JawaPos.com - Persebaya memastikan tiket ke final Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Arema FC. Di balik kemenangan itu, Bernardo Tavares melihat perkembangan penting yang bisa menjadi modal menghadapi Persib Bandung.
Persebaya Surabaya datang ke final Piala Presiden 2026 dengan modal lebih dari sekadar kemenangan atas Arema FC. Pelatih Bernardo Tavares melihat Green Force mulai mampu menciptakan ancaman dari berbagai situasi permainan, bukan hanya mengandalkan bola mati.
Perkembangan itu menjadi sinyal positif menjelang duel melawan Persib Bandung pada partai puncak yang dijadwalkan berlangsung Kamis (6/8). Variasi serangan dinilai menjadi salah satu bekal penting Persebaya menghadapi lawan yang berbeda karakter.
Persebaya memastikan lolos ke final setelah mengalahkan Arema FC 1-0 pada semifinal yang digelar Selasa (4/8) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Gol tunggal kemenangan Green Force dicetak bek asal Cape Verde, Yuran Fernandes.
Gol tersebut bukan kali pertama Yuran menjadi penentu kemenangan Persebaya di Piala Presiden 2026. Saat menghadapi PSMS Medan pada 29 Juli lalu, dia juga mencetak satu-satunya gol yang membawa Green Force menang 1-0.
Dikutip dari situs resmi Liga Indonesia, Bernardo Tavares mengatakan dirinya terus memantau perkembangan tim selama pramusim menuju Super League 2026–2027. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, para pemain mulai memahami pola permainan yang diinginkan.
"Dari apa yang saya lihat adalah para pemain memahami cara yang harus kami mainkan. Kami tidak bisa hanya menjadi tim yang bermain sangat mengandalkan set piece," kata Tavares.
Empat pertandingan di Piala Presiden 2026 menghasilkan lima gol bagi Persebaya. Jika dirinci, distribusi gol dari open play dan set piece cukup berimbang.
Tiga gol lahir melalui open play, yakni dari gol bunuh diri pemain Persija Radovan Pankov, kemudian gol Alex Martins, serta Miguel Pereira. Sementara dua gol lainnya berasal dari situasi set piece dan seluruhnya dicetak Yuran Fernandes.
Baca Juga: Jadwal Persib vs Persebaya Final Piala Presiden 2026: Prediksi, H2H, Susunan Pemain, Live Streaming
Menariknya, kedua gol Yuran tercipta dengan pola yang hampir identik. Bek berpostur jangkung itu mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok, dan keduanya terjadi pada masa injury time babak pertama.
Saat menghadapi PSMS Medan, Yuran menanduk bola hasil sepak pojok yang dilepaskan Diogo Ramalho. Sementara ketika melawan Arema FC, dia kembali mencetak gol lewat sundulan setelah menerima umpan sepak pojok dari Francisco Rivera.
"Kami harus kuat di semua momen pertandingan. Pada set piece serangan, pertahanan, pada organisasi serangan, organisasi pertahanan, pada transisi menyerang, dan transisi bertahan," ujar Tavares.
Variasi cara mencetak gol itu menjadi salah satu perkembangan yang kini dimiliki Persebaya. Modal tersebut akan kembali diuji saat Green Force menghadapi Persib Bandung pada laga final Piala Presiden 2026.
Baca Juga: Pemain Persebaya Surabaya Bukan Mesin! Bernardo Tavares Ungkap Beratnya Hadapi Arema FC