JawaPos.com - Pemain asal Mali Moussa Bagayoko memulai petualangan baru dalam karir sepak bolanya di Indonesia bersama PSS Sleman menghadapi kompetisi super league musim 2026/27.
Bagi gelandang bertahan Moussa Bagayoko, bergabung dengan PSS menjadi pengalaman pertama bermain di Indonesia.
Meski datang dari negara dengan bahasa dan budaya yang berbeda, Moussa Bagayoko mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk merasa nyaman dengan lingkungan baru di Bumi Sembada.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Jay Herdman! Pemain Baru Bali United Pernah Lawan Abdukodir Khusanov
Moussa mengatakan, keputusan datang ke Indonesia didasari keinginan mendapatkan pengalaman baru sekaligus menikmati perjalanan bersama PSS Sleman.
“Ya, ini adalah pengalaman pertama saya bermain di Indonesia. Saya punya alasan tersendiri memilih datang ke sini. Yang pertama, saya senang berada di sini. Saya menikmati pengalaman baru ini dan merasa nyaman dengan lingkungan serta suasana di sini,” ujar Moussa setelah menjalani latihan di Lapangan Pakembinangun, Selasa (18/8) sore.
Selama kurang lebih empat pekan menjalani pramusim bersama PSS, Moussa tidak hanya berusaha menjaga kondisi fisik.
Baca Juga: Rekap Hasil Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026: Empat Wakil Indonesia Lolos ke Babak 32 Besar
Masa persiapan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenal karakter rekan-rekan setim, memahami keinginan tim pelatih, serta membangun chemistry di dalam skuad Super Elja.
Proses adaptasi itu disebutnya berjalan cukup lancar. Moussa merasa dirinya termasuk pemain yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru sehingga bisa lebih cepat menyatu dengan tim.
“Alhamdulillah, saya menjalani proses adaptasi baik-baik saja. Saya termasuk orang yang cukup cepat beradaptasi. Sejauh ini, saya merasa proses adaptasi dengan tim berjalan sangat baik, dan bisa dengan cepat menyatu dengan rekan-rekan di dalam tim,” kata Moussa Bagayoko.
Perbedaan bahasa pun bukan persoalan besar bagi pemain asal Mali tersebut. Menurut Moussa, sepak bola memiliki cara tersendiri untuk menyatukan pemain dari latar belakang berbeda.
Melalui latihan dan pertandingan, komunikasi perlahan terbangun. Moussa juga merasa rekan-rekan setimnya memberikan sambutan yang membuat proses adaptasinya semakin mudah.
Dia bahkan menganggap para pemain PSS bukan hanya sebagai rekan satu tim, tetapi juga sebagai teman yang membuatnya merasa menjadi bagian dari keluarga Super Elja.
Baca Juga: Prediksi Vietnam Vs Timnas Malaysia di Piala AFF 2026: Sergio Aguero Pede Harimau Malaya Comeback!
“Saya suka mereka semua. Mereka adalah temanku satu tim,” tegas Moussa.
Kehadiran Moussa diharapkan menambah kekuatan PSS Sleman di lini tengah. Dengan proses adaptasi yang terus berjalan, gelandang bertahan tersebut kini mulai menatap kompetisi resmi bersama Super Elja.