← Beranda
Persebaya Fokus Pemulihan Fisik Jelang Super League Musim 2026/2027 Bergulir
AntaraKamis, 20 Agustus 2026 | 21.44 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares. (Persebaya)

 

 

JawaPos.com - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengatakan timnya fokus untuk melakukan pemulihan kondisi fisik dalam rangka menyambut kompetisi musim 2026/2027.

"Satu hal yang bisa saya katakan adalah mereka akan menjalani pemulihan, mendapatkan istirahat beberapa hari, dan setelah itu mari kita lihat siapa yang kondisinya baik untuk meningkatkan stamina, fisik, serta kondisi mental," ujar Tavares, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis.

Tavares menjelaskan evaluasi mendalam dilakukan jajaran pelatih agar performa tim bisa optimal saat menantang Bhayangkara FC pada pekan perdana BRI Super League 2026/2027, 5 September 2026 mendatang.

Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut melanjutkan pendekatan latihan intensif diterapkan guna memastikan ketahanan bertanding para pemain terjaga secara konsisten selama 90 menit.

Tavares menggarisbawahi pentingnya tingkat kedisiplinan dan kendali emosi saat para pemain berada di atas lapangan hijau sehingga sikap terlalu emosional terhadap setiap keputusan wasit dinilai berisiko merugikan skema serta strategi permainan tim secara keseluruhan.

"Terkadang kita terlalu emosional dengan keputusan wasit, dan saya percaya jika kita terlalu emosional, kita akan mendapatkan banyak kartu kuning dan kita harus bisa mengontrol hal ini juga," ujar Tavares.

Mantan pelatih PSM Makassar itu melanjutkan sektor organisasi taktik, seperti transisi permainan dan skema bola mati, terus dimatangkan melalui pendekatan sesi latihan kolektif maupun sesi pemutaran video individual.

Tim pelatih bertekad mengikis setiap celah kelalaian agar tim tidak kehilangan fokus mendasar sewaktu laga berjalan dan mampu mendapatkan hasil maksimal.

Baca Juga: Jelang Super League, Bernardo Tavares Ingatkan Persebaya soal Emosi

"Saat bola keluar, tetap fokus, jangan membelakangi bola karena lawan bisa melakukan lemparan ke dalam dengan cepat. Hal-hal seperti ini penting untuk dilatih, baik organisasi penyerangan, pertahanan, transisi, hingga skema bola mati," katanya. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan