← Beranda
PSS Sleman Bersiap Hadapi Derby Mataram, Pengamanan dan Koordinasi Suporter Diperkuat
Andre Rizal HanafiSabtu, 29 Agustus 2026 | 02.12 WIB
Sejumlah pemain PSS Sleman yang cedera tampak sudah kembali mengikuti latihan bersama tim. (Dok. PSS)

 

JawaPos.com - PSS Sleman mulai melakukan sejumlah langkah persiapan menjelang Derby Mataram melawam PSIM Jogja yang sementara diproyeksikan berlangsung pada 29 Agustus 2026. 

Selain mempersiapkan tim dari sisi teknis, aspek keamanan dan koordinasi dengan berbagai pihak juga menjadi perhatian utama.

Derby Mataram diperkirakan menjadi salah satu pertandingan dengan tingkat risiko tinggi. Karena itu, pemetaan dan koordinasi akan dilakukan sejak awal agar berbagai potensi persoalan bisa diantisipasi.

Empat pertandingan yang diproyeksikan sebagai big match menjadi perhatian dalam persiapan tersebut. Pemetaan akan mencakup kuota penonton, potensi kehadiran suporter tim tamu, mitigasi risiko, hingga skema pengamanan pertandingan.

Baca Juga: Pieter Huistra Gembira, Sejumlah Pemain Cedera di PSS Sleman Mulai Kembali Berlatih

Koordinasi tersebut melibatkan SLO, SSO, serta Ketua Panpel. Langkah ini diharapkan membuat penyelenggaraan pertandingan berjalan lebih terukur, terutama jika terdapat peningkatan jumlah penonton maupun mobilisasi suporter.

Sementara itu, persiapan khusus untuk Derby Mataram masih menunggu konfirmasi dari Asprov PSSI DIY terkait agenda forum stakeholder. 

Forum tersebut nantinya menjadi salah satu ruang untuk membahas berbagai kebutuhan pertandingan, termasuk aspek keamanan dan teknis penyelenggaraan.

Baca Juga: Kembali ke Pinggir Lapangan, Pieter Huistra Antusias Pimpin PSS Sleman di Super League Musim 2026/27

Di tingkat akar rumput, komunikasi dengan kelompok suporter juga terus dilanjutkan. Perwakilan korwil suporter diharapkan ikut menjaga situasi tetap aman dan kondusif sebelum, selama, hingga pertandingan selesai.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat Derby Mataram bukan sekadar pertandingan biasa. Pertemuan dua tim dari wilayah yang sama selalu memiliki perhatian lebih dari suporter, sehingga koordinasi sejak jauh hari dibutuhkan untuk mencegah munculnya persoalan di lapangan.

Selain persiapan pertandingan, perkembangan penyelesaian sejumlah permasalahan juga akan terus dipantau. Termasuk proses pencabutan laporan yang hingga kini masih berjalan.

Koordinasi antara kepolisian, manajemen klub, panitia pelaksana, dan perwakilan suporter pun akan diperkuat. Sinergi berbagai pihak tersebut menjadi langkah preventif agar pertandingan PSS Sleman, khususnya laga yang masuk kategori berisiko tinggi, dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tanggung jawab masing-masing. Derby Mataram pun diharapkan bisa menjadi pertandingan yang berjalan lancar tanpa persoalan di luar lapangan.

EDITOR: Banu Adikara