JawaPos.com — Setelah mencuri perhatian sebagai tim promosi sensasional, Malut United kini resmi berganti nama menjadi Java United FC sekaligus memindahkan markas dari Ternate ke Semarang. Keputusan tersebut memunculkan banyak pertanyaan di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Apa alasan di balik perubahan identitas dan kepindahan klub ini?
Klub yang sebelumnya bermarkas di Ternate, Maluku Utara, kini berpindah ke Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, untuk menyambut era baru di Super League 2026/2027.
Mengapa Malut United Berganti Nama Menjadi Java United FC?
Perubahan nama dan markas Malut United menjadi Java United FC dilakukan sebagai bagian dari strategi manajemen untuk membangun klub yang lebih profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.
Presiden Java United FC Sofyan Lestaluhu mengatakan keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan matang dengan visi menjadikan klub sebagai organisasi sepak bola modern.
"Keputusan perubahan nama dan markas tim telah melalui pertimbangan matang dari manajemen dengan tujuan membangun klub yang semakin profesional dan berkelanjutan," ujar Sofyan dikutip dari Antara, Kamis (6/8/2026).
Perubahan identitas itu sekaligus mengakhiri perjalanan Malut United di Ternate setelah klub berdiri pada 2023.
Meski demikian, Sofyan memastikan Maluku Utara tetap menjadi bagian penting dari sejarah klub yang kini memulai perjalanan baru di Jawa Tengah.
"Maluku Utara akan tetap menjadi bagian dari perjalanan kami. Perubahan ini bukan akhir, melainkan perwujudan yang lebih besar dari visi dan misi klub terhadap pengembangan sepak bola nasional," tegas Sofyan.
Baca Juga: Mariano Peralta Bidik Juara usai Debut Manis, Persib Hadapi Persebaya di Final Piala Presiden 2026
Java United FC Bermarkas di Semarang, Usung Julukan Laskar Kepodang Emas
Java United FC akan menggunakan Stadion Jatidiri, Semarang, sebagai markas setelah meninggalkan Ternate, Maluku Utara.
Manajemen menegaskan perpindahan tersebut tidak ditujukan untuk mengambil identitas maupun posisi klub-klub yang sudah lebih dahulu berkembang di Jawa Tengah.
Sebaliknya, Java United FC ingin menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem sepak bola di Jawa Tengah.
Klub juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas sepak bola, suporter, pelaku industri olahraga, dan masyarakat setempat demi membangun ekosistem sepak bola yang sehat serta kompetitif.
Bersamaan dengan perubahan nama, Java United FC memperkenalkan julukan Laskar Kepodang Emas.
Nama tersebut terinspirasi dari burung kepodang emas yang menjadi salah satu ikon Jawa Tengah dan melambangkan semangat, harapan, serta kekuatan baru.
Filosofi tersebut menggambarkan perjalanan klub yang berakar dari Maluku Utara, kemudian berkembang di Jawa Tengah dengan ambisi menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia.
Manajemen juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Maluku Utara, pemerintah daerah, suporter, sponsor, serta seluruh pihak yang mendukung klub sejak berdiri pada 2023.
Baca Juga: Profil Isen Mulang Kalteng FC: Adhyaksa FC Ganti Nama Jelang Super League, Ini Alasan dan Maknanya
Java United FC Pernah Jadi Tim Promosi Fenomenal
Sebelum berganti nama menjadi Java United FC, Malut United sudah menorehkan catatan impresif sejak berdiri pada 2023.
Klub tersebut langsung promosi ke Liga 1 hanya dalam musim pertamanya setelah menjadi salah satu tim terbaik Liga 2 2023/2024.
Perjalanan impresif berlanjut ketika Malut United menjalani debut di Liga 1.
Tim mampu finis di posisi tiga besar dan mencatat rekor tidak terkalahkan terpanjang pada paruh kedua musim, sehingga menjadi salah satu klub promosi paling sukses dalam sejarah kompetisi.
Kini, pencapaian tersebut menjadi modal Java United FC untuk memulai babak baru pada Super League 2026/2027.
Tantangan berikutnya adalah menjaga tren positif sekaligus membangun identitas baru setelah perpindahan markas dari Maluku Utara ke Jawa Tengah.
Daftar Skuad Java United FC Jelang Super League 2026/2027
Komposisi skuad Java United FC masih mengalami perubahan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 berdasarkan data Transfermarkt.
Berdasarkan update hingga Rabu (5/8/2026), klub belum meresmikan pemain anyar meski sudah melepas 15 pemain pada bursa transfer awal musim.
Sementara itu, tiga pemain asing masih tercatat memiliki kontrak bersama Java United FC hingga 30 Juni 2027. Mereka adalah Gustavo França, Ciro Alves, dan David da Silva yang diprediksi menjadi tulang punggung Laskar Kepodang Emas.
Gustavo França menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Java United FC, yakni Rp 6,52 miliar.
Setelahnya terdapat Lucas Cardoso Rp 5,21 miliar, Alan dan Ciro Alves masing-masing Rp 3,04 miliar, serta Chechu Meneses dan Frets Butuan yang sama-sama memiliki estimasi nilai pasar Rp 2,61 miliar.
Adapun 15 pemain yang dilepas Java United FC terdiri dari Angga Saputro, Igor Inocencio, Safrudin Tahar, Abduh Lestaluhu, Yance Sayuri, Fredyan Wahyu, Riswan Lauhin, Septian David, Manahati Lestusen, Alwi Slamat, Wbeymar Angulo, Tyronne, Yakob Sayuri, Rifal Lastori, dan Ahmad Wadil.
Selain tiga pemain yang masih terikat kontrak, masa depan sejumlah pemain lain belum diketahui.
Nama-nama tersebut meliputi Alan, Muhammad Ridwan, Zahir Fazya, Chechu Meneses, Ariel Kurung, Nilson Junior, Kanavaro Burere, Rangga Bolang, Ali Syafiq, Mardani Majid, Lucas Cardoso, Ridho Syuhada, Tri Setiawan, Riki Togubu, Rizky Pellu, Frets Butuan, Rafly Selang, Vico Duarte, Riyan Ardiansyah, Taufik Rustam, Aprilian Bernadus, Rifael Salmon, dan Safri Berisiko.
Dengan identitas baru sebagai Java United FC, perubahan besar masih berpotensi terjadi dalam komposisi skuad.
Bursa transfer Super League 2026/2027 yang masih berjalan menjadi kesempatan bagi Laskar Kepodang Emas untuk memperkuat tim sebelum kompetisi resmi dimulai.