← Beranda
Rachmat Irianto Ungkap Kunci Persebaya Singkirkan Arema FC, Kini Fokus Pulihkan Fisik Jelang Final
Andre Rizal HanafiRabu, 5 Agustus 2026 | 23.48 WIB
Pemain Persebaya Rachmat Irianto. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya memastikan langkah ke final Piala Presiden 2026. Green Foerce mengalahkan Arema FC 1-0 pada laga semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8) malam WIB. 

Kemenangan itu membawa Persebaya Surabaya selangkah lebih dekat untuk meraih gelar juara, meski harus melalui pertandingan yang menguras tenaga.

Bek Persebaya Rachmat Irianto mengakui, kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Duel bertajuk Derby Jawa Timur berlangsung sangat ketat dan menguji mental seluruh pemain hingga menit-menit terakhir.

Baca Juga: Marcos Santos Minta Maaf usai Arema FC Kalah dari Persebaya, Fokus Rebut Juara Ketiga Piala Presiden

Gol semata wayang Persebaya dicetak Yuran Fernandes lewat sundulan pada masa injury time babak pertama. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sengit sejak awal.

Meski Arema FC bermain dengan sepuluh pemain setelah mendapat kartu merah pada menit ke-66, Persebaya tetap mendapat tekanan sepanjang babak kedua. Rian menilai kondisi fisik tim yang mulai menurun akibat padatnya jadwal pertandingan membuat laga terasa semakin berat.

"Pertandingan ini benar-benar tidak mudah. Kondisi fisik kami cukup terkuras sehingga ada beberapa kesalahan kecil yang sebenarnya bisa dihindari. Namun yang terpenting, seluruh pemain tetap mampu menjaga fokus, saling membantu, dan berjuang bersama hingga pertandingan berakhir," ujar Rachmat Irianto.

Baca Juga: Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!

Pemain berusia 26 tahun itu menjelaskan bahwa jadwal Piala Presiden 2026 yang padat menjadi tantangan besar bagi seluruh skuad Persebaya. Waktu pemulihan yang singkat ditambah perjalanan antarkota membuat pemain harus bekerja ekstra menjaga kebugaran.

"Memang benar kami sangat kelelahan. Jadwal pertandingan yang padat, ditambah waktu pemulihan yang singkat dan perjalanan antarkota, membuat kondisi fisik pemain cukup terkuras. Setelah bermain malam, kami langsung menjalani recovery keesokan paginya sebelum kembali melakukan perjalanan. Situasi itu tentu tidak mudah bagi kami," kata Rachmat Irianto.

Meski demikian, Rian memberikan apresiasi kepada seluruh rekan setim yang tetap menunjukkan semangat juang tinggi hingga peluit panjang dibunyikan. Menurut dia, kemenangan atas Arema FC merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan, dan komitmen semua pemain.

"Saya bangga dengan perjuangan semua pemain. Dalam situasi yang tidak mudah, kami tetap menunjukkan karakter, saling mendukung satu sama lain, dan mampu menyelesaikan pertandingan dengan hasil yang kami inginkan. Kemenangan ini adalah buah dari kerja keras seluruh tim," tegas dia.

Kini Persebaya langsung mengalihkan fokus pada pemulihan kondisi fisik. Green Force hanya memiliki waktu satu hari untuk menjalani recovery sebelum kembali bertanding menghadapi Persib Bandung pada laga final Piala Presiden 2026, Kamis (6/8).

Laga puncak diprediksi berlangsung sengit. Persib datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Persija Jakarta di semifinal, sementara Persebaya membawa modal semangat usai melewati duel berat melawan rival abadinya.

Baca Juga: 6 Wonderkid La Masia Berpotensi Bersinar di Barcelona, Salah Satunya Anak Patrick Kluivert

Kondisi kebugaran pemain diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penentu dalam perebutan trofi Piala Presiden 2026.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah