← Beranda
Viral Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-13, Pihak Baturetno FC Pastikan Pemain dalam Kondisi Baik
Andika RachmansyahSabtu, 22 Agustus 2026 | 23.24 WIB
Tendangan kungfu mewarnai laga Piala Soeratin U-13 di Bantul. Pemain Baturetno FC sempat dibawa ke rumah sakit setelah insiden. (Tangkapan Layar @baturetnofootballschool)

 

JawaPos.com - Pihak Baturetno FC memastikan pemainnya dalam kondisi baik usai menjadi korban tendangan kungfu pemain Mataram Utama dalam pertandingan Piala Soeratin U-13 di Jogjakarta.

Beberapa hari ini, jagat media sosial dihebohkan oleh video yang memperlihatkan aksi tendangan kungfu pada pertandingan turnamen kelompok usia Piala Soeratin U-13 di Jogjakarta.

Aksi tendangan kungfu tersebut terjadi dalam pertandingan babak enam besar Piala Soeratin U-13 yang mempertemukan Baturetno FC kontra Mataram Utama di Stadion Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8/2026). 

Baca Juga: Miris! Tendangan Kungfu Warnai Baturetno FC vs Mataram Utama di Piala Soeratin U-13

Terlihat jelas pemain Mataram Utama mengangkat kaki cukup tinggi ke arah bagian kepala pemain Baturetno FC.  Akibat insiden tersebut, pemain Baturetno FC pun langsung tersungkur di lapangan. Ajaibnya, pemain Mataram Utama yang melakukan pelanggaran keras hanya diganjar kartu kuning oleh wasit. 

Direktur Teknik Baturetno FC, Yohanes Sidik Wijaya, mengungkapkan pemainnya yang terkena tendangan kungfu masih mampu melanjutkan pertandingan hingga selesai. Namun, setibanya di rumah, sang pemain mulai merasakan tidak enak pada bagian kepalanya hingga dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

“Sebenarnya anak ini mampu melanjutkan (pertandingan) sampai selesai. Cuma pas pulangnya itu kondisinya katanya pusing, dari situ langsung dibawa ke (Rumah sakit) JIH. Pusing, mual gitu,” terang Yohanes kepada JawaPos.com, dikutip Sabtu (22/8).

Baca Juga: Sleman Muda FC Menang Besar 7-0 atas Pakem FC, PSS U-15 Lolos ke Babak Enam Besar Piala Soeratin

Yohanes mengungkap, korban tidak mengalami cedera serius berdasarkan dari hasil pemeriksaan CT Scan di rumah sakit. Kata dia, pemain Baturetno FC itu juga kondisinya sudah berangsur pulih dan bisa kembali ke rumah pada akhir pekan ini. 

“Tadi (kemarin) malam sudah melaksanakan pemeriksaan CT scan. Alhamdulillah kondisinya aman. Kondisinya sekarang sudah berangsur membaik dan tidak ada hal-hal yang membahayakan. Masih dirawat, kemungkinan Minggu sudah bisa pulang” terang Yohanes.

Selain itu, Yohanes juga membeberkan kronologi dari viralnya tendangan kungfu tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejatinya pertandingan berjalan ‘adem’ sampai akhirnya di pertengahan babak kedua berubah menjadi mencekam seperti itu. 

“Sebenarnya pertandingan itu temponya sedang-sedang, maksudnya nggak panas, biasa saja. Cuma tiba-tiba di babak kedua ada insiden itu. Pemain belakang dari Mataram Utama saat pemain Baturetno mau mengontrol bola, bola itu belum sampai tapi sudah dihajar dari belakang dengan kaki setinggi leher anak yang bersangkutan,” terang Yohanes. 

Namun, yang dipermasalahkan Baturetno FC, kata Yohanes, adalah terkait keputusan wasit yang hanya mengganjar kartu kuning kepada pemain Mataram Utama. Ia menilai keputusan tersebut tidak adil karena pelanggaran yang dilakukan sangat serius, kaki diangkat setinggi leher.

“Yang kita permasalahkan itu sebenarnya, mohon maaf, mungkin anak bisa lepas kontrol terkait pelanggaran tersebut. Cuma yang kita permasalahkan adalah kenapa wasit hanya memberi kartu kuning? Kita nggak membahas soal anak itu pelanggaran dengan kaki segitu, tapi membahas wasit tidak memberikan kartu merah, hanya memberikan kartu kuning. Keputusan yang kita rasa kurang adil,” pungkas Yohanes.

EDITOR: Edi Yulianto