JawaPos.com — Garudayaksa FC membawa sedikit aroma Persija Jakarta dalam debutnya di Super League 2026/2027 setelah merekrut empat mantan pemain Macan Kemayoran, yakni Al Hamra Hehanussa, Alfriyanto Nico, Ryo Matsumura, dan Paulo Ricardo.
Keempatnya diharapkan memperkuat klub promosi asal Cibinong itu agar mampu bersaing di kasta tertinggi.
Garudayaksa FC memang tidak main-main menyiapkan diri menyambut kompetisi Super League 2026/2027.
Status sebagai klub promosi tidak membuat tim berjuluk Spirit of Garuda tersebut sekadar membidik target bertahan, melainkan membangun skuad dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta lokal.
Nama Al Hamra Hehanussa menjadi tambahan terbaru dalam proyek tersebut.
Bek berusia 27 tahun itu datang setelah sebelumnya memperkuat Persib Bandung dan Persik Kediri, tetapi perjalanan kariernya di sepak bola Indonesia memiliki kaitan kuat dengan Persija Jakarta.
Kehadiran Al Hamra sekaligus mempertebal nuansa Persija Jakarta di skuad Garudayaksa FC.
Sebelumnya, klub promosi tersebut sudah memiliki Alfriyanto Nico, Ryo Matsumura, dan Paulo Ricardo yang lebih dulu menjadi bagian dari tim besutan pelatih asal Serbia, Milos Joksic.
Baca Juga: Ngeri! Luis Enrique Samai Rekor Alex Ferguson dan Trapattoni Usai PSG Juara Piala Super Eropa 2026
Siapa Empat Eks Persija Jakarta di Garudayaksa FC?
Al Hamra Hehanussa merupakan pemain yang tumbuh dari akademi Persija Jakarta dan mendapat kesempatan menembus tim senior pada 2019.
Setelah meninggalkan klub ibu kota, pemain yang berposisi sebagai bek itu melanjutkan karier bersama Persib Bandung dan Persik Kediri sebelum akhirnya berlabuh di Garudayaksa FC.
Garudayaksa FC memperkenalkan Al Hamra melalui akun media sosial resmi klub dengan pesan yang menonjolkan peran barunya di lini pertahanan.
"Berdiri teguh, bertahan tanpa ragu. Lini pertahanan Garudayaksa memiliki pertahanan baru. Selamat datang @hehanussahamra," tulis Garudayaksa FC.
Sementara itu, Alfriyanto Nico memberikan pilihan tambahan di sektor serang Garudayaksa FC.
Pengalamannya bersama Timnas Indonesia membuat Nico menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu menghadirkan kualitas sekaligus pengalaman pada musim debut klub di Super League.
Ryo Matsumura juga bukan nama asing dalam sepak bola Indonesia setelah menjalani perjalanan karier profesional di level kompetisi yang lebih tinggi.
Bersama Paulo Ricardo, pemain tersebut membawa pengalaman berbeda yang bisa menjadi modal penting bagi Garudayaksa FC menghadapi atmosfer kasta tertinggi.
Baca Juga: Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Mengapa Garudayaksa FC Banyak Merekrut Pemain Berpengalaman?
Garudayaksa FC terlihat ingin menghindari jebakan klasik klub promosi yang kesulitan beradaptasi dengan level kompetisi baru.
Pengalaman empat eks Persija Jakarta menjadi salah satu bagian dari strategi membentuk skuad yang memiliki pemahaman terhadap kerasnya persaingan sepak bola Indonesia.
Klub asal Cibinong itu berstatus juara Liga 2 2025/2026 sebelum mendapatkan tiket menuju Super League 2026/2027.
Pencapaian tersebut menjadi modal awal, tetapi tantangan di kasta tertinggi tentu berbeda sehingga komposisi pemain berpengalaman dibutuhkan untuk menjaga konsistensi.
Milos Joksic dipercaya menangani proyek Garudayaksa FC untuk menghadapi musim baru. Pelatih asal Serbia itu kini memiliki skuad yang dihuni sejumlah pemain dengan pengalaman bersama klub besar maupun Timnas Indonesia.
Beberapa nama lain yang memperkuat Garudayaksa FC antara lain Wahyu Prasetyo, Alfharezzi Buffon, Septian David Maulana, dan Daffa Fasya.
Keberadaan pemain-pemain tersebut membuat proyek klub promosi itu semakin menarik karena tidak hanya mengandalkan pemain yang baru merasakan atmosfer kompetisi profesional.
Siapa Saja Pemain yang Menambah Kekuatan Garudayaksa FC?
Selain empat eks Persija Jakarta, Garudayaksa FC juga memiliki sejumlah pemain lokal yang bisa menjadi bagian penting dari skuad musim 2026/2027.
Theo Fillo Numberi, Septian Bagaskara, dan Muhammad Siran termasuk nama yang memperkaya pilihan Milos Joksic dalam menyusun komposisi tim.
Di sektor pemain asing, Garudayaksa FC memiliki Najeeb Yakubu, Ryo Matsumura, Filip Stamenkovic, Paulo Ricardo, dan Dominik Holec.
Kombinasi pemain lokal dan asing tersebut memperlihatkan upaya klub membangun skuad dengan kedalaman yang cukup untuk menjalani kompetisi kasta tertinggi.
Garudayaksa FC juga memiliki sejumlah pemain yang memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia.
Wahyu Prasetyo, Alfharezzi Buffon, Septian David Maulana, Daffa Fasya, dan Alfriyanto Nico menjadi bagian dari kelompok pemain yang membawa pengalaman internasional ke dalam ruang ganti.
Komposisi itu menjadi sinyal kuat jika Garudayaksa FC tidak ingin hanya numpang lewat di Super League 2026/2027.
Klub promosi tersebut memiliki empat eks Persija Jakarta, sejumlah pemain berpengalaman bersama Timnas Indonesia, serta deretan pemain asing yang diharapkan mampu membantu mereka menghadapi persaingan sepanjang musim.
Garudayaksa FC Siap Jadi Kuda Hitam Super League?
Garudayaksa FC berpeluang menjadi salah satu klub yang menarik perhatian pada musim debutnya di Super League 2026/2027.
Kehadiran empat mantan pemain Persija Jakarta memberi klub promosi itu pengalaman yang bisa menjadi pembeda ketika harus menghadapi lawan-lawan dengan tradisi kuat di kasta tertinggi.
Al Hamra Hehanussa, Alfriyanto Nico, Ryo Matsumura, dan Paulo Ricardo kini memiliki tugas baru bersama Spirit of Garuda.
Mereka bukan sekadar membawa pengalaman masa lalu, tetapi juga dituntut membantu Garudayaksa FC menemukan identitas dan daya saing dalam kompetisi baru.
Dengan skuad yang dihuni pemain lokal berpengalaman, sejumlah pemain dengan rekam jejak Timnas Indonesia, serta lima pemain asing, Garudayaksa FC memiliki fondasi untuk menciptakan kejutan.
Jika seluruh elemen tersebut mampu menyatu di bawah arahan Milos Joksic, klub asal Cibinong itu berpotensi menjadi kuda hitam Super League 2026/2027.
Musim debut akan menjadi ujian sebenarnya bagi Garudayaksa FC setelah sukses menjadi juara Liga 2 2025/2026.
Namun, langkah agresif di bursa pemain dan keberadaan empat eks Persija Jakarta menunjukkan satu pesan, klub promosi ini datang dengan ambisi untuk bersaing, bukan sekadar menjadi pelengkap.
Baca Juga: Ulang Tahun ke-19, Lamine Yamal Hanya Undang 100 Orang