← Beranda
Bernardo Tavares Minta Bonek Penuhi GBT 15 Agustus, Rayakan Juara Persebaya Surabaya Bersama!
Moch. Rizky Pratama Putra• Jumat, 7 Agustus 2026 | 15.37 WIB
Bernardo Tavares mengajak Bonek dan Bonita memenuhi Gelora Bung Tomo pada 15 Agustus setelah Persebaya Surabaya menjuarai Piala Presiden 2026. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Bernardo Tavares meminta Bonek dan Bonita memadati Gelora Bung Tomo (GBT) pada 15 Agustus 2026 untuk merayakan gelar Piala Presiden bersama Persebaya Surabaya.

Ajakan itu disampaikan setelah Green Force mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Bernardo Tavares Ajak Bonek Penuhi Gelora Bung Tomo

Bernardo Tavares menyebut kemenangan di final Piala Presiden 2026 sangat berarti bagi Persebaya Surabaya setelah penantian panjang tanpa trofi besar.

Baca Juga: Reza Arya Bangga Antarkan Persebaya Surabaya Juara, Minta Bonek Hadir 15 Agustus di Gelora Bung Tomo

Pelatih asal Portugal itu pun meminta Bonek dan Bonita hadir langsung di Gelora Bung Tomo pada 15 Agustus untuk memberikan apresiasi kepada para pemain.

“Selamat, bonek-bonita. Saya harap pada 15 Agustus saat pertandingan di GBT (Gelora Bung Tomo), kita akan memiliki pertandingan di sana, dan cara terbaik untuk mengatakan terima kasih kepada para pemain adalah dengan memadati stadion. Ayo, penuhi stadion,” ujar Bernardo Tavares, Kamis (6/8/2026).

Ajakan tersebut disampaikan Bernardo setelah Persebaya Surabaya memastikan trofi Piala Presiden 2026 melalui drama adu penalti.

Baca Juga: Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi momen penting karena Green Force akhirnya membawa pulang trofi besar setelah 22 tahun.

“Kami membawa trofi, Piala Presiden pertama untuk Persebaya. Setelah 22 tahun tanpa trofi besar, sekarang sudah tiba. Hari ini, 6 Agustus, Persebaya memiliki trofi,” kata Bernardo.

Persebaya Surabaya Menang Dramatis atas Persib Bandung

Persebaya Surabaya harus melewati pertandingan panjang sebelum memastikan gelar Piala Presiden 2026.

Final melawan Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta berakhir 1-1 setelah waktu normal dan extra time, sebelum Green Force menang 6-5 melalui adu penalti.

Ramadhan Sananta membawa Persebaya Surabaya unggul lebih dulu pada menit ke-20 setelah memanfaatkan umpan Rachmat Irianto.

Persib Bandung kemudian menyamakan kedudukan lima menit berselang melalui Patricio Matricardi yang menyelesaikan umpan pendek tandukan Uilliam Barros.

Baca Juga: Francisco Rivera Pemain Terbaik Piala Presiden 2026! Kapten Persebaya Surabaya Raih Rp 100 Juta

Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama selesai dan tidak berubah sepanjang 45 menit kedua.

Persebaya Surabaya sempat memiliki peluang emas melalui Yuran Fernandes, tetapi upayanya diselamatkan Adam Alis yang berdiri di garis gawang Persib Bandung.

Memasuki extra time, pertandingan tetap berlangsung ketat dan tidak menghasilkan gol tambahan.

Baca Juga: Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026

Persib Bandung bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah Mariano Peralta menerima kartu merah pada menit ke-112, tetapi Persebaya Surabaya tetap belum mampu mencetak gol penentu.

Reza Arya Jadi Penentu di Adu Penalti

Drama final Piala Presiden 2026 akhirnya ditentukan melalui adu penalti setelah skor 1-1 bertahan sampai extra time.

Kiper Persebaya Surabaya, Reza Arya, menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Green Force mengamankan kemenangan 6-5.

Dari kubu Persib Bandung, Uilliam Barros dan Hamra Hehanusa gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor.

Sementara itu, seluruh enam penendang Persebaya Surabaya yang berhasil mencetak gol adalah Miguel Pereira, Risto Mitrevski, Yann Mabella, Diego Ramalho, Jose Mota, dan Gledson.

Satu-satunya eksekutor Persebaya Surabaya yang gagal adalah Yuran Fernandes.

Namun, kegagalan tersebut tidak menggagalkan perjuangan Green Force setelah Reza Arya mampu membantu timnya mempertahankan keunggulan hingga penendang terakhir.

Bernardo Tavares Soroti Waktu Pemulihan

Bernardo Tavares mengakui final Piala Presiden 2026 tidak berjalan dengan intensitas terlalu tinggi.

Menurutnya, kondisi tersebut wajar karena Persib Bandung dan Persebaya Surabaya sama-sama tidak memiliki waktu pemulihan yang panjang setelah menjalani pertandingan sebelumnya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026! Kalahkan Persib Bandung Lewat Adu Penalti 6-5

“Pertandingan memang tidak memiliki intensitas yang terlalu tinggi, namun itu normal karena kedua tim tidak memiliki banyak waktu untuk pulih,” ujar Bernardo.

“Persib bermain di sore hari, sementara kami bermain di malam hari. Jadi, waktu pemulihan kami lebih sedikit dibandingkan Persib.”

Meski begitu, Bernardo memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap para pemain Persebaya Surabaya sepanjang pertandingan.

Green Force sempat unggul lebih dulu, kebobolan lima menit kemudian, lalu memiliki tiga atau empat peluang tambahan yang tidak berhasil dikonversi menjadi gol.

“Sikap para pemain kami sangat fantastis hari ini. Kami mencetak gol lebih dulu, namun sayangnya kami melakukan kesalahan dan kebobolan,” katanya.

“Kami memiliki tiga atau empat kesempatan lagi, sayangnya tidak mencetak gol, tapi sikap pemain tetap terjaga hingga akhir pertandingan. Ini adalah hal yang perlu kami pertahankan dan teruskan.”

Kemenangan tersebut membuat Persebaya Surabaya mencatat sejarah sebagai juara Piala Presiden untuk pertama kalinya. Kini, Bernardo Tavares ingin pesta juara berlanjut bersama Bonek dan Bonita di Gelora Bung Tomo pada 15 Agustus.

EDITOR: Edi Yulianto