JawaPos.com - Persebaya Surabaya tampil perkasa selama pramusim tahun ini. Buktinya, Green Force tidak pernah kalah dalam semua laga pramusim. Total, Persebaya sudah menjalani tujuh laga. Hasilnya, mereka meraih enam kemenangan dan satu hasil imbang. Total, Green Force mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan empat kali.
Hebatnya, Persebaya juga mengakhiri dahaga juara. Mereka meraih gelar Piala Presiden 2026. Dengan statistik meyakinkan itu, Green Force jelas menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan untuk meraih gelar Super League 2026-2027.
Namun, pelatih Persebaya Bernardo Tavares meminta anak asuhnya tidak over-confident.
“Setelah memenangkan Piala Presiden, tidak lantas membuat kami jadi tim besar. Tidak. Kami harus tetap rendah hati. Karena jika kami berpikir kami adalah tim besar, maka kita akan jatuh dan kehilangan fokus,” katanya dalam sesi preskon pada Sabtu (15/8).
Tavares pun ingin anak asuhnya tidak mengingat momen apik selama pramusim.
“Para pemain melakukan pekerjaan yang bagus. Tapi itu sudah berlalu. Sekarang, trofinya sudah masuk ke museum. Kami tidak boleh kehilangan fokus ke depan,” jelasnya.
Karena itu, dia meminta anak asuhnya tetap fokus. Apalagi, Super League adalah kompetisi yang panjang.
“Saat ini, yang penting adalah bagaimana kami mempersiapkan laga pembuka tanggal 5 September nanti. Semua pemain harus siap, karena di situ kami tidak bisa melakukan banyak pergantian pemain seperti pramusim,” beber Tavares.
Di laga perdana, Green Force akan menghadapi Bhayangkara FC. Duel akan dihelat di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung pada 5 September nanti.
Kapten Persebaya Rachmat Irianto memastikan para pemain sudah mendapat banyak pelajaran sebelum turun di Super League.
“Selama pertandingan (pramusim), ada banyak kekurangan, ada pula hal-hal yang bagus. Jadi, ini bisa buat pembelajaran untuk mematangkan persiapan tim di kompetisi. Kami sudah mengambil banyak pelajaran. Termasuk jangan melakukan kesalahan-kesalahan kecil,” beber pemain yang akrab disapa Rian itu.