← Beranda
Persebaya Surabaya Pulang Hari Ini! Bawa Buah Tangan dari Thailand Menatap Super League 2026/2027 
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 27 Agustus 2026 | 13.46 WIB
Persebaya Surabaya menuntaskan pemusatan latihan selama sembilan hari di Thailand sebelum kembali ke Surabaya pada Kamis (27/8/2026). (Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya menuntaskan pemusatan latihan selama sembilan hari di Thailand dan dijadwalkan kembali ke Surabaya pada Kamis (27/8/2026), membawa peningkatan kondisi fisik, kekompakan, serta ritme permainan sebagai modal menghadapi Super League 2026/2027.

Program intensif tersebut menjadi tahap penting Green Force sebelum memasuki fase akhir persiapan kompetisi resmi.

Baca Juga: Resmi! Persebaya Surabaya Agendakan Team Launching di Balai Kota Surabaya

Apa hasil utama pemusatan latihan Persebaya Surabaya di Thailand?

Pemusatan latihan di Thailand menjadi ruang bagi Persebaya Surabaya untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus memperkuat pemahaman antarpemain sebelum kompetisi musim 2026/2027 dimulai.

Selama sembilan hari sejak bertolak pada Selasa (18/8/2026), Green Force menjalani latihan dan sejumlah pertandingan uji coba menghadapi tim lokal.

Pada sesi terakhir, Rabu (26/8/2026), tim pelatih tetap memberikan menu dengan intensitas terukur melalui penguatan fisik, permainan kelompok, serta latihan prinsip permainan.

Program tersebut menjadi penutup rangkaian latihan yang dirancang untuk menjaga kesiapan pemain setelah melewati pramusim padat, termasuk perjalanan hingga menjuarai Piala Presiden 2026.

Pelatih fisik Persebaya Surabaya, Diogo Carvalho, menegaskan metodologi latihan di Thailand tetap mengacu pada pola yang sebelumnya diterapkan di Surabaya.

“Dari sisi metodologi, program di Thailand tidak jauh berbeda dengan yang kami jalankan di Surabaya. Kami tetap berlatih dengan prinsip yang sama dan memperhatikan aspek pencegahan cedera,” ujar Diogo.

Selama berada di Thailand, kebersamaan pemain juga menjadi bagian dari target yang tidak kalah penting dari peningkatan fisik.

Intensitas latihan dan pertandingan dalam satu lingkungan membuat komunikasi antarpemain lebih sering terbangun, sekaligus memberi ruang kepada staf pelatih untuk mengevaluasi respons tim secara langsung.

Baca Juga: Persebaya Tuntaskan Pemusatan Latihan di Thailand, Fokus Jaga Fisik Sebelum Kompetisi Bergulir

Mengapa volume latihan di Thailand dibuat berbeda?

Perbedaan utama selama pemusatan latihan berada pada volume dan frekuensi sesi karena agenda pertandingan pramusim membuat beban pemain harus disesuaikan.

Diogo menjelaskan, ketika berada di Surabaya tim beberapa kali menjalani double session, sedangkan di Thailand frekuensi latihan lebih banyak menyesuaikan padatnya pertandingan dan program pemusatan latihan.

“Yang mungkin berubah adalah volume latihan dan jumlah sesi. Di Surabaya, kami beberapa kali menjalani latihan ganda atau double session,” imbuhnya.

“Selama di Thailand, frekuensinya lebih banyak karena kami juga memiliki lebih banyak pertandingan selama pramusim dan pemusatan latihan.”

Penyesuaian tersebut tetap diarahkan untuk menjaga kebugaran tanpa mengabaikan aspek pencegahan cedera.

Diogo juga melihat respons pemain terhadap program intensif cukup positif karena mereka mampu menikmati proses sekaligus memahami tujuan setiap menu latihan.

“Para pemain cukup menikmati proses latihan di sini. Mereka memahami apa yang kami lakukan dan terus memberikan respons yang baik terhadap program yang diberikan,” jelas Diogo.

Respons tersebut menjadi indikator penting bagi tim pelatih untuk memastikan peningkatan fisik berjalan seiring dengan kesiapan mental pemain.

Bagi tim pelatih, kesiapan fisik tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan latihan, tetapi juga dari bagaimana pemain menjaga kondisi setelah menjalani agenda padat.

Karena itu, pengaturan beban menjadi bagian penting agar pemain tetap memiliki energi ketika memasuki kompetisi yang menuntut konsistensi dalam setiap pertandingan.

Baca Juga: Eks Persebaya Ditawari Banyak Klub, Oktafianus Fernando Pilih Persis karena Ricky Nelson

Kondisi fisik jadi modal penting Green Force

Diogo memiliki ekspektasi tinggi terhadap kondisi fisik pemain ketika Persebaya Surabaya kembali ke Surabaya.

Penilaian itu tidak lepas dari kapasitas tim yang sebelumnya mampu melewati pertandingan final Piala Presiden 2026 hingga 120 menit sebelum mengangkat trofi juara.

“Soal kondisi fisik ketika kembali dari Thailand, saya memiliki ekspektasi yang sangat tinggi,” tandasnya.

“Apalagi kami baru saja menjuarai Piala Presiden dan menjalani pertandingan final hingga 120 menit. Itu menunjukkan para pemain memiliki kapasitas fisik yang sangat baik.”

Modal tersebut kini harus dijaga memasuki tahapan akhir persiapan Super League 2026/2027.

Setelah pulang dari Thailand, fokus Persebaya Surabaya bergeser pada menjaga kebugaran, mematangkan pemahaman antarpemain, serta memastikan tim siap menghadapi kompetisi resmi.

Rangkaian pramusim Persebaya Surabaya sendiri sudah berlangsung dalam periode yang cukup panjang sebelum tim berangkat ke Thailand.

Dengan tambahan program sembilan hari tersebut, Green Force diharapkan memiliki fondasi fisik yang lebih stabil sekaligus gambaran lebih jelas mengenai aspek permainan yang masih perlu diperbaiki sebelum kompetisi dimulai.

Persebaya Surabaya segera memasuki agenda akhir pramusim

Kembalinya tim pada Kamis (27/8/2026) membuat Green Force hanya memiliki waktu singkat untuk merapikan persiapan sebelum memasuki rangkaian agenda berikutnya.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya membawa 25 pemain ke Thailand untuk menjalani program latihan dan pertandingan uji coba selama sembilan hari.

Tim pelatih berharap seluruh proses di Thailand memberikan dampak langsung ketika kompetisi dimulai.

“Harapan saya, kami bisa mengawali kompetisi dengan langkah yang tepat. Para pemain akan memberikan kemampuan terbaik dan berusaha membuat Bonek dan Bonita bangga,” tutup Diogo.

Setelah kembali ke Surabaya, Persebaya Surabaya dijadwalkan menjalani agenda Launching Synergy Persebaya pada Sabtu (29/8/2026) di Balai Kota Surabaya.

Agenda tersebut menjadi salah satu tahapan sebelum Green Force benar-benar memasuki musim baru dan mengarungi persaingan Super League 2026/2027.

Dengan berakhirnya pemusatan latihan, pekerjaan tim bukan berarti selesai, melainkan memasuki fase yang lebih menentukan.

Hasil latihan fisik, peningkatan kekompakan, serta pengalaman pertandingan selama pramusim akan menjadi modal Persebaya Surabaya untuk menjaga kesiapan ketika kompetisi resmi bergulir.

EDITOR: Banu Adikara