← Beranda
Persebaya Surabaya Main di 2 Kompetisi Musim Depan, Bernardo Tavares Siapkan Skuad Serbabisa!
Moch. Rizky Pratama PutraSenin, 17 Agustus 2026 | 18.41 WIB
Bernardo Tavares menyiapkan Persebaya Surabaya menghadapi dua kompetisi musim 2026/2027 setelah menutup pramusim dengan kemenangan atas Penang FC. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya akan tampil di dua kompetisi pada musim 2026/2027, yakni Super League dan League Cup Indonesia, sehingga Bernardo Tavares mulai menyiapkan skuad dengan berbagai opsi posisi.

Persiapan itu terlihat dari eksperimen pemain sepanjang pramusim, termasuk saat Green Force menang 1-0 atas Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/8) malam WIB.

Persebaya Surabaya Bersiap Hadapi Dua Kompetisi

Persebaya Surabaya tidak hanya menghadapi persaingan Super League pada musim 2026/2027.

Baca Juga: Pesan Shin Tae-yong di HUT ke-81 RI, Mari Terus Jaga Persatuan!

Green Force juga akan tampil di League Cup Indonesia, turnamen resmi pendamping liga yang dikelola I.League dan mempertemukan klub-klub dari kasta Super League serta Championship atau Liga 2.

Fase grup League Cup Indonesia dijadwalkan mulai pada 3 November 2026.

Regulasi kompetisi juga menetapkan pembatasan pemain asing menjadi tiga pemain per tim, sehingga keberadaan pemain lokal dengan kemampuan bermain di beberapa posisi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Luka Menalo Selebrasi Gesek Biola saat Persib Gasak Sabah FC, Terinspirasi Alberto Gilardino

Kondisi tersebut menjadi alasan Bernardo Tavares terus melakukan eksperimen selama pramusim.

Pelatih asal Portugal itu ingin memiliki lebih banyak alternatif ketika harus menjalani pertandingan dengan jadwal yang lebih padat sepanjang musim 2026/2027.

"Target utama kami tetap mempersiapkan tim. Karena itu, beberapa pemain juga kami coba di posisi yang berbeda," ujar Bernardo Tavares.

“Kami tidak hanya akan bermain di Super League, tetapi juga memiliki kompetisi lain. Kami harus memastikan pemain lokal juga siap di berbagai posisi," sambung dia.

Eksperimen Terlihat Saat Lawan Penang FC

Eksperimen Bernardo Tavares kembali terlihat ketika Persebaya Surabaya menghadapi Penang FC dalam International Friendly Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/8/2026).

Laga tersebut berakhir 1-0 untuk kemenangan Green Force melalui gol spektakuler Walber Mota pada menit ke-79.

Baca Juga: Thom Haye dan Eliano Reijnders Gabung TC Persib di Bali, 7 Pemain Timnas Indonesia Lengkap

Pertandingan melawan Penang FC memberikan ruang cukup besar bagi kedua tim untuk mencoba banyak pemain.

Masing-masing tim mendapatkan kesempatan melakukan hingga 15 pergantian pemain, sehingga Bernardo Tavares bisa memberikan menit bermain kepada lebih banyak penggawa sekaligus menguji mereka dalam situasi berbeda.

"Masih banyak hal yang harus kami perbaiki untuk menjadi tim yang lebih baik," jelas pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Baca Juga: 2 Ribu Single Seat Tiba di Stadion Brawijaya! Persik Kediri Berbenah Jelang Super League 2026/2027

“Pertandingan seperti ini penting karena kami bisa melihat beberapa pemain bermain sejak awal, termasuk di posisi yang berbeda," lanjut dia.

Catatan pramusim Persebaya Surabaya sebenarnya cukup meyakinkan.

Dari tujuh pertandingan yang dijalani, Green Force mengemas enam kemenangan dan satu hasil imbang, tetapi Bernardo Tavares tetap menjadikan hasil tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi menuju kompetisi resmi.

Baca Juga: Jadwal Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026: Alwi Farhan dan Putri KW Main Hari Ini

Bernardo Tavares Soroti Transisi

Kemenangan atas Penang FC tidak membuat Bernardo Tavares menutup mata terhadap persoalan yang masih terlihat dalam permainan Persebaya Surabaya.

Salah satu perhatian utama pelatih asal Portugal itu adalah konsistensi ketika tim memasuki situasi transisi.

"Dalam beberapa momen kami menunjukkan hal-hal yang bagus, tetapi kami harus lebih konsisten. Kami tidak boleh kehilangan fokus, terutama dalam menjaga keseimbangan pertahanan saat transisi," ucap Bernardo Tavares.

Penang FC masih mampu menciptakan sejumlah ancaman yang membuat lini pertahanan Persebaya Surabaya harus bekerja keras.

Baca Juga: Timnas Voli Putra Indonesia Bertanding di Samdech Thipadei Cup

Bernardo Tavares mencatat lawan mendapatkan dua atau tiga peluang yang berpotensi menjadi gol dan situasi seperti itu dinilainya bisa menjadi masalah lebih besar ketika kompetisi resmi berlangsung.

"Lawan masih bisa mendapatkan dua atau tiga peluang yang berpotensi menjadi gol. Kalau itu terjadi di pertandingan Super League, tentu situasinya bisa berbeda. Karena itu, kami harus lebih baik," tutur Bernardo Tavares.

Evaluasi tersebut menjadi penting karena level tekanan dalam kompetisi resmi akan berbeda dengan pertandingan pramusim.

Baca Juga: Janice Tjen Lewati Drama Tiga Set untuk Melaju di Cincinnati Open

Persebaya Surabaya harus mampu menjaga konsentrasi dan keseimbangan permainan ketika menghadapi jadwal yang lebih padat di dua kompetisi.

Tak Bisa Lagi Andalkan 15 Pergantian

Bernardo Tavares juga menyadari banyaknya pergantian pemain saat melawan Penang FC tidak akan menjadi gambaran kondisi pertandingan kompetitif.

Ketika Super League dan League Cup Indonesia berlangsung, Persebaya Surabaya harus mengandalkan pemain yang tersedia untuk menjaga intensitas permainan sepanjang 90 menit.

Baca Juga: Pep Guardiola Pergi, Joleon Lescott Prediksi Manchester City Tak Akan Alami Masa Sulit

"Kami masih harus bekerja keras karena di kompetisi nanti kami tidak akan memiliki kesempatan melakukan pergantian pemain sebanyak seperti di pramusim," tegas Bernardo Tavares.

“Karena itu, kondisi fisik dan fokus selama 90 menit harus terus ditingkatkan," sambung dia.

Situasi tersebut membuat kedalaman skuad menjadi faktor penting bagi Persebaya Surabaya.

Dengan dua kompetisi yang harus dijalani, Bernardo Tavares membutuhkan pemain yang bukan hanya mampu tampil konsisten, tetapi juga siap menjalankan tugas berbeda ketika kebutuhan taktik berubah.

Baca Juga: Karim Adeyemi Impresif, Barcelona Menang 5-2 atas Basel di Pramusim

Pramusim pun menjadi kesempatan terakhir untuk menguji berbagai kombinasi sebelum persaingan sebenarnya dimulai.

Enam kemenangan dan satu hasil imbang dari tujuh pertandingan menjadi modal positif, tetapi pekerjaan Bernardo Tavares belum selesai karena Green Force harus membuktikan kesiapan tersebut ketika kompetisi resmi bergulir.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah