JawaPos.com - Persib Bandung menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan gelar juara Super League pada musim 2026/2027. Status sebagai juara bertahan membuat Maung Bandung kini menjadi salah satu tim yang paling dibidik para pesaing.
Persib sukses menjadi kampiun pada musim lalu. Namun, mempertahankan gelar tentu bukan perkara mudah. Setiap pertandingan akan menghadirkan tekanan berbeda karena lawan memiliki motivasi lebih untuk mengalahkan tim yang berstatus juara bertahan.
Penjaga gawang Persib, Teja Paku Alam, menyadari situasi tersebut. Menurutnya, tantangan terbesar justru datang dari dalam tim sendiri.
Baca Juga: Ikwan Ali Tanamal Antusias Debut Bersama Persib Bandung di ACL Two Hadapi Manila Digger
Persib harus mampu menjaga konsistensi sekaligus membuktikan bahwa keberhasilan musim lalu bukan sekadar keberuntungan.
“Tantangan terbesarnya diri kita sendiri. Karena kita harus membuktikan lagi kalau kita sebagai juara bertahan bisa buat juara lagi di tahun depan,” kata Teja.
Persib juga harus menghadapi jadwal yang lebih padat. Selain mempertahankan persaingan di kompetisi domestik, skuad asuhan Igor Tolic juga disiapkan untuk tampil di kompetisi antarklub Asia.
Situasi tersebut membuat Persib harus pintar mengatur tenaga dan menjaga kondisi para pemain. Kedalaman skuad menjadi penting agar performa tim tetap stabil ketika harus menjalani pertandingan dengan jeda yang relatif singkat.
Baca Juga: Persib Bandung Matangkan Strategi Jelang Hadapi Manila Digger di Play-off ACL 2 2026/27
Teja sendiri memiliki target pribadi untuk kembali memberikan kontribusi maksimal bagi Persib. Kiper asal Sumatera Barat itu ingin membantu tim meraih hasil terbaik sekaligus menambah catatan clean sheet.
Pada musim sebelumnya, Teja mampu mencatatkan 18 clean sheet dalam satu musim. Torehan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Persib meraih gelar juara.
“Targetnya pastinya memberikan yang terbaik untuk Persib pastinya. Bisa di liga pun bisa clean sheet lebih, itu sih pastinya,” ujar Teja.
Target tersebut menunjukkan bahwa Teja tidak ingin hanya mengandalkan pencapaian musim lalu. Ia ingin kembali tampil konsisten di bawah mistar dan membantu Persib menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Dengan status juara bertahan, Persib tentu memiliki beban tersendiri pada musim 2026/2027. Konsistensi, mentalitas, serta kemampuan mengelola jadwal padat bakal menjadi faktor penting dalam upaya mempertahankan posisi di papan atas.
Persib pun dituntut untuk segera menunjukkan performa terbaik sejak kompetisi dimulai. Perjalanan mempertahankan gelar akan menjadi ujian bagi Igor Tolic dan anak asuhnya untuk membuktikan bahwa Maung Bandung masih layak menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia.