← Beranda
Persija Putri Siap Beraksi di IWL 2026/27, Risa Afriyani Berharap Sepak Bola Putri Makin Maju
Andre Rizal HanafiRabu, 12 Agustus 2026 | 17.47 WIB
Konferensi pers Liga Putri Indonesia 2026/2027. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Persija Jakarta memastikan keikutsertaannya di Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27. Kehadiran Persija Putri menjadi bagian dari upaya klub untuk memberikan ruang kompetitif bagi pesepak bola perempuan sekaligus ikut mendorong perkembangan sepak bola putri di Indonesia.

IWL 2026/27 dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Oktober 2026. Kompetisi tersebut akan diikuti enam klub dengan format triple round-robin. Artinya, setiap tim akan bertemu lawan yang sama sebanyak tiga kali dalam fase liga.

Dengan format tersebut, masing-masing klub setidaknya akan menjalani 15 pertandingan. Empat tim terbaik kemudian berhak melaju ke babak semifinal sebelum memperebutkan gelar juara di partai final.

Baca Juga: Prediksi Skor Bali United vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026

Bagi Persija Putri, keikutsertaan dalam IWL 2026/27 menjadi kesempatan penting untuk kembali tampil di kompetisi liga. Selain mengejar prestasi, Persija ingin memberikan pengalaman bertanding yang lebih luas bagi para pemain perempuan.

Antusiasme juga dirasakan langsung oleh pemain Persija Putri, Risa Afriyani Ulfa. Ia menyambut positif kembalinya kompetisi liga putri setelah cukup lama vakum. Risa bahkan menyebut kesempatan tersebut sudah sangat dinantikan oleh para pemain.

“Pastinya saya dari sisi pemain sangat-sangat senang. Mungkin bukan cuma saya, tetapi semua pemain yang ada di Indonesia, terutama pemain-pemain senior. Tujuh tahun itu bukan waktu yang sebentar, jadi pastinya kita semua sangat excited untuk mengikuti liga ini,” ujar Risa.

Baca Juga: Iwan Budianto Hadiahkan Dua Bus Baru untuk Arema FC, Ini Alasannya

Risa sendiri pernah merasakan kompetisi liga putri pada 2019. Karena itu, kehadiran IWL 2026/27 memiliki arti tersendiri bagi perjalanan kariernya.

Ia juga melihat adanya perkembangan positif dalam sepak bola putri Indonesia. Menurut Risa, perhatian terhadap sepak bola perempuan kini semakin besar, termasuk dalam hal penyelenggaraan kompetisi dan keterlibatan berbagai pihak.

Risa berharap kembalinya kompetisi liga tidak hanya menjadi momentum bagi pemain senior. Ia ingin perkembangan sepak bola putri berlangsung secara berjenjang, termasuk melalui pembinaan pemain muda dan kompetisi di level grassroots.

“Harapan saya, sepak bola putri semakin maju, semakin berkembang, menciptakan banyak talenta, dan bukan cuma kompetisi usia dewasa, tetapi dimulai dari grassroots dan kompetisi-kompetisi lainnya juga terus berjalan,” tutur Risa.

Persija Putri pun siap menyambut persaingan IWL 2026/27. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemain untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman, sekaligus membantu membangun masa depan sepak bola putri Indonesia.

EDITOR: Banu Adikara