JawaPos,com – Persija Jakarta memasuki fase baru dalam pemusatan latihan di Thailand. Setelah menjalani latihan intensif di Hua Hin, Macan Kemayoran bersiap melanjutkan program di Bangkok dengan fokus yang mulai bergeser dari pembentukan fisik menuju pematangan permainan.
Perubahan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan Persija menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Setelah fondasi kebugaran dibangun, Shin Tae-yong kini membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyatukan pemain dalam skema permainan yang disiapkan.
Selama tahap awal di Hua Hin, Denis Kolinger dan kawan-kawan menjalani latihan dua kali sehari. Sesi pagi biasanya berlangsung di gym untuk meningkatkan kekuatan dan kondisi fisik pemain.
Latihan sore kemudian diisi kombinasi menu fisik dan taktikal. Program tersebut dirancang untuk membangun fondasi kebugaran sebelum tim memasuki tahapan latihan yang lebih spesifik.
Shin Tae-yong menyebut program latihan fisik utama telah menjadi bagian penting dari tahap awal TC. Setelah memasuki fase berikutnya, perhatian tim pelatih akan lebih banyak diarahkan pada penyesuaian kondisi dan latihan bersama sebagai tim.
“Saat pindah ke Bangkok, program latihan fisik dalam training camp ini sudah selesai. Selanjutnya, kami akan berfokus pada penyesuaian kondisi dan latihan tim,” kata Shin Tae-yong dikutip dari laman resmi klub.
Tahap berikutnya juga akan diwarnai pertandingan uji coba. Persija dijadwalkan menghadapi Police Tero pada 19 Agustus 2026, kemudian bertemu Chiangrai United tiga hari berselang, 22 Agustus 2026.
Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Shin untuk melihat sejauh mana perkembangan pemain setelah menjalani latihan intensif. Laga melawan Police Tero dapat digunakan untuk menguji penerapan taktik sekaligus membangun koneksi antarpemain.
Sementara itu, pertandingan menghadapi Chiangrai United dapat menjadi kesempatan evaluasi berikutnya. Tim pelatih akan mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai komposisi pemain dan penerapan skema permainan yang sedang dibangun.
Baca Juga: Prediksi Persib vs Bali United: Pangeran Biru Selangkah Lagi Jadi Juara Dewata Challenge Series 2026
Meski demikian, kesempatan bermain tidak hanya diberikan kepada pemain tertentu. Persija tetap berencana melakukan rotasi agar seluruh pemain mendapatkan menit bermain dan memiliki kesempatan menunjukkan perkembangan selama TC.
Kebijakan tersebut penting bagi Shin untuk menilai kemampuan setiap pemain dalam menjalankan instruksi. Selain kualitas individu, pelatih asal Korea Selatan itu juga perlu melihat kemampuan pemain beradaptasi dengan rekan setim dan sistem permainan yang diterapkan.
Dengan demikian, rangkaian laga di Bangkok memiliki fungsi lebih dari sekadar pertandingan pramusim. Persija membutuhkan setiap kesempatan untuk menemukan kombinasi pemain dan pola permainan yang paling sesuai sebelum kompetisi Super League 2026/2027 dimulai.