← Beranda
PSSI Dorong Talenta Putri U-17, Bekali Pengalaman di Level Internasional
AntaraSabtu, 22 Agustus 2026 | 06.35 WIB
PSSI mendorong perkembangan talenta putri U-17 melalui pemusatan latihan di Prancis dan kompetisi internasional di Kudus. Pesepak bola Timnas Putri U16 Putri Nusantara, Kazumi Zalfa (kiri), berebut bola dengan pesepak bola Timnas Putri U16 Yordania, Taima’a Mohammad (kanan), pada turnamen Piala Srikandi Merdeka 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Timnas Putri U16 Putri Nusantara menang 3-1 atas Yordania, tetapi gagal melaju ke semifinal setelah tidak menempati dua posisi teratas Grup B. ANTARA FOTO/Nirza/app/tom. (ANTARA FOTO/NIRZA)

JawaPos.com - PSSI terus mendorong perkembangan talenta sepak bola putri usia muda melalui pengalaman bertanding dan berlatih di level internasional.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan pengalaman internasional menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pemain muda Indonesia. Hal itu diwujudkan melalui pemusatan latihan Timnas Putri Indonesia U-17 di Clairefontaine, Prancis, hingga keikutsertaan dalam Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus.

"Dukungan PSSI hadir dalam bentuk pengalaman nyata di dalam dan luar negeri," ujar Erick dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Para pemain Timnas Putri Indonesia U-17 sebelumnya menjalani pemusatan latihan di Clairefontaine melalui kolaborasi PSSI dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada 3-9 Mei 2026.

Setelah mendapatkan pengalaman berlatih di Prancis, para pemain kembali mendapat kesempatan menguji kemampuan dalam Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung pada 14-23 Agustus di Supersoccer Arena, Kudus.

Turnamen tersebut mempertemukan delapan tim dari tujuh negara Asia. Indonesia menurunkan dua tim, yakni Garuda Pertiwi yang dilatih Timo Scheunemann dan Putri Nusantara yang ditangani Takumi Taniguchi.

Menurut Erick, pengalaman menghadapi pemain dari negara lain memiliki nilai penting dalam proses pembinaan. Para pemain tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan di lapangan, tetapi juga belajar menghadapi tekanan pertandingan.

"Kesempatan bertanding melawan negara-negara Asia sama pentingnya dengan hasil yang diraih di lapangan," kata Erick.

Ia menjelaskan, turnamen internasional dapat menjadi ruang untuk melihat perkembangan pemain secara menyeluruh. Penilaian tersebut mencakup kemampuan teknis, pemahaman taktik, pola hidup, sikap, mentalitas, hingga kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.

Baca Juga: Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens

Pemain Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma mengaku bangga mendapat kesempatan membela Indonesia dalam kompetisi internasional.

"Rasanya bangga sekali bisa mendapat kesempatan mewakili Indonesia di turnamen internasional," ujar Ayla.

Menurut Ayla, pemusatan latihan di Prancis memberikan pengalaman berada dalam lingkungan sepak bola elite. Sementara itu, pertandingan di Kudus menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mengukur kemampuan secara langsung menghadapi tim dari negara lain.

"Pengalaman ini membuat kami ingin terus belajar, bekerja keras, dan membuktikan bahwa talenta muda Indonesia siap berkembang," kata Ayla.

Baca Juga: Prediksi Skor Udinese vs Como: Duel Ketat di Friuli Berpotensi Berakhir Imbang

EDITOR: Hendra