JawaPos.com - Arema FC masih dalam tahap pemulihan setelah tragedi Kanjuruhan sehingga manajemen Singo Edan memilih untuk tidak memasang target berlebihan di super league dan lebih fokus membenahi klub secara bertahap.
Hal itu disampaikan Iwan Budianto dalam podcast Arema FC Official TV yang dipandu Head of PR and Marcom Arema FC Munif Wakid.
Iwan Budianto menegaskan, Arema FC saat ini belum berada pada tahap untuk berbicara terlalu jauh mengenai gelar juara.
Baca Juga: Pelatih Persija Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Radovan Pankov yang Segera Pulih dari Cedera Paha
Menurut dia, klub masih memiliki pekerjaan besar untuk memperbaiki berbagai aspek setelah tragedi Kanjuruhan.
“Kita belum berani bermimpi untuk sesuatu yang luar biasa. Kita masih dalam taraf ayo berbenah dan perbaikan,” ujar Iwan.
Dia menilai ekspektasi yang terlalu tinggi justru dapat memberikan tekanan tambahan kepada tim. Karena itu, proses membangun kembali fondasi klub menjadi perhatian utama manajemen.
Baca Juga: Persija Gembleng Empat Kiper di Thailand, Masalah Fisik, Teknik, hingga Komunikasi Tim Jadi Sorotan
Dalam urusan perekrutan pemain, Iwan juga memberikan apresiasi kepada manajemen Arema FC yang dinilai mampu menjaga kerahasiaan proses transfer.
Kondisi tersebut, lanjut dia, tidak mudah dilakukan di tengah era keterbukaan informasi.
Arema FC juga disebut lebih dulu mempertimbangkan pemain lokal sebelum menentukan kebutuhan pemain asing.
Selain menyesuaikan dengan regulasi, manajemen ingin memiliki skuad yang fleksibel dengan pemain yang mampu menjalankan beberapa posisi.
Iwan turut menanggapi keluhan Aremania mengenai harga tiket pertandingan. Ia menjelaskan, kapasitas stadion yang sebelumnya bisa mencapai 45 ribu penonton kini hanya sekitar 21.600 orang.
Di sisi lain, biaya penyelenggaraan pertandingan meningkat karena adanya peningkatan standar keamanan dan fasilitas.
Baca Juga: Persib Fokus Manila Digger, Adhitia Tak Mau Tim Pikirkan Fase Grup
Kondisi tersebut membuat harga tiket perlu disesuaikan agar operasional klub tetap berjalan.
Menurut Iwan, jumlah penonton di bawah 6.000 orang bahkan berpotensi membuat Arema FC mengalami kerugian.
Manajemen pun menyiapkan sejumlah alternatif untuk membantu suporter, seperti kolaborasi dengan presidium KTA, program sponsor berupa diskon, serta family bundling.
Baca Juga: Luka Menalo Tak Gentar Persaingan, Sebut Kehadiran Pemain Timnas Bikin Persib Makin Kuat
Iwan berharap Aremania bisa lebih dewasa dalam menyikapi kebijakan klub. Ia meminta suporter memahami bahwa setiap keputusan, termasuk soal pemain, selalu mempertimbangkan kebutuhan tim dan keberlangsungan Arema FC.
“Pemain itu tampil di lapangan bagus di mata suporter belum tentu cocok dengan kebutuhan taktik atau unsur lainnya,” ucap Iwan.