← Beranda
The Jakmania Sejati, Ibu Warsih Terus Dukung Persija Jakarta walau Berusia 63 Tahun
Andre Rizal HanafiKamis, 6 Agustus 2026 | 18.16 WIB
Kisah inspiratif ibu Warsih sebagai Jakmania di usia 63 tahun. (istimewa)

 

JawaPos.com - Di tengah ramainya dukungan suporter sepak bola Indonesia, ada satu kisah yang berhasil mencuri perhatian.

Bukan karena aksi di tribune atau koreografi megah, melainkan semangat seorang pendukung perempuan berusia 63 tahun yang tak pernah surut untuk mendukung Persija Jakarta.

Cerita tersebut dibagikan melalui akun Facebook Infokom Jakmania. Sosok yang dimaksud adalah Ibu Warsih, anggota aktif wilayah resmi The Jakmania Angke.

jBaca Juga: Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung Jadi Momentum Shin Tae-yong Ambil Hati Jakmania

Meski usianya sudah tidak lagi muda, semangatnya mengikuti perjalanan Persija tetap menyala, baik saat laga kandang maupun tandang.

Perjalanan menuju Surabaya menjadi bukti terbaru kecintaannya terhadap Macan Kemayoran.

Jarak ratusan kilometer yang memisahkan Jakarta dan Surabaya tidak menjadi alasan baginya untuk tetap hadir memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangan.

Yang membuat kisah ini semakin menarik, Ibu Warsih tidak berangkat sendirian. Ia ditemani salah satu cucunya, Bilqis, yang kini berusia 14 tahun. Bilqis ternyata memiliki mimpi menjadi pesepak bola wanita di masa depan, sehingga perjalanan mendukung Persija sekaligus menjadi pengalaman berharga baginya.

Baca Juga: The Jakmania Kritik Piala Presiden 2026, OC Dinilai Tak Siapkan Rencana Darurat

Surabaya menjadi kota kedua yang didatangi Bilqis dalam tur bersama sang nenek. Sebelumnya, ia juga pernah menemani Ibu Warsih saat mengikuti perjalanan Persija ke Lampung.

Dalam unggahan tersebut, Ibu Warsih mengungkapkan alasan sederhana yang membuatnya terus hadir di setiap kesempatan. "Selagi Ibu ada waktu dan kesempatan, ibu pasti hadir," ujarnya.

Kalimat singkat itu menggambarkan besarnya rasa cinta yang ia miliki kepada Persija. Selama masih memiliki tenaga dan kesempatan, ia selalu berusaha berada di tribune untuk memberikan dukungan secara langsung.

Menurut Infokom Jakmania, Ibu Warsih bukan sosok baru dalam setiap agenda perjalanan suporter. Ia telah berkali-kali mengikuti tur bersama Pengurus Pusat The Jakmania. Bahkan ketika Persija bermain di kandang, kehadirannya hampir selalu terlihat di antara ribuan pendukung lainnya.

Kisah Ibu Warsih pun mendapat banyak apresiasi dari sesama suporter. Di tengah anggapan bahwa mendukung klub identik dengan anak muda, ia membuktikan bahwa kecintaan terhadap sebuah tim tidak mengenal batas usia.

Semangatnya juga menjadi inspirasi bagi generasi muda The Jakmania. Bukan hanya soal datang ke stadion, tetapi tentang menjaga loyalitas, sportivitas, dan terus memberikan dukungan dengan cara yang positif.

Baca Juga: Harmoni Bonek dan The Jakmania Warnai Laga Persija di Surabaya, Bung Ferry Bagikan Pengalaman Berkesan

Dengan sembilan cucu yang dimilikinya, Ibu Warsih tetap memilih meluangkan waktu untuk menemani Persija di berbagai pertandingan.

Usia boleh bertambah, tetapi semangatnya berdiri, bernyanyi, dan memberi dukungan untuk Macan Kemayoran seolah tak pernah pudar.

Kisah Ibu Warsih menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar pertandingan. Bagi sebagian orang, sepak bola adalah tentang kebersamaan, keluarga, dan cinta yang terus hidup, bahkan hingga usia senja.

EDITOR: Edi Yulianto