JawaPos.com - Persipura Jayapura dipastikan tidak akan memainkan pertandingan kandang di tanah Papua pada putaran pertama Championship Indonesia 2026/2027.
Tim berjuluk Mutiara Hitam itu memilih Jawa Timur sebagai markas sementara selama menjalani hukuman yang dijatuhkan sebelum kompetisi bergulir. Hukuman itu buntut kekisruhan di babak play-off promosi ke Super League musim lalu saat menghadapi Adhyaksa FC (kini bernama Isen Mulang FC).
Keputusan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Persipura yang bakal bermarkas di luar Papua saat bermain di Championship.
Alih-alih mendapat dukungan langsung dari ribuan suporter di Stadion Mandala, mereka harus menjalani seluruh laga kandang putaran pertama di luar Papua.
Situasi ini menjadi ujian besar bagi tim asuhan Persipura. Bermain jauh dari basis pendukung tentu membuat atmosfer pertandingan berbeda dibandingkan ketika tampil di Jayapura.
Kehilangan keuntungan sebagai tuan rumah menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi sejak awal musim.
Sanksi yang membuat Persipura harus bermain tanpa penonton selama satu putaran menjadi alasan utama dipindahkannya markas sementara ke Jawa Timur.
Meski berstatus sebagai tuan rumah, laga-laga Persipura tetap akan berlangsung tanpa kehadiran penonton sesuai hukuman yang berlaku.
Tidak hanya itu, persoalan yang dihadapi Persipura juga belum sepenuhnya selesai. Berdasarkan informasi yang disampaikan Owen Raha, klub asal Papua tersebut masih berpotensi menerima tambahan hukuman berupa pengurangan satu poin pada klasemen Championship musim ini.
Jika sanksi pengurangan poin benar-benar diberlakukan, maka Persipura harus memulai persaingan dengan beban lebih berat.
Kehilangan satu poin sejak awal kompetisi tentu dapat memengaruhi posisi tim dalam perebutan papan atas maupun persaingan menuju promosi.
Meski demikian, Persipura tetap memiliki target untuk tampil kompetitif sepanjang musim. Manajemen dan tim pelatih diharapkan mampu menjaga konsistensi permainan agar hukuman yang diterima tidak berdampak besar terhadap performa di lapangan.
Baca Juga: Persipura Bergerak Cepat Penuhi Regulasi U-21, 130 Pemain Muda Ikuti Seleksi di Stadion Mandala
Pemilihan Jawa Timur sebagai markas sementara juga memberikan tantangan dari sisi adaptasi.
Para pemain harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, jadwal perjalanan, hingga kondisi lapangan yang berbeda dari markas mereka di Papua.
Championship Indonesia musim 2026/2027 sendiri diprediksi berlangsung ketat dengan banyak klub yang membangun kekuatan baru demi memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Persipura sebagai salah satu klub dengan sejarah panjang tentu tetap menjadi perhatian, meski mengawali musim dalam kondisi yang tidak ideal.
Kini, fokus Mutiara Hitam adalah melewati putaran pertama sebaik mungkin. Apabila mampu menjaga performa dan meminimalkan kehilangan poin, peluang Persipura untuk tetap bersaing di papan atas Championship masih terbuka lebar meski harus menjalani musim dengan berbagai konsekuensi dari sanksi yang diterima.