JawaPos.com — Persebaya Surabaya mematangkan persiapan menghadapi Bhayangkara FC pada laga pembuka Super League 2026/2027 setelah menuntaskan pemusatan latihan selama sembilan hari di Thailand.
Green Force membawa modal persiapan fisik, kekompakan, dan ritme permainan sebelum menjalani pertandingan tandang pertama pada kompetisi yang dimulai 4 September 2026.
Persebaya Surabaya Fokus Hadapi Bhayangkara FC
Persiapan Persebaya Surabaya kini memasuki tahap akhir sebelum menghadapi Bhayangkara FC di pekan pertama Super League 2026/2027.
Baca Juga: Bisa Cangkruk Bareng di Thailand! Ramalho Bongkar Chemistry Skuad Persebaya Surabaya Makin Solid
Tim pelatih berupaya memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi fisik dan permainan terbaik setelah melewati rangkaian pramusim yang cukup padat.
Laga pembuka tersebut menjadi ujian awal bagi skuad asuhan Bernardo Tavares untuk menunjukkan hasil persiapan selama beberapa pekan terakhir.
Apalagi Persebaya Surabaya memiliki ambisi membuka kompetisi dengan hasil positif sekaligus memberikan kebanggaan bagi Bonek dan Bonita.
Catatan pertemuan kedua tim juga menunjukkan duel yang cukup berimbang meski Persebaya Surabaya memiliki sedikit keunggulan.
Baca Juga: Diogo Ramalho Ungkap Pelajaran Penting dari TC Persebaya di Thailand
Dari 12 pertemuan, Bhayangkara FC mengoleksi empat kemenangan, dua laga berakhir imbang, sedangkan Persebaya Surabaya menang enam kali.
Statistik tersebut menjadi modal psikologis bagi Green Force, tetapi bukan alasan untuk meremehkan kekuatan Bhayangkara FC.
Tim pelatih tetap harus memastikan pemain mampu menerapkan strategi dengan disiplin sejak menit pertama pertandingan.
Sembilan Hari di Thailand Jadi Modal Penting
Sebelum fokus penuh ke Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya telah menjalani pemusatan latihan selama sembilan hari di Thailand.
Program tersebut menjadi bagian penting dari persiapan akhir setelah tim melewati agenda pramusim yang berlangsung cukup padat.
Baca Juga: Pulang dari Thailand, Fisik Pemain Persebaya Kian Prima Jelang Super League
Selama di Thailand, tim pelatih tetap menggunakan metodologi latihan yang sebelumnya diterapkan ketika tim berlatih di Surabaya.
Pelatih Fisik Persebaya Surabaya, Diogo Carvalho, menyebut aspek pencegahan cedera tetap menjadi perhatian utama dalam setiap program.
“Kami tetap berlatih dengan prinsip yang sama dan memperhatikan aspek pencegahan cedera,” kata pelatih asal Portugal itu.
Perbedaan utama terletak pada volume latihan dan frekuensi sesi yang diberikan kepada pemain.
Kondisi tersebut disesuaikan dengan agenda pertandingan dan kebutuhan tim sehingga beban latihan bisa tetap terukur tanpa mengorbankan kebugaran pemain.
Kondisi Fisik Jadi Perhatian Jelang Kompetisi
Diogo Carvalho menjelaskan pola latihan di Thailand berbeda dengan program yang sebelumnya dijalankan di Surabaya.
Jika di Surabaya Persebaya Surabaya beberapa kali menjalani latihan ganda atau double session, selama pemusatan latihan frekuensi kegiatan disesuaikan dengan lebih banyaknya pertandingan pramusim.
“Di Surabaya, kami beberapa kali menjalani latihan ganda atau double session,” ujar Diogo Carvalho.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Pulang Hari Ini! Bawa Buah Tangan dari Thailand Menatap Super League 2026/2027
“Selama di Thailand, frekuensinya lebih banyak karena kami juga memiliki lebih banyak pertandingan selama pramusim dan pemusatan latihan.”
Peningkatan kondisi fisik menjadi salah satu hasil utama yang ingin dibawa pulang dari Thailand.
Tim sebelumnya sudah menjalani tujuh pertandingan pramusim dalam rangkaian persiapan hampir dua bulan, termasuk lima pertandingan Piala Presiden 2026 yang berakhir dengan keberhasilan Green Force meraih gelar juara.
Situasi tersebut membuat pengelolaan kondisi pemain menjadi sangat penting menjelang kompetisi resmi.
Persebaya Surabaya tidak hanya membutuhkan pemain yang bugar untuk laga pembuka, tetapi juga skuad yang mampu menjaga konsistensi ketika jadwal kompetisi mulai berjalan padat.Persebaya Surabaya Ingin Bikin Bonek Bangga
Setelah menyelesaikan pemusatan latihan, rombongan Persebaya Surabaya kembali ke Surabaya untuk melanjutkan persiapan terakhir menuju kompetisi.
Tim juga dijadwalkan mengikuti launching di Taman Surya Balai Kota Surabaya pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian menuju pertandingan perdana Super League 2026/2027.
Baca Juga: Resmi! Persebaya Surabaya Agendakan Team Launching di Balai Kota Surabaya
Setelah launching, fokus tim akan sepenuhnya diarahkan pada persiapan menghadapi Bhayangkara FC dalam laga tandang pekan pertama.
Momentum laga pembuka memiliki arti penting bagi Persebaya Surabaya karena hasil positif bisa menjadi fondasi kepercayaan diri untuk menjalani musim panjang.
Dukungan Bonek dan Bonita juga diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain meski pertandingan pertama berlangsung di kandang lawan.
"Harapan saya, kami bisa mengawali kompetisi dengan langkah yang tepat. Para pemain akan memberikan kemampuan terbaik dan berusaha membuat Bonek dan Bonita bangga," pungkasnya.
Dengan persiapan fisik yang ditempa selama sembilan hari di Thailand dan pengalaman tujuh pertandingan pramusim, Persebaya Surabaya kini tinggal memastikan seluruh kerja keras tersebut diterjemahkan di lapangan.
Bhayangkara FC menjadi tantangan pertama, sekaligus kesempatan bagi Green Force membuktikan kesiapan mereka sejak pekan pembuka Super League 2026/2027.