kesiapan sejak menit awal, potensi debut Mauro Zijlstra, serta dukungan Aremania, tim Singo Edan memiliki sejumlah modal untuk memulai Super League 2026/2027 dengan hasil maksimal.
Baca Juga: Madura United Turunkan Harga Tiket Ekonomi, Cukup Rp 30 Ribu Bisa Nonton di Stadion