← Beranda
Eksklusif! Bukan Cuma Pemain, Ini Orang-Orang di Balik Layar Persebaya Juara Piala Presiden 2026
Moch. Rizky Pratama Putra• Sabtu, 8 Agustus 2026 | 22.08 WIB
Tim medis dan staf Persebaya Surabaya menjadi bagian penting di balik keberhasilan Green Force menjuarai Piala Presiden 2026. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya sukses menjuarai Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung lewat drama adu penalti 6-5, usai kedua tim bermain 1-1 selama 120 menit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8/2026) malam. Di balik trofi perdana Persebaya di Piala Presiden itu, ada kerja besar tim medis, pelatih, analis, tim dapur, hingga operasional yang memastikan Green Force tampil maksimal sepanjang turnamen.

Gelar Piala Presiden 2026 menjadi pencapaian penting bagi Persebaya Surabaya.

Selain menjadi trofi perdana di turnamen tersebut, keberhasilan Green Force juga memperlihatkan kerja kolektif yang tidak selalu terlihat ketika pertandingan berlangsung.

Sorotan selama turnamen tentu lebih banyak tertuju kepada pemain, pelatih, maupun pencetak gol.

Namun, ada banyak orang di balik layar yang memastikan pemain tetap bugar, aman, dan siap tampil maksimal sepanjang perjalanan menuju podium juara.

Tim Medis Salah Satu Bagian Penting Persebaya Surabaya

Pratama Wicaksana Wijaya, Chief Medical Officer Persebaya Surabaya, mengungkapkan keberhasilan Persebaya Surabaya tidak bisa dilepaskan dari kontribusi seluruh tim medis.

Menurutnya, gelar Piala Presiden 2026 merupakan hasil kerja bersama banyak divisi yang menjalankan tugas masing-masing secara sistematis.

“Ini kerja semua orang di tim medis,” ujar Dokter yang akrab disebut Tommy itu kepada JawaPos.com, Sabtu (8/8/2026).

“Staf pelatih, analis, staf dapur, operasional tim. Semua terlibat dalam mengawal tim meraih gelar juara,” lanjutnya.

Baca Juga: 3 Pemain Muda Curi Perhatian di Piala Presiden 2026: Ada Jagoan Persebaya, Persib, Persija

Peran tersebut menjadi semakin penting karena Piala Presiden 2026 berlangsung dalam tempo yang padat.

Persebaya Surabaya harus menjaga kondisi pemain agar tetap siap melewati fase grup, semifinal, hingga final yang berlangsung dalam waktu berdekatan.

Dokter Tommy menjelaskan setiap divisi memiliki tugas masing-masing untuk menjaga kesehatan, keselamatan, sekaligus performa pemain.

Koordinasi lintas bagian menjadi salah satu kunci agar kebutuhan pemain bisa dipenuhi secara optimal selama turnamen.

Dari Pemeriksaan Medis hingga Monitoring Beban Pemain

Persiapan Persebaya Surabaya dilakukan sejak awal pramusim, bukan baru ketika pertandingan Piala Presiden 2026 dimulai.

Salah satu tahap awal dilakukan melalui pemeriksaan PCMA di Mayapada untuk mengidentifikasi risiko cedera maupun sakit yang berpotensi mengganggu kesiapan pemain.

Setelah itu, kondisi fisik pemain dipantau melalui pemeriksaan performa menggunakan VALD oleh tim DBL dan Persebaya Academy.

Data tersebut kemudian menjadi bagian dari sistem pemantauan yang membantu staf memahami kondisi pemain secara lebih menyeluruh.

“Mulai dari identifikasi risiko cedera dan sakit yang dilakukan di awal ketika PCMA di Mayapada, pemeriksaan performa fisik dengan VALD oleh tim DBL dan Persebaya Academy, hingga teknis monitoring load atau beban (analisis GPS, kuesioner wellness dan RPE, cek CMJ),” ungkap Dokter Tommy.

Di balik trofi perdana Persebaya di Piala Presiden itu, ada kerja besar tim medis, pelatih, analis, tim dapur, hingga operasional yang memastikan Green Force tampil maksimal sepanjang turnamen. (Antara Foto)
Di balik trofi perdana Persebaya di Piala Presiden itu, ada kerja besar tim medis, pelatih, analis, tim dapur, hingga operasional yang memastikan Green Force tampil maksimal sepanjang turnamen. (Antara Foto)

Baca Juga: Persebaya Surabaya Akhiri Puasa Gelar 6 Tahun, Bonek Bidik Treble Winner Musim Ini

Pemantauan tidak berhenti pada data fisik.

Kondisi pemain juga dipantau melalui sejumlah indikator lain sehingga tim bisa mengambil keputusan berdasarkan perkembangan kebugaran pemain selama menjalani latihan maupun pertandingan.

Recovery Pemain Tak Bisa Dipisahkan dari Kerja Tim Dapur

Kinerja di balik layar juga menyentuh aspek pemulihan setelah pemain menjalani latihan dan pertandingan.

Strategi recovery disiapkan melalui intervensi nutrisi, suplementasi, modalitas pemulihan, serta berbagai kebutuhan lain yang mendukung proses pengembalian kondisi fisik pemain.

Dokter Tommy menyebut seluruh proses tersebut melibatkan banyak bagian.

Tim dapur, staf operasional, departemen medis, staf pelatih, serta tim analis statistik dan performa memiliki kontribusi masing-masing dalam menjaga kesiapan Green Force.

“Dan strategi recovery (intervensi nutrisi, suplementasi, modalitas pemulihan, dan lain-lain) ketika latihan dan kompetisi pramusim,” kata Dokter Tommy.

“Semua divisi mencoba mengerjakan tugasnya dengan optimal. Tim dapur, staf operasional, departemen medis, staf pelatih serta tim analis statistik dan performa,” tambahnya.

Pola kerja tersebut membuat keberhasilan di lapangan tidak hanya bergantung pada 11 pemain yang tampil sejak menit pertama.

Ada sistem panjang yang harus berjalan sebelum, selama, dan setelah pertandingan agar pemain dapat mempertahankan performa di tengah jadwal padat.

Baca Juga: Persebaya Dapat Rp 8 Miliar Juara Piala Presiden 2026, Bernardo Tavares Tak Tahu Uangnya untuk Apa

Selebrasi striker Persebaya, Ramadhan Sananta usai merobek gawang Persib di final Piala Presiden 2026. (Antara)
Selebrasi striker Persebaya, Ramadhan Sananta usai merobek gawang Persib di final Piala Presiden 2026. (Antara)

Piala Presiden 2026 Jadi Ujian Sebelum Super League

Menariknya, Piala Presiden 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan trofi bagi Persebaya Surabaya.

Turnamen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh ofisial untuk menguji sistem kerja yang telah dipersiapkan sepanjang pramusim.

“Sebenarnya pramusim ini tidak hanya persiapan atau uji coba bagi pemain, namun bagi ofisial juga,” jelas Dokter Tommy.

“Semua divisi yang tadi saya sebutkan, semuanya menguji sistem atau upaya untuk mempersiapkan tim secara keahlian masing-masing.”

Menurutnya, rangkaian pramusim memberikan banyak bahan evaluasi bagi seluruh bagian dalam tim.

Tantangan yang muncul selama proses tersebut menjadi bahan untuk memperbaiki sekaligus menyempurnakan sistem kerja setiap divisi.

“Dari proses selama pramusim ini tentu kami mendapatkan banyak evaluasi, mulai dari identifikasi berbagai tantangan hingga penyempurnaan sistem kerja di masing-masing divisi,” ujarnya.

Dengan Piala Presiden 2026 sudah berada di tangan, pekerjaan orang-orang di balik layar Persebaya Surabaya belum selesai.

Sebab, target berikutnya adalah memastikan seluruh sistem tersebut mampu membawa Green Force menghadapi kompetisi Super League 2026/2027 yang dimulai September mendatang.

Persebaya Surabaya akan mengawali kompetisi dengan perjalanan ke Sumatera. Green Force dijadwalkan bertandang ke markas Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Loading...

EDITOR: Hendra