JawaPos.com - Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, mulai mematangkan persiapan menyambut kompetisi Super League 2026/27. Salah satu tahapan yang dilakukan adalah Re-Risk Assessment bersama Ditpamobvit Polda Bali dan Polres Gianyar pada Kamis (27/8).
Kegiatan tersebut berlangsung sejak Kamis pagi hingga sore hari. Tim dari Ditpamobvit Polda Bali hadir bersama perwakilan Polres Gianyar dan jajaran panitia pelaksana Stadion Dipta untuk mengecek kesiapan venue sebelum digunakan dalam pertandingan resmi.
Re-Risk Assessment merupakan proses pemeriksaan yang dilakukan secara berkala untuk memastikan sebuah stadion siap menggelar pertandingan. Penilaian dilakukan dengan melihat berbagai potensi risiko sekaligus memastikan aspek keamanan dan kelengkapan venue telah memenuhi kebutuhan penyelenggaraan kompetisi.
Baca Juga: Jelang Bergulirnya Championship Musim 2026/2027, Kendal Tornado FC Tantang Bali United
Dalam assessment kali ini, sejumlah aspek menjadi perhatian. Di antaranya kelaikan stadion, kelengkapan fasilitas, kesehatan, data kegiatan kompetisi, hingga kesiapan terkait suporter.
Proses tersebut dipertanggungjawabkan langsung oleh Kombes Pol I Dewa Putu Alit Bintang Juliana, S.I.K. Sementara itu, tim Risk Assessment diketuai AKBP Kaisar Reman Sambo, dengan auditor IPTU I Komang Suiadnyana.
Tim tersebut juga didampingi IPTU I Komang Sulendra, Brigadir I Putu Deni Sanjaya, serta Brigadir I Kadek Dedy Oka Putra.
Baca Juga: PSS Sleman Masih Punya 10 Hari, Pieter Huistra Kejar Kesiapan Tim Sebelum Lawan Bali United
Selain melakukan pengecekan di area stadion, tim juga memeriksa kelengkapan berkas dan dokumen yang menjadi penunjang penyelenggaraan kegiatan di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Ketua Panitia Pelaksana Stadion Dipta, I Ketut Suantika alias Rojak, menyebut dukungan kepolisian menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pertandingan.
Menurutnya, kerja sama antara pengelola stadion, panitia dan kepolisian dibutuhkan agar setiap agenda pertandingan dapat berjalan aman, nyaman dan tertib.
Ia juga menyebut Re-Risk Assessment memang dilakukan secara berkala menjelang penyelenggaraan event. Jika masih ditemukan kekurangan, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk segera diperbaiki. Sementara aspek yang sudah berjalan baik akan terus ditingkatkan.
Stadion Dipta sendiri bukan venue yang asing dengan pertandingan berskala nasional maupun internasional. Selain menjadi markas Bali United FC untuk kompetisi Super League, stadion yang berada di Desa Buruan, Gianyar, tersebut juga pernah digunakan dalam berbagai agenda sepak bola internasional.
Baca Juga: Johnny Jansen Puas dengan Perkembangan Enam Pemain Asing Bali United Jelang Super League 2026/27
Beberapa di antaranya adalah AFC Women U17, pertandingan Timnas Indonesia, serta sejumlah laga internasional lainnya. Stadion Dipta juga pernah menjadi venue pertandingan klub Super League lain, seperti Arema FC dan PSBS Biak.
Dengan proses assessment tersebut, kesiapan Stadion Dipta terus dipastikan agar dapat menjalankan agenda pertandingan musim 2026/27 dengan standar keamanan dan penyelenggaraan yang baik.