JawaPos.com — Persebaya Surabaya memiliki dua kiper yang menjadi kekuatan penting tim setelah Reza Arya Pratama tampil gemilang mengantarkan Green Force menjuarai Piala Presiden 2026 lewat kemenangan adu penalti 6-5 atas Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026) malam.
Reza menggantikan Ernando Ari dan menggagalkan dua penalti Persib dalam laga yang berakhir 1-1 setelah 120 menit.
Gelar tersebut terasa spesial bagi Reza karena Persebaya Surabaya harus melewati perjuangan panjang dengan kondisi fisik pemain yang terkuras.
Baca Juga: Francisco Rivera Bangga Jadi Bagian Sejarah Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
Penjaga gawang asal Parepare itu menilai keberhasilan mengangkat trofi merupakan buah kerja keras seluruh pemain, terutama setelah mereka tidak memiliki waktu pemulihan yang ideal sebelum pertandingan final.
Reza Arya Jadi Pembeda di Adu Penalti
Reza Arya Pratama menjadi salah satu sosok penentu keberhasilan Persebaya Surabaya meraih trofi Piala Presiden 2026 setelah menggagalkan dua eksekutor Persib Bandung dalam babak adu penalti.
Baca Juga: Duo Portugal Raih Gelar Piala Presiden 2026! Miguel Pereira dan Diogo Ramalho Bangga Bela Persebaya
Ia masuk menggantikan Ernando Ari pada awal babak kedua dan mampu menjaga konsentrasi hingga pertandingan harus ditentukan melalui drama dari titik putih.
Pertandingan final berlangsung ketat sejak menit awal dengan kedua tim saling berusaha mencari celah.
Ramadhan Sananta membawa Persebaya Surabaya unggul pada menit ke-19, tetapi Persib Bandung mampu menyamakan kedudukan hanya empat menit kemudian sehingga skor 1-1 bertahan sampai 120 menit.
Reza mengakui kondisi fisik pemain sudah sangat terkuras ketika laga memasuki fase penentuan.
Minimnya waktu pemulihan membuat Persebaya Surabaya bahkan tidak sempat menjalani latihan sebelum menghadapi Persib Bandung, tetapi situasi tersebut tidak mengurangi semangat para pemain untuk memberikan kemampuan terbaik.
"Kami bahkan tidak sempat menjalani latihan karena waktu pemulihan sangat singkat. Namun seluruh pemain memberikan segalanya di lapangan," ujar Reza.
“Bermain lebih dari 100 menit hingga adu penalti tentu sangat menguras tenaga, tetapi semua perjuangan itu terbayar dengan gelar juara.”
Duet Kiper Persebaya Surabaya Jadi Modal Besar
Penampilan Reza di final turut memperlihatkan kedalaman Persebaya Surabaya di posisi penjaga gawang.
Baca Juga: Raih Gelar Piala Presiden 2026, Francisco Rivera Ingin Terus Berprestasi bersama Persebaya Surabaya
Reza dan Ernando Ari bisa disebut sebagai dua kiper terbaik di Liga Indonesia saat ini, sehingga Green Force memiliki opsi kuat di bawah mistar untuk menghadapi persaingan panjang Super League 2026/2027.
Ernando Ari tetap memiliki peran penting dalam perjalanan Persebaya Surabaya hingga menjadi juara Piala Presiden 2026.
Ketika kesempatan datang kepada Reza di final, kiper berusia 26 tahun tersebut mampu menjawab kepercayaan dengan penampilan menentukan hingga membawa tim meraih trofi untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Gagalkan Dua Penalti Persib, Reza Arya Sebut Gelar Juara Piala Presiden Awal Perjuangan Persebaya
Meski menjadi pahlawan dalam adu penalti, Reza tidak ingin keberhasilan tersebut hanya diarahkan kepada dirinya.
Ia memilih menempatkan pencapaian Persebaya Surabaya sebagai hasil kerja kolektif seluruh pemain dan tim yang berjuang sejak awal turnamen.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga, teman-teman, dan tentu saja Bonek dan Bonita yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan kepada Persebaya," jelasnya.
“Dukungan mereka menjadi motivasi besar bagi kami sepanjang turnamen ini.”
Gelar Piala Presiden 2026 sekaligus menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Reza dan rekan-rekannya sebelum menghadapi kompetisi yang lebih panjang.
Namun, sang kiper menyadari pencapaian di turnamen pramusim tidak cukup untuk menjadi ukuran keberhasilan Persebaya Surabaya sepanjang musim.
Reza Arya Bidik Konsistensi di Super League
Reza Arya Pratama menegaskan Persebaya Surabaya tidak boleh terlena setelah menjadi kampiun Piala Presiden 2026.
Baca Juga: Ada Ramadhan Sananta Hingga Ricky Pratama! 4 Reaksi Pemain Persebaya Usai Juara Piala Presiden 2026
Menurutnya, target berikutnya adalah menjaga konsistensi ketika Super League 2026/2027 resmi bergulir karena persaingan kompetisi akan berlangsung jauh lebih panjang.
"Menurut saya ini baru permulaan. Piala Presiden adalah turnamen pramusim dan yang paling penting adalah bagaimana kami bisa tampil konsisten ketika Super League dimulai," tegasnya.
“Kompetisi masih sangat panjang, jadi kami harus terus bekerja keras dan berkembang.”
Baca Juga: Erick Thohir Siapkan Piala Presiden 2027 untuk Timnas, Persebaya Bisa Jadi Juara Klub Terakhir
Pernyataan tersebut menunjukkan fokus Reza tidak berhenti pada keberhasilan mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti.
Penjaga gawang berusia 26 tahun itu ingin menjadikan pengalaman di Piala Presiden 2026 sebagai modal untuk meningkatkan kesiapan Persebaya Surabaya menghadapi musim baru.
Persebaya Surabaya masih memiliki satu agenda pramusim setelah menutup Piala Presiden 2026 dengan trofi juara.
Green Force dijadwalkan menghadapi Penang FC dalam laga internasional di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (15/8/2026), sekaligus menjadi kesempatan untuk mematangkan persiapan tim.
Pertandingan melawan Penang FC juga dapat menjadi momentum bagi Reza dan Ernando Ari untuk terus menjaga persaingan sehat di posisi penjaga gawang.
Dengan dua kiper yang disebut sebagai yang terbaik di Liga Indonesia saat ini, Persebaya Surabaya memiliki modal penting untuk menghadapi jadwal kompetisi yang lebih panjang dan menuntut konsistensi.
Baca Juga: Persebaya Makin Solid usai Piala Presiden 2026, Bidik Juara Super League
Dukungan Bonek dan Bonita juga diharapkan kembali memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo dalam laga tersebut.
Bagi Reza, energi suporter menjadi salah satu faktor yang membuat perjuangan Persebaya Surabaya terasa semakin kuat setelah mereka berhasil membawa pulang trofi Piala Presiden 2026.
Kini, sorotan mulai beralih dari kesuksesan pramusim menuju tantangan sebenarnya di Super League 2026/2027.
Reza Arya Pratama dan Ernando Ari punya tugas besar menjaga benteng Persebaya Surabaya, sementara gelar Piala Presiden menjadi pijakan awal untuk memburu konsistensi sepanjang musim.