JawaPos.com — Reza Arya Pratama mengaku bangga setelah membantu Persebaya Surabaya meraih gelar juara Piala Presiden 2026 dan berharap Bonek-Bonita hadir di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 15 Agustus.
Kiper asal Parepare itu menyampaikan ajakan tersebut seusai Persebaya Surabaya mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti dalam final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).
Apa pesan Reza Arya Pratama untuk Bonek-Bonita?
Reza Arya Pratama mengajak Bonek-Bonita datang langsung pada 15 Agustus untuk merayakan keberhasilan Persebaya Surabaya sekaligus menyaksikan laga uji coba menghadapi tim asal Malaysia.
Baca Juga: Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Ajakan itu disampaikan setelah kiper 26 tahun tersebut menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan dramatis Persebaya Surabaya atas Persib Bandung di final Piala Presiden 2026.
"Terima kasih. Mungkin dari saya sebagai pemain, alhamdulillah malam ini kita bisa meraih kemenangan. Penantian panjang tim Persebaya akhirnya bisa terwujud,” ujar Reza Arya, Kamis (6/8/2026).
“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman, hari ini sangat bekerja keras karena kita tahu, kita tidak mempunyai banyak waktu untuk istirahat. Kemarin kita tidak sempat menjalani latihan, kita cuma recovery.”
Baca Juga: Francisco Rivera Pemain Terbaik Piala Presiden 2026! Kapten Persebaya Surabaya Raih Rp 100 Juta
Reza menilai perjuangan Persebaya Surabaya menuju gelar juara tidak mudah karena tim harus menjalani pertandingan dengan waktu pemulihan yang terbatas.
Setelah pertandingan berjalan lebih dari 100 menit hingga adu penalti, perjuangan pemain akhirnya berbuah trofi Piala Presiden 2026.
“Tapi tadi pemain sangat fight, lebih dari 100 menit sampai ada adu penalti. Terima kasih juga buat keluarga dan teman-teman dekat saya, dan terutama bonek-bonita yang selalu mendukung Persebaya.”
Mengapa Reza Arya Pratama menjadi penentu?
Reza Arya Pratama masuk pada awal babak kedua menggantikan Ernando Ari dan kemudian dipercaya menjaga gawang Persebaya Surabaya dalam drama adu penalti.
Baca Juga: Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Keputusan Bernardo Tavares memainkan Reza menjadi penting karena pertandingan final akhirnya harus ditentukan melalui titik putih setelah skor 1-1 bertahan hingga extra time.
Dalam adu penalti, Reza Arya Pratama menghadapi delapan penendang Persib Bandung yang terdiri atas Uilliam Barros, Patricio Matricardi, Ramon Tanque, Kakang Rudianto, Julio Cesar, Dedi Kusnandar, dan Hamra Hehanusa.
Uilliam Barros dan Hamra Hehanusa gagal mencetak gol, sedangkan enam penendang lainnya berhasil menjalankan tugas sebelum penentuan berakhir dengan kemenangan Persebaya Surabaya.
Persebaya Surabaya sendiri mengirim tujuh penendang, yakni Miguel Pereira, Risto Mitrevski, Yann Mabella, Diego Ramalho, Yuran Fernandes, Jose Mota, dan Gledson.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026! Kalahkan Persib Bandung Lewat Adu Penalti 6-5
Hanya Yuran Fernandes yang gagal mencetak gol, sedangkan enam eksekutor lainnya sukses sehingga Green Force memastikan kemenangan 6-5 dalam adu penalti.
Bagaimana perjalanan final Piala Presiden 2026?
Final Piala Presiden 2026 berlangsung sengit sejak babak pertama karena Persebaya Surabaya dan Persib Bandung sama-sama mencetak satu gol dalam waktu lima menit.
Ramadhan Sananta membawa Persebaya Surabaya unggul pada menit ke-20 setelah memanfaatkan umpan Rachmat Irianto, tetapi Patricio Matricardi menyamakan skor pada menit ke-25 melalui penyelesaian setelah umpan pendek tandukan Uilliam Barros.
Persib Bandung kemudian meningkatkan tekanan, tetapi duet Yuran Fernandes dan Jose Mota mampu menjaga pertahanan Persebaya Surabaya.
Memasuki babak kedua, kedua tim kembali saling menyerang, termasuk peluang Yuran Fernandes yang nyaris menghasilkan gol tambahan tetapi masih bisa diselamatkan Adam Alis di garis gawang Persib Bandung.
Baca Juga: Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Persebaya Surabaya juga mendapat peluang melalui tendangan bebas Risto Mitrevski pada menit ke-83 setelah Toni Firmansyah dilanggar di depan kotak penalti.
Namun, bola masih melayang di atas gawang Persib Bandung yang dikawal Teja Paku Alam sehingga skor 1-1 bertahan sampai waktu normal dan pertandingan berlanjut ke extra time.
Drama semakin panas pada extra time setelah Persib Bandung harus bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah Mariano Peralta pada menit ke-112.
Baca Juga: Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Ramadhan Sananta Pecah Telur!
Meski unggul jumlah pemain, Persebaya Surabaya tetap gagal mencetak gol tambahan sehingga penentuan gelar juara harus dilakukan melalui adu penalti.
Apa yang membuat gelar ini berarti bagi Reza?
Reza Arya Pratama datang ke Persebaya Surabaya pada musim 2026/27 setelah sebelumnya berkembang bersama PSM Makassar dan menjadi bagian dari skuad juara Liga 1 2022/23.
Kiper kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 18 Mei 2000, tersebut memiliki tinggi 188 sentimeter dan beberapa kali mendapat panggilan Timnas Indonesia senior.
Pengalaman itu membuat Reza Arya Pratama memiliki modal penting saat dipercaya tampil dalam pertandingan final yang penuh tekanan.
Kini, keberhasilannya membantu Persebaya Surabaya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 menjadi bagian penting dari perjalanan awalnya bersama klub asal Surabaya tersebut.
Reza pun tidak ingin perayaan gelar hanya berhenti setelah kemenangan atas Persib Bandung di Gianyar.
Ia berharap Bonek-Bonita datang pada 15 Agustus agar kebersamaan antara tim dan suporter bisa berlanjut dalam agenda uji coba melawan tim Malaysia.
Baca Juga: Ramadhan Sananta Starter! Daftar Susunan Pemain Persebaya vs Persib di Final Piala Presiden
“Jangan lupa tanggal 15 kita ada uji coba melawan tim dari Malaysia, saya harap bonek-bonita bisa hadir pada tanggal 15 tersebut."
Ajakan itu sekaligus menjadi penutup pesan Reza Arya Pratama setelah malam panjang di Gianyar berakhir dengan trofi untuk Persebaya Surabaya.
Bagi sang kiper, gelar Piala Presiden 2026 bukan hanya hasil kerja keras pemain, tetapi juga buah dukungan keluarga, orang-orang terdekat, serta Bonek-Bonita yang terus memberikan energi untuk Green Force.