← Beranda
Magis Pelatih Eropa di Super League 2026/2027, Persebaya Surabaya Sudah Rasakan Sihirnya!
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 12 Agustus 2026 | 22.15 WIB
Pelatih asal Eropa akan meramaikan persaingan Super League 2026/2027, termasuk Bernardo Tavares bersama Persebaya Surabaya. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Super League 2026/2027 akan diramaikan empat pelatih asal Portugal yang memimpin klub berbeda, termasuk Bernardo Tavares bersama Persebaya Surabaya, saat kompetisi kasta tertinggi Indonesia bergulir pada September mendatang.

Dominasi Portugal menjadi salah satu daya tarik persaingan musim baru karena negara tersebut menyumbang pelatih asing terbanyak dibandingkan Brasil dan Belanda.

Baca Juga: Yuran Fernandes Ungguli Alex Martins! 4 Pencetak Gol Terbanyak Persebaya Surabaya di Piala Presiden

Mengapa Portugal Jadi Negara dengan Pelatih Terbanyak?

Portugal menjadi negara dengan jumlah pelatih terbanyak di Super League 2026/2027 setelah empat juru taktik asal negara tersebut dipercaya menangani klub peserta.

Mereka adalah Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya, Mauro Jeronimo di Borneo FC, Ze Gomes di Madura United, dan Mario Lemos di Persijap Jepara.

Komposisi tersebut memperlihatkan kuatnya pengaruh sepak bola Portugal dalam kompetisi Indonesia menjelang musim baru.

Dari empat pelatih tersebut, tiga sosok sudah memiliki pengalaman menangani klub masing-masing, sedangkan Mauro Jeronimo menjadi wajah baru yang akan menjalani debut di Super League.

Bernardo Tavares kembali dipercaya melanjutkan pekerjaannya bersama Persebaya Surabaya untuk musim 2026/2027 dan sukses meraih trofi pramusim Piala Presiden 2026.

Keputusan tersebut membuat pelatih asal Portugal itu kembali menjadi bagian penting dari proyek Green Force dalam menghadapi persaingan kompetisi yang melibatkan 18 klub.

Sementara itu, Ze Gomes tetap berada di kursi pelatih Madura United dan Mario Lemos mempertahankan posisinya bersama Persijap Jepara.

Pengalaman keduanya menjadi modal tersendiri karena mereka tidak perlu memulai dari nol ketika memasuki musim baru.

Baca Juga: Liburan Juara Piala Presiden Usai! Persebaya Surabaya Langsung Tancap Gas Hadapi Penang FC

Siapa Pelatih Portugal yang Jadi Pendatang Baru?

Mauro Jeronimo menjadi satu-satunya pelatih Portugal yang berstatus pendatang baru di Super League 2026/2027.

Ia dipercaya Borneo FC setelah sebelumnya memiliki pengalaman menangani Benfica U-15 serta sejumlah klub di Vietnam.

Kehadiran Jeronimo membuat persaingan empat pelatih Portugal semakin menarik untuk diikuti. Jika Bernardo Tavares, Ze Gomes, dan Mario Lemos sudah mengenal atmosfer klub masing-masing, Jeronimo justru menghadapi tantangan baru di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Perbedaan pengalaman itu membuat keempat pelatih Portugal membawa cerita masing-masing menuju musim 2026/2027.

Bernardo Tavares akan melanjutkan proyeknya bersama Persebaya Surabaya, sedangkan Jeronimo harus membangun fondasi bersama Borneo FC.

Ze Gomes dan Mario Lemos juga memiliki tugas mempertahankan performa klub masing-masing di tengah persaingan yang semakin ketat.

Dengan begitu, keberadaan empat pelatih Portugal tidak hanya menunjukkan dominasi jumlah, tetapi juga menghadirkan variasi pengalaman dan pendekatan di bangku cadangan.

Baca Juga: Bernardo Tavares Harapkan GBT Selalu Penuh, Bonek Diminta Terus Dukung Persebaya Surabaya

Brasil dan Belanda Siap Menantang Dominasi Portugal

Portugal memang menjadi penyumbang pelatih asing terbanyak dengan empat nama, tetapi Brasil dan Belanda tidak tertinggal jauh.

Kedua negara tersebut masing-masing mengirimkan tiga pelatih untuk menangani klub Super League 2026/2027.

Brasil diwakili Marcos Santos yang menangani Arema FC, Fabio Lefundes bersama Persita Tangerang, serta Osmar Loss di Dewa United.

Sementara itu, Belanda mengandalkan Johnny Jansen di Bali United, Jean-Paul van Gastel bersama PSIM Yogyakarta, dan Pieter Huistra yang kembali menangani PSS Sleman.

Komposisi tersebut menunjukkan semakin beragamnya latar belakang pelatih asing di sepak bola Indonesia.

Portugal dengan empat pelatih, kemudian Brasil dan Belanda dengan masing-masing tiga sosok, menjadi tiga negara yang paling menonjol dari sisi jumlah juru taktik.

Persaingan di Super League 2026/2027 pun tidak hanya akan ditentukan kualitas pemain yang menghuni 18 klub peserta.

Strategi dari para pelatih asing juga berpotensi menjadi pembeda ketika kompetisi mulai bergulir pada September.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Tak Boleh Terlena! Francisco Rivera Terus Berbenah Jelang Super League 2026/2027

Siapa Saja yang Mempertahankan Pelatihnya?

Sejumlah klub memilih mempertahankan pelatih dari musim sebelumnya untuk menyambut Super League 2026/2027.

Arema FC, Bali United, PSIM Yogyakarta, Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, dan Persijap Jepara termasuk klub yang disebut tetap mempertahankan sosok di kursi kepelatihan.

Keputusan mempertahankan pelatih memberi klub kesempatan melanjutkan program yang sudah berjalan tanpa harus melakukan penyesuaian besar dari awal.

Situasi tersebut juga dapat membantu pemain memahami strategi dan karakter permainan yang diinginkan sang pelatih.

Persebaya Surabaya menjadi salah satu klub yang melanjutkan proyek bersama Bernardo Tavares, sedangkan Persijap Jepara tetap mempercayakan tim kepada Mario Lemos.

Madura United juga mempertahankan Ze Gomes sehingga tiga dari empat pelatih Portugal musim ini sudah memiliki kesinambungan bersama klub masing-masing.

Di sisi lain, Bhayangkara FC masih belum memastikan sosok pelatih kepala untuk musim baru.

Kondisi tersebut membuat persiapan 18 klub peserta menuju September semakin menarik untuk dinantikan, terutama dalam melihat bagaimana masing-masing tim menyusun kekuatan dari sisi taktik.

Super League 2026/2027 akhirnya bukan hanya menyajikan pertarungan pemain di atas lapangan, tetapi juga duel strategi dari berbagai negara.

Empat pelatih Portugal menjadi salah satu kelompok paling menarik karena jumlahnya paling banyak dan tiga di antaranya melanjutkan pekerjaan bersama klub yang sudah mereka kenal.

EDITOR: Banu Adikara