← Beranda
Bhayangkara FC Ganti Pelatih! Bernardo Tavares Justru Waspadai Ledakan Lawan Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 2 September 2026 | 14.49 WIB
Bernardo Tavares menyiapkan Persebaya Surabaya menghadapi Bhayangkara FC pada laga perdana Super League 2026/2027. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada laga perdana Super League 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Pergantian pelatih Bhayangkara FC dari Paul Munster ke Oscar Bruzón Barreras justru dinilai Bernardo Tavares bukan keuntungan bagi Green Force karena strategi lawan sulit diprediksi.

Persebaya Surabaya memasuki fase akhir persiapan menuju kompetisi resmi setelah melewati pramusim panjang.

Tim asuhan Bernardo Tavares sebelumnya tampil di Piala Presiden 2026, menjalani laga persahabatan internasional kontra Penang FC, lalu mengikuti pemusatan latihan di Thailand.

Baca Juga: Antisipasi Second Ball! Bernardo Tavares Genjot Fisik Persebaya Surabaya Hadapi Bhayangkara FC

Rangkaian tersebut menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk menguji berbagai komposisi pemain.

Selain memberikan menit bermain, agenda pramusim juga digunakan untuk membangun pemahaman terhadap sistem permainan yang akan diterapkan sepanjang Super League 2026/2027.

Kini, seluruh fokus Persebaya Surabaya tertuju pada Bhayangkara Presisi Lampung FC. Laga perdana menjadi ujian penting karena Green Force harus langsung menghadapi lawan yang bermain di kandang sendiri.

Baca Juga: Bernardo Tavares Buka Suara! Dukungan Penuh Bonek Temani Pasang Surut Persebaya Surabaya Raih Juara

Situasi Bhayangkara FC turut menarik perhatian. Musim lalu, klub tersebut masih ditangani Paul Munster, tetapi manajemen memilih tidak melanjutkan kerja sama dengan pelatih asal Irlandia Utara itu untuk musim baru.

Sebagai gantinya, Bhayangkara FC menunjuk Oscar Bruzón Barreras. Pelatih anyar tersebut datang dengan rekam jejak panjang dan koleksi trofi yang membuat Bernardo Tavares memilih bersikap lebih waspada.

Baca Juga: Juara Piala Presiden Bukan Jaminan, Jangan Terlena! Bernardo Tavares Peringatkan Persebaya Surabaya

Pergantian Pelatih Bhayangkara FC Bukan Keuntungan

Bernardo Tavares menilai pergantian pelatih Bhayangkara FC justru bisa membuat pertandingan semakin sulit diprediksi.

Menurutnya, Oscar Bruzón Barreras memiliki kesempatan membawa pendekatan baru ketika Bhayangkara FC memulai perjalanan di Super League 2026/2027.

“Tidak, jika mereka mengganti pelatih, dan siap menunjukkan performa terbaiknya di Super League dengan datangnya pelatih baru, itu jauh lebih baik. Saya kira ini bukan keuntungan bagi kami,” ujar Bernardo.

Pandangan tersebut muncul karena Persebaya Surabaya memiliki cukup banyak rekaman pertandingan yang bisa dipelajari calon lawan.

Sebaliknya, Green Force tidak mempunyai referensi pertandingan Bhayangkara FC di bawah arahan pelatih baru dalam jumlah yang sama.

“Karena mereka memiliki semua permainan kita yang kita mainkan di Super League, Anda pergi ke YouTube, Anda memiliki pertandingan kami di Presiden Piala, Anda memiliki pertandingan persahabatan yang kita mainkan,” lanjut Bernardo.

Situasi itu membuat persiapan Persebaya Surabaya harus lebih fleksibel. Tim pelatih tidak bisa hanya mengandalkan analisis terhadap permainan Bhayangkara FC pada era Paul Munster.

Baca Juga: Yuran Fernandes Tancap Gas Hadapi Bhayangkara FC! Persiapan Persebaya Surabaya Makin Matang

Bernardo Tavares Khawatir Kejutan Taktik

Bernardo Tavares mengakui Persebaya Surabaya sudah mengenal karakter pemain Bhayangkara FC. Namun, kehadiran Oscar Bruzón Barreras berpotensi mengubah cara pemain-pemain tersebut menjalankan tugas di lapangan.

“Tapi kita tidak memiliki (video) pertandingan dari mereka, jadi kita tidak tahu, kita tahu pemainnya, tapi kita tidak tahu banyak hal tentang bagaimana pemainnya ingin bermain,” kata Bernardo.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan tersendiri bagi tim pelatih Persebaya Surabaya.

Mereka harus menyiapkan beberapa skenario pertandingan agar tidak kesulitan ketika Bhayangkara FC menunjukkan pola permainan yang berbeda dari perkiraan.

“Tentu kami memahami karakter pemain-pemain mereka (Bhayangkara FC), tapi mungkin pelatih di sana punya ide yang berbeda untuk menerapkan strategi di lapangan,” ujarnya.

Oscar Bruzón Barreras sendiri datang dengan pengalaman menangani sejumlah klub di Asia. Rekam jejaknya memperlihatkan keberhasilan meraih gelar bersama New Radiant SC, Bashundhara Kings, hingga East Bengal FC.

Baca Juga: Diogo Ramalho Kaget Keramahan Warga Surabaya! Gelandang Persebaya Surabaya Nyaman di Kota Pahlawan

Segudang Trofi Oscar Bruzón Barreras

Catatan prestasi Oscar Bruzón Barreras membuat pergantian pelatih Bhayangkara FC layak mendapat perhatian.

Bersama New Radiant SC, dia pernah membawa klub tersebut meraih Maldivian Champion, Maldivian Cup Winner, serta Maldivian President's Cup pada musim 2016/2017.

Kesuksesan lebih besar kemudian hadir bersama Bashundhara Kings.

Oscar mengantarkan klub tersebut menjadi juara liga Bangladesh sebanyak lima kali, masing-masing pada musim 2018/2019, 2020/2021, 2021/2022, 2022/2023, dan 2023/2024.

Koleksi trofinya bersama Bashundhara Kings juga mencakup tiga gelar Bengali Federation Cup. Selain itu, Oscar meraih tiga Bengali Independence Cup pada musim 2018/2019, 2022/2023, dan 2023/2024.

Prestasi terbaru pelatih baru Bhayangkara FC datang bersama East Bengal FC. Oscar berhasil membawa klub tersebut menjadi juara Indian Super League musim 2025/2026, sebuah pencapaian yang mempertegas kualitasnya sebagai pelatih.

Karena itu, Bernardo Tavares tidak ingin Persebaya Surabaya menganggap perubahan pelatih sebagai celah.

Sebaliknya, Green Force diminta siap menghadapi karakter pemain sekaligus kemungkinan munculnya strategi baru dari Oscar Bruzón Barreras.

“Kami harus siap mengantisipasi karakter pemain dan kejutan taktik yang akan diterapkan pelatih di lapangan,” tegas Bernardo.

Dengan laga perdana berlangsung pada Sabtu (5/9/2026), Persebaya Surabaya dituntut langsung berada dalam kondisi siap tempur.

Tantangan semakin besar karena pertandingan digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, sehingga Green Force harus mampu menjaga fokus sejak menit pertama.

EDITOR: Banu Adikara