← Beranda
Iwan Budianto Minta Maaf atas Tragedi Kanjuruhan, Sempat Terpikir Bubarkan Arema FC
Andre Rizal HanafiJumat, 14 Agustus 2026 | 02.05 WIB
CEO Arema FC, Iwan Budianto. (istimewa)

 

JawaPos.com - CEO Arema FC, Iwan Budianto, akhirnya angkat bicara mengenai Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022. Dalam podcast di kanal YouTube resmi Arema FC, Iwan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan seluruh pihak yang terdampak.

Iwan mengatakan permintaan maaf tersebut disampaikan atas nama pribadi, manajemen Arema FC, serta PSSI. Ia juga menyebut warga Malang Raya dan masyarakat sepak bola Indonesia sebagai pihak yang ikut merasakan dampak dari tragedi tersebut.

“Pertama-tama, dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan permohonan maaf yang paling dalam dari lubuk hati saya,” kata Iwan.

Baca Juga: Jadwal Arema FC di Pekan Pertama Super League 2026/2027! Marcos Santos Ditantang Tim Promosi

Dalam kesempatan itu, Iwan turut menjelaskan posisinya ketika tragedi terjadi. Ia menyebut sudah tidak terlibat dalam manajemen harian Arema FC sejak 2019. Saat kejadian, dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI dan lebih banyak menjalankan tugas organisasi di Jakarta.

Iwan mengaku ikut terlibat dalam komunikasi dengan FIFA dan AFC setelah tragedi terjadi. Menurutnya, saat itu sepak bola Indonesia berada dalam situasi sulit dan berisiko mendapatkan sanksi berat.

Selain proses di federasi, Iwan juga harus menghadapi rangkaian pemeriksaan hukum. Kondisi tersebut membuat masa pascatragedi menjadi periode yang sangat berat baginya.

Baca Juga: Arema FC Promosikan Doni Suherman ke Tim Senior, Ini Peran Pentingnya

Bahkan, Iwan mengakui sempat muncul keinginan untuk membubarkan Arema FC. Tekanan hukum, hujatan, hingga serangan terhadap kantor klub menjadi beberapa hal yang membuatnya berpikir untuk mengambil keputusan tersebut.

Namun, rencana itu akhirnya tidak dilanjutkan setelah dirinya mendapat dukungan dari salah satu perwakilan keluarga korban.

Pesan agar Arema FC tetap bertahan membuat Iwan mengurungkan niat membubarkan klub.

Menurut Iwan, dukungan tersebut menjadi titik balik bagi manajemen Arema FC untuk tetap menjalankan klub sekaligus berusaha memberikan perhatian kepada keluarga korban.

Iwan juga melihat adanya perubahan dalam aspek keamanan sepak bola Indonesia setelah Tragedi Kanjuruhan. Ia menilai standar keselamatan di stadion kini semakin diperhatikan dan mengacu pada ketentuan FIFA serta Polri.

“Mau diakui atau tidak, ada sekian puluh stadion dibangun semenjak kejadian itu yang menyesuaikan standar safety,” ujarnya.

Meski menyadari masih ada pihak yang belum bisa melupakan tragedi tersebut, Iwan menegaskan Arema FC akan terus berbenah dan berusaha memberikan yang terbaik ke depannya.

EDITOR: Edi Yulianto