JawaPos.com - Herry Kiswanto mengungkap makna menjadi kapten Timnas Indonesia saat dipercaya menggantikan seniornya, Roni Patinasarani, dengan tanggung jawab besar menghadapi ekspektasi jutaan suporter.
Mantan bek sekaligus kapten legendaris Timnas Indonesia itu kini membagikan pelajaran kepemimpinan, pentingnya integritas, serta harapan untuk generasi muda sepak bola Indonesia di bulan kemerdekaan.
Mengapa Herry Kiswanto Dipercaya Menjadi Kapten Timnas Indonesia?
Penunjukan Herry Kiswanto sebagai kapten Timnas Indonesia tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berawal dari kepercayaan seniornya, Roni Patinasarani, yang saat itu bersiap pensiun.
Baca Juga: Marc Klok Langsung Gaspol Bersama Persib di TC Bali Jelang Musim Baru Super league
Herkis (sapaan akrabnya) mengaku sempat menolak karena merasa masih ada pemain lain yang lebih senior dan pantas mengenakan ban kapten.
“Menjadi kapten bukanlah sebuah keputusan yang diambil tanpa alasan yang kuat. Ada sejarah, cerita, dan alasan di balik setiap penunjukan,” ujar Herry Kiswanto kepada JawaPos.com.
Roni Patinasarani melihat Herkis memiliki sejumlah modal penting untuk memimpin tim, terutama karena posisinya yang sentral di tengah permainan.
Baca Juga: Borneo FC Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Fase Grup AFC Challenge League 2026/2027
Selain kemampuan membaca permainan, Herkis dinilai mempunyai wawasan sepak bola, kemampuan memimpin, serta gaya bermain yang sesuai dengan keinginan pelatih.
“Tentu, menjadi kapten membawa beban tersendiri, terutama dengan besarnya ekspektasi jutaan suporter di Indonesia,” kata Herkis.
Dukungan rekan-rekan pemain dan para senior kemudian membantu dirinya melewati tekanan sekaligus membangun mental sebagai seorang pemimpin.
Apa Kunci Herry Kiswanto Memimpin Timnas Indonesia?
Bagi Herry Kiswanto, kepemimpinan dalam tim sepak bola tidak bisa berjalan tanpa dukungan dan komunikasi yang sehat antarpemain maupun staf.
Menurut dia, kekompakan harus menjadi kebiasaan agar setiap persoalan bisa dibicarakan dan diselesaikan bersama.
“Dalam sebuah tim, seharusnya sudah menjadi hal yang lumrah untuk saling mendukung dan kompak,” ujar Herkis.
Baca Juga: Marselino Fokus Jalani Pemulihan dari Operasi Lutut yang Dibantu PSSI
Dia menilai komunikasi yang terbuka membuat kebutuhan, usulan, hingga kendala di dalam tim dapat didiskusikan dengan baik tanpa mengganggu keharmonisan skuad.
Herkis juga menekankan pentingnya seorang kapten memahami keinginan pelatih, terutama terkait taktik dan game plan yang diterapkan dalam pertandingan.
Kapten tidak cukup hanya menjadi simbol di lapangan, tetapi harus mampu menjembatani pesan pelatih dengan rekan-rekan setim.
Baca Juga: Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Akan Temui John Herdman Segera!
“Sebagai seorang kapten, penting untuk memahami apa yang diinginkan pelatih, termasuk taktik dan ‘game plan’ agar bisa berjalan sesuai,” tutur Herry Kiswanto.
Prinsip itu membuat kepemimpinan tidak berhenti pada ban di lengan, tetapi ikut menentukan bagaimana sebuah tim menghadapi tantangan pertandingan.
Apa Pesan Herry Kiswanto untuk Generasi Muda?
Herry Kiswanto melihat generasi muda sepak bola Indonesia menghadapi tantangan berbeda karena teknologi dan media sosial membuat akses informasi semakin mudah.
Baca Juga: Erick Thohir Buka Suara! PSSI Evaluasi Timnas Indonesia Usai Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026
Kemudahan tersebut menurut dia harus diimbangi kemampuan memilih, mengatur diri, serta mengelola waktu agar pemain tidak kehilangan fokus pada karier.
“Bagi para pemain muda, ini adalah saatnya untuk bisa memilih, memanage diri, dan mengelola waktu dengan bijak agar tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak penting. Fokus adalah kunci,” tegas Herkis.
Dia juga mengingatkan pemain untuk memiliki daya juang, determinasi, disiplin, konsistensi, serta spirit tinggi dan tidak mudah menyerah.
Menurut Herkis, tantangan dalam sepak bola merupakan bagian normal dari perjalanan seorang pemain, baik ringan maupun berat.
Baca Juga: Kongres PSSI Putuskan Pemilihan Ketua Umum Diundur ke Juli 2027
Namun, perjuangan meraih kemenangan tidak boleh membuat pemain menghalalkan segala cara demi hasil akhir.
“Jangan hanya melihat turnamen, tapi dalam perjalanannya, dalam prosesnya, jangan melakukan segala cara demi menang, itu tidak bagus,” kata Herkis.
Pesan tersebut menjadi penegasan pentingnya integritas sebagai bagian dari karakter pemain, bukan sekadar mengejar prestasi.
Baca Juga: Garuda Academy Year II Dimulai, PSSI Siapkan Talenta Manajemen Sepak Bola Lewat Lima Modul Inti
Bagaimana Herry Kiswanto Melihat Masa Depan Sepak Bola Indonesia?
Herry Kiswanto menilai pembinaan sepak bola Indonesia kini mulai bergerak lebih terarah, baik dari sisi kepelatihan maupun organisasi.
Perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya pembinaan usia muda, kejuaraan, dan turnamen yang dapat menjadi ruang bagi pemain untuk berkembang.
“Namun, untuk para pemain muda, harus ada kompetisi yang resmi, berjenjang, dan berkelanjutan, serta tidak boleh ada keributan atau kerusuhan,” ujar Herry Kiswanto.
Baca Juga: Srikandi Merdeka Cup 2026, Ukur Kemampuan dan Pengalaman Timnas Putri Indonesia
Menurut Herkis, kompetisi yang sehat harus berjalan bersama pembinaan karakter agar pemain tidak hanya matang secara teknik dan taktik.
Peran pembina juga dinilai sangat penting dalam menjaga lingkungan sepak bola tetap positif dan jauh dari tindakan emosional.
“Tugas pembina adalah meredam dan memberikan wawasan yang baik, bukan wawasan yang emosional,” kata Herkis.
Dia menilai fair play, sportivitas, dan rasa hormat harus menjadi nilai dasar yang terus ditanamkan sejak usia muda.
Baca Juga: Bintang Muda Timnas Indonesia Mitchell Baker Dinobatkan Jadi Pemain Terbaik BIG EAST 2026
Kompetisi yang konsisten, pengembangan teknik dan taktik, serta wawasan yang tepat akan membantu pemain Indonesia tumbuh menjadi atlet yang lebih matang.
Kini, Herkis Kiswanto menjalani peran sebagai pelatih kepala PSGC Ciamis dan memimpin klub tersebut dalam kompetisi Liga 2 (kini bernama Championship) 2026/2027.
Pengalaman panjang sebagai pemain dan kapten Timnas Indonesia menjadi bekal penting dalam meneruskan nilai kepemimpinan kepada generasi berikutnya.
Baca Juga: Persija Jakarta TC di Thailand, Pemain Timnas Indonesia Berangkat Menyusul
Bagi Herkis, makna kemerdekaan dalam sepak bola juga tercermin dari keberanian pemain untuk berkembang dengan disiplin, integritas, dan daya juang.
Ban kapten boleh hanya berada di lengan, tetapi tanggung jawab seorang pemimpin harus hidup dalam sikap, komunikasi, serta keberanian menjaga nilai-nilai positif sepak bola Indonesia.