JawaPos.com - Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengaku cukup puas dengan perkembangan yang ditunjukkan anak asuhnya selama menjalani rangkaian pertandingan pramusim.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, Green Force mulai memahami pola permainan yang diinginkan sebagai bekal menghadapi kompetisi super league musim 2026/2027.
Salah satu aspek yang mendapat perhatian positif dari Bernardo Tavares adalah kemampuan tim mencetak gol dari berbagai situasi.
Baca Juga: Resmi Berseragam Trabzonspor, Mohamed Salah Disambut Meriah Ribuan Fans saat Tiba di Turki
Persebaya tidak hanya berbahaya melalui skema bola mati atau set piece, tetapi juga mampu membangun serangan terbuka (open play) hingga menghasilkan peluang dan gol.
Baginya, variasi dalam mencetak gol menjadi modal penting untuk menghadapi panjangnya kompetisi. Sebab, setiap pertandingan akan menghadirkan tantangan dan karakter lawan yang berbeda sehingga tim harus memiliki banyak cara untuk membongkar pertahanan lawan.
"Apa yang saya lihat adalah para pemain memahami cara yang harus kami mainkan. Kami tidak bisa hanya menjadi tim yang bermain sangat mengandalkan set piece," ujar Bernardo Tavares.
Baca Juga: Kondisi Dion Markx dan Berguinho Jelang Final Piala Presiden Persib Bandung vs Persebaya Surabaya
Menurutnya, sebuah tim tidak boleh bergantung pada satu pola permainan saja. Fleksibilitas dalam menyerang akan membuat Persebaya lebih sulit dibaca lawan sepanjang musim nanti.
Selain organisasi serangan, Bernardo juga memberikan perhatian besar terhadap transisi permainan. Ia menilai perpindahan dari bertahan ke menyerang maupun sebaliknya menjadi salah satu faktor penting yang menentukan hasil pertandingan.
"Kami harus kuat di semua momen pertandingan, pada set piece serangan, pertahanan, pada organisasi serangan, organisasi pertahanan, pada transisi menyerang, dan transisi bertahan," kata Bernardo Tavares.
Bernardo menjelaskan, tim yang mampu menjaga keseimbangan di setiap fase permainan akan memiliki peluang lebih besar untuk meraih hasil positif. Karena itu, setiap sesi latihan maupun pertandingan pramusim dimanfaatkan untuk memperbaiki detail-detail kecil yang masih perlu ditingkatkan.
Turnamen pramusim juga dianggap sebagai kesempatan terbaik untuk mengukur sejauh mana perkembangan para pemain setelah menjalani program latihan.
Dari sana, tim pelatih bisa melihat apa yang sudah berjalan sesuai rencana dan bagian mana yang masih membutuhkan pembenahan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Baca Juga: Semen Padang FC Jalani TC di Yogyakarta, Uji Coba 5 Laga Hadapi Borneo FC hingga Kendal Tornado FC
"Kami perlu menganalisa hal-hal baik untuk mencoba melakukannya lagi di pertandingan berikutnya dan juga hal-hal yang tidak begitu baik," tutur pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Bernardo menegaskan proses membangun tim tidak bisa dilakukan secara instan. Dia ingin Persebaya terus berkembang sedikit demi sedikit hingga mencapai performa terbaik saat kompetisi bergulir.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, evaluasi akan terus dilakukan agar Green Force tampil lebih konsisten dan siap bersaing sepanjang musim 2026/2027.
Baca Juga: Igor Tolic Paham Gaya Main Lawan! Persib Siap Ladeni Persebaya di Final Piala Presiden