← Beranda
Mitchell Baker Minta Maaf ke Pendukung Setelah Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026
Antonius Oskarianto Adur• Selasa, 11 Agustus 2026 | 04.54 WIB
Mitchell Baker (Istimewa)

 

JawaPos.com - Mitchell Baker meminta maaf kepada para pendukung setelah kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Tim asuhan John Herdman tersebut hanya mampu bermain imbang melawan Singapura yang membuat mereka gagal lolos ke semifinal.

Melalui sosial media, Mitchell Baker meminta maaf kepada para pendukung karena tidak mampu meraih prestasi terbaik di Piala AFF 2026. Pemain 19 tahun tersebut memastikan bahwa Timnas Indonesia akan mengambil banyak pelajaran dari kegagalan di Piala AFF 2026.

"Maaf kami tidak dapat mencapai tujuan kami untuk negara kami. Kami akan mengambil ini sebagai pelajaran dan kembali kuat. Indonesia, yang terbaik masih akan datang," tulis Mitchell Baker di Instagram.

Performa Mitchell Baker di Piala AFF 2026 bersama Timnas Indonesia

Mitchell Baker langsung menjadi pusat perhatian bagi para pendukung setelah tampil apik di laga perdana melawan Kamboja. Tidak tanggung-tanggung, ia mencetak hattrick di penampilan pertamanya bersama Timnas Indonesia.

Baca Juga: Momen PSSI Kaget Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026

Pada laga kedua melawan Timor Leste, ketajamannya kembali membuahkan hasil. Baker sukses mencatatkan namanya di papan skor untuk memastikan kemenangan telak 3-0 atas tim lawan.

Di laga krusial melawan Vietnam, ketajaman Baker belum terbukti di lini depan. Melansir Fotmob, pemain berusia 19 tahun tersebut punya tiga peluang yang tidak bisa diubah menjadi gol.

Bahkan, ketajamannya menurun ketika laga penentuan melawan Singapura. Lagi-lagi, Baker tidak mampu memanfaatkan empat peluang yang dimilikinya menjadi gol.

Baca Juga: Thom Haye hingga Marc Klok Buka Suara! 3 Reaksi Pemain Persib Usai Timnas Indonesia Tersisih

Dengan usia yang masih 19 tahun, masa depan cerah lini serang Timnas Indonesia mulai terlihat. Menarik dinantikan performanya bersama Timnas Indonesia di ajang berikutnya.

EDITOR: Edi Yulianto