← Beranda
Lolos ke Final Piala Presiden 2026, Tavares Soroti Perjuangan Berat Persebaya
Andre Rizal HanafiRabu, 5 Agustus 2026 | 22.38 WIB
Bernardo Tavares ungkap perjuangan berat yang harus dihadapi Persebaya untuk menembus final Piala Presiden 2026. (Persebaya)

 

 

JawaPos.com - Persebaya Surabaya memastikan langkah ke partai final Piala Presiden 2026 setelah menundukkan rivalnya, Arema FC, dengan skor tipis 1-0 pada laga semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) malam WIB.

Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan Green Force yang tetap mampu tampil solid meski para pemain belum berada dalam kondisi fisik terbaik.

Gol semata wayang Persebaya dicetak bek sekaligus kapten tim, Yuran Fernandes, melalui sundulan pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+5. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh tensi tinggi.

Sejak peluit awal dibunyikan, duel bertajuk Derby Jawa Timur berjalan keras. Kedua tim saling menekan dan tidak ragu terlibat duel fisik.

Wasit mengeluarkan delapan kartu kuning, masing-masing empat untuk Persebaya dan Arema FC. Sepanjang laga juga tercatat 16 pelanggaran, dengan Arema melakukan 10 pelanggaran dan Persebaya enam kali.

Keunggulan Persebaya semakin terjaga setelah Arema FC harus bermain dengan sepuluh pemain pada babak kedua akibat kartu merah yang diterima salah satu pemainnya usai melanggar Miguel Pereira.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengaku sangat puas dengan perjuangan anak asuhnya. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, kemenangan diraih berkat semangat juang para pemain yang tetap bekerja keras meski menghadapi kelelahan akibat jadwal pertandingan yang padat.

"Ini pertandingan yang sangat sulit. Intensitasnya tinggi dan dipenuhi banyak duel serta emosi. Para pemain datang ke laga ini dalam kondisi kelelahan, tetapi malam ini mereka menunjukkan karakter sebagai pejuang. Saya bangga dengan sikap dan kerja keras yang mereka tampilkan di lapangan," ujar Tavares usai pertandingan.

Ia menilai timnya mampu bermain disiplin sepanjang pertandingan. Selain berhasil mempertahankan keunggulan, Persebaya juga sempat menciptakan sejumlah peluang yang berpotensi menambah skor meski belum mampu dimaksimalkan.

Tavares kembali menyoroti waktu pemulihan yang sangat singkat selama turnamen berlangsung. Menurutnya, situasi tersebut membuat para pemain harus menguras tenaga lebih besar untuk tetap tampil kompetitif.

"Kami bermain pada 1 Agustus malam, kemudian harus menjalani pemulihan, terbang ke Bali, dan kembali bermain. Dalam kondisi seperti itu tentu tidak mudah menjaga performa tetap maksimal," katanya.

Meski demikian, pelatih berusia 46 tahun itu justru semakin mengapresiasi dedikasi skuad Green Force. Baginya, keberhasilan lolos ke final merupakan hasil dari kerja keras seluruh pemain yang mampu mengatasi keterbatasan kondisi fisik.

Kemenangan atas Arema FC membawa Persebaya kembali menembus final Piala Presiden untuk kedua kalinya sejak mengikuti turnamen tersebut pada 2019.

Pada laga puncak nanti, Green Force akan menghadapi Persib Bandung yang lebih dulu memastikan tiket final usai mengalahkan Persija Jakarta.

Baca Juga: Persebaya dan Persib Sama Ciamiknya Bikin Gol dari Open Play-Set Piece, Final Piala Presiden Sengit!

Pertemuan dua tim besar ini diprediksi berlangsung sengit karena sama-sama tampil konsisten sejak fase grup dan berambisi menutup turnamen pramusim dengan gelar juara. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan