JawaPos.com - Nama Herlian Laksono tengah menjadi perhatian pencinta sepak bola Indonesia setelah sebuah insiden yang melibatkan dirinya dengan wasit dalam sebuah turnamen antar kampung (tarkam) Andalas Bupati Cup Banjarnegara 2026.
Herlian saat itu memperkuat Perseka Serang dalam pertandingan melawan Carrot FC yang berlangsung di Lapangan Desa Kayuares, Banjarnegara, Minggu (9/8/2026). Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.
Insiden Herlian dengan wasit kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Sikap emosional sang kiper saat pertandingan menuai berbagai komentar dari netizen.
Baca Juga: Kiper Perseka Serang Wasit di Turnamen Andalas Bupati Cup Banjarnegara 2026
Herlian nampak emosi karena menilai wasit tidak adil dalam memimpin pertandingan, ia menilai gol yang dicetak Carrot FC offiside tapi dari video yang beredar di media sosial nampak gol yang dicetak dalam posisi onside.
Netizen menilai reaksi dari Herlian berlebihan, karena ia nampak mau menendang bola ke wasit sebelum melakukan aksi penyerangan ke Wasit.
Sorotan terhadap Herlian semakin besar karena statusnya merupakan pemain profesional yang lumayan lama bermain kompetisi Liga 2.
Kiper asal Desa Krompaan, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, itu lahir pada 8 Juli 1992.
Herlian memiliki perjalanan cukup panjang di sepak bola Indonesia. Ia pernah memperkuat sejumlah klub yang berkompetisi di Liga 2.
Kariernya cukup dikenal bersama Persik Kendal. Herlian membela Laskar Bahurekso sejak masih bermain di Liga 3 hingga turut menjadi bagian dari tim yang berhasil promosi ke Liga 2 pada 2018.
Setelah Persik Kendal kembali terdegradasi ke Liga 3, Herlian melanjutkan kariernya dengan memperkuat sejumlah klub. Ia tercatat pernah membela Cilegon United, Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, hingga Persipa Pati di kompetisi Liga 2.
Pada musim 2023/2024, Herlian sempat bermain untuk Serpong United di Liga 3. Ia kemudian kembali ke Liga 2 bersama Persiraja Banda Aceh pada putaran kedua musim tersebut.
Musim 2024/2025 Herlian tidak memperkuat klub. Setahun berselang, ia memilih pulang kampung dan kembali memperkuat Persik Kendal yang tampil di Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026.
Kontroversi yang melibatkan Herlian ternyata bukan kali pertama terjadi di turnamen tarkam. Pada 2026, ia juga disebut mendapat sanksi larangan bermain selama tiga tahun dalam kompetisi tarkam di wilayah Batang akibat sebuah insiden dalam Ansor Cup 2026.
Selain kejadian tersebut, Herlian juga pernah menjadi sorotan ketika memperkuat Persik Kendal menghadapi Persiraja Banda Aceh di Liga 2.
Pertandingan itu berakhir dengan kekalahan Persik Kendal sekaligus memastikan mereka terdegradasi dari Liga 2.
Usai pertandingan, sejumlah suporter Persik Kendal yang berada di tribun Selatan melancarkan protes kepada para pemain.
Dalam situasi tersebut, Herlian disebut sempat melontarkan ucapan kepada suporter, "kalau tidak mau mendukung jangan mendukung."
Ucapan tersebut kemudian membuat sebagian suporter kecewa karena dianggap kurang menghargai dukungan yang diberikan kepada tim.
Nama Herlian kembali menjadi perbincangan setelah akun Instagram @kilasbalik membagikan unggahan yang menampilkan komentar dari akun wasit @bepratama. Dalam komentar tersebut tertulis, "Behaviormu lo mas kiper."
Komentar itu kemudian mendapat tanggapan dari akun @fajarresturisqianto yang menuliskan kritik terhadap sikap Herlian.
Rangkaian kejadian tersebut membuat sosok Herlian Laksono tidak hanya dikenal karena perjalanan panjangnya sebagai kiper, tetapi juga karena sejumlah kontroversi yang menyertai kariernya di sepak bola, termasuk setelah insiden terbaru di Andalas Bupati Cup Banjarnegara 2026.