← Beranda
Kisah Matheus Lagoa Bawa Anapolis FC Juara! Legiun Anyar Persebaya Surabaya Datang
Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 1 September 2026 | 17.00 WIB
Matheus Lagoa saat memperkuat Anapolis FC dan membantu klub asal Brasil tersebut meraih gelar perdana Copa Centro-Oeste. (Instagram @matheuslagoa96, @rafaelbrozeghini)

 

JawaPos.com - Pemain asal Brasil yang deal dengan Persebaya Surabaya, Matheus Lagoa berhasil mengantarkan Anapolis FC meraih gelar perdana Copa Centro-Oeste setelah melewati dua laga dramatis melawan Rio Branco-ES, Rabu (28/5/2026).

Winger asal Brasil itu kini meninggalkan klub dengan status legenda sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya untuk mengarungi Super League 2026/2027.

Matheus Lagoa Antar Anapolis FC Cetak Sejarah

Anapolis FC memastikan gelar juara Copa Centro-Oeste edisi perdana meski kalah 1-2 dari Rio Branco-ES pada leg kedua di Stadion Kleber Andrade, Cariacica-ES, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga: Diremehkan, Nico Gonzales Buktikan dengan Cetak Gol saat Juventus Kalahkan Parma

Hasil tersebut tetap menguntungkan klub asal Goiás karena sebelumnya menang telak 3-0 pada pertandingan pertama sehingga unggul agregat 4-2.

Rio Branco-ES sempat membuat Anapolis FC berada dalam tekanan setelah mencetak dua gol pada babak pertama melalui Braga dari titik penalti dan Murilo Henrique lewat tendangan bebas.

Namun, Anapolis FC tidak menyerah dan gol Mila pada masa injury time memastikan keunggulan agregat sekaligus memicu pesta juara di lapangan.

Baca Juga: Alexander Jeremejeff Cetak Brace ke Gawang Brisbane Roar Jadi Modal Persija di Super League

Keberhasilan tersebut terasa semakin spesial karena menjadi gelar pertama Copa Centro-Oeste dalam sejarah Anapolis FC.

Selain trofi, Galo da Comarca juga mengamankan tiket ke putaran ketiga Copa do Brasil 2027 serta kesempatan memperebutkan gelar Copa Verde melawan pemenang laga Nacional kontra Paysandu.

Namun sayang, Anapolis FC harus kalah dari Paysandu dengan agregat 5–3.

Kiprah Sang Kapten Jadi Bagian Penting

Perjalanan Anapolis FC menuju trofi tidak berlangsung mudah, termasuk bagi Matheus Lagoa yang menjadi salah satu pemain penting klub.

Kampanye mereka dimulai dengan kekalahan 1-2 dari Atletico-GO sebelum bangkit lewat kemenangan 2-0 atas Tocantinopolis dan Porto Vitoria.

Anapolis FC kemudian kalah 1-2 dari Gama, tetapi langsung merespons dengan kemenangan besar 4-0 atas Cuiaba.

Baca Juga: Alexander Jeremejeff Bahagia Cetak Gol Debut Bersama Persija Jakarta

Hasil tersebut membawa mereka finis di posisi kedua Grup B di bawah Gama dan melanjutkan perjuangan ke fase gugur.

Pada babak pertama fase gugur, Anapolis FC bermain imbang 1-1 dengan Vila Nova di Goiania.

Tiket ke babak berikutnya akhirnya diamankan melalui adu penalti dengan kemenangan 4-3 sebelum Matheus Lagoa dan kolega kembali menunjukkan mental juara ketika menaklukkan Rio Branco-ES 3-0 pada leg pertama.

Baca Juga: Persija Menang Telak 4-0 atas Brisbane Roar, Shin Tae-yong Puas dengan Performa Tim

Matheus Lagoa sendiri menutup kiprah bersama Anapolis FC dengan catatan 80 penampilan, 19 gol dan satu assist serta total 5.278 menit bermain.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya peran pemain berusia 30 tahun itu selama memperkuat klub sejak bergabung pada 15 Januari 2024.

Disebut Idola dan Legenda Anapolis FC

Dedikasi Matheus Lagoa di Anapolis FC membuat namanya mendapatkan tempat khusus di hati suporter.

Baca Juga: Prediksi Aston Villa vs Arsenal: Upaya The Villans Hentikan Langkah Arsenal di Premier League

Klub bahkan memberikan jersey kenang-kenangan kepadanya sebelum pertandingan melawan Santa Cruz sebagai penanda penampilan ke-80 bersama Anapolis FC.

”Idola saya dalam sejarah tim ini,” tulis salah satu suporter. Komentar lain menyebut Matheus Lagoa sebagai idola sejati hingga idola terbesar dalam sejarah Anapolis.

Penghormatan tersebut tidak berhenti pada satu atau dua komentar.

Sejumlah suporter juga menyebut Matheus Lagoa masuk jajaran legenda Anapolis FC dan mendoakan kesuksesannya dalam perjalanan karir berikutnya.

”Nah, teman-teman... Semuanya sudah berakhir. Terima kasih, Lagoa—kau sungguh legendaris!” tulis salah satu suporter.

Dukungan itu menjadi gambaran betapa kuat hubungan Matheus Lagoa dengan klub yang diperkuatnya selama lebih dari dua tahun.

Dari Brasil, Matheus Lagoa Menuju Persebaya Surabaya

Kini kisah Matheus Lagoa berlanjut ke Indonesia setelah berdasar informasi yang dihimpun JawaPos.com, dirinya menjadi kepingan terakhir pemain asing ke-11 Persebaya Surabaya untuk Super League 2026/2027.

Kabar transfer tersebut membuat Green Force mendapatkan pemain yang baru saja merasakan kesuksesan historis bersama klub asal Brasil.

Berdasar data Transfermarkt, Matheus Vinícius da Silva lahir di Lagoa Vermelha, Brasil, pada 13 Maret 1996 dan memiliki tinggi 1,75 meter.

Posisi utamanya adalah winger kanan, tetapi dia juga bisa bermain sebagai winger kiri, second striker, hingga striker.

Secara keseluruhan, Matheus Lagoa mengoleksi 181 penampilan profesional dengan 30 gol, lima assist dan 10.047 menit bermain.

Selain Anapolis FC, dia pernah memperkuat Novo Hamburgo, Sao Luiz, Veranopolis, Camboriu, Campinense-PB, Avenida, Azuriz dan Aimore.

Kedatangan Matheus Lagoa sekaligus menjawab teka-teki yang sebelumnya diberikan manajemen Persebaya Surabaya.

Saat Launching Synergy Persebaya di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu (29/8), manajemen menyebut pemain asing terakhir masih aktif bermain di negaranya dan belum pernah merumput di Indonesia.

”Dia bisa bermain di beberapa posisi, karena pelatih (Bernardo Tavares) kita ini karakternya enggak mau mengambil pemain yang hanya bisa bermain di satu posisi,” ujar Manajer Persebaya Surabaya Sidik Maulana Tualeka.

Dia juga memastikan pemain tersebut merupakan pilihan Bernardo Tavares dan diharapkan bisa bergabung untuk pertandingan kandang pertama Persebaya Surabaya.

Clue itu semakin jelas setelah video teaser memperlihatkan sosok pemain tersebut tanpa wajah.

Ola Bonek and Bonita, vemos na próxima semana. Salam satu nyali, wani!” ujar pemain dalam video tersebut.

Kini, Matheus Lagoa datang bukan sekadar sebagai pemain asing anyar.

Dia tiba di Persebaya Surabaya setelah mengukir sejarah bersama Anapolis FC, menyandang status kapten sekaligus idola suporter, dan membawa pengalaman 80 pertandingan serta 5.278 menit bersama klub Brasil tersebut.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah