← Beranda
Rachmat Irianto Bongkar Kondisi Ruang Ganti! Persebaya Surabaya Siap Manfaatkan Celah Persib Bandung
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 5 Agustus 2026 | 17.29 WIB
Pemain Persebaya Rachmat Irianto (kanan) berebut bola dengan Pemain Port FC Issam Abdallah dalam pertandingan Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8). Irianto bongkar kondisi Persebaya Surabaya yang kelelahan jelang final Piala Presiden. Mereka siap manfaatkan celah Persib Bandung dengan jeli. (Riana Setiawan/ Jawa Pos)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya memastikan tiket final Piala Presiden 2026 setelah menang 1-0 atas Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026) malam.

Rachmat Irianto mengungkap kondisi tim yang kelelahan akibat jadwal padat, tetapi Persebaya Surabaya siap memanfaatkan celah Persib Bandung di partai puncak.

Persebaya Surabaya Lolos Final dengan Perjuangan Keras

Persebaya Surabaya mengamankan kemenangan 1-0 atas Arema FC melalui gol sundulan Yuran Fernandes pada penghujung babak pertama.

Hasil tersebut cukup untuk membawa Green Force melaju ke final Piala Presiden 2026 dan membuka peluang mengangkat trofi juara.

Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares melakukan dua pergantian pemain untuk menjaga intensitas permainan.

Reza Arya dan Ricky Pratama masuk menggantikan Ernando Ari serta Rachmat Irianto ketika Arema FC mulai meningkatkan tekanan.

Arema FC kemudian mengambil inisiatif serangan untuk mencari gol penyeimbang. Namun, lini belakang Persebaya Surabaya mampu menjaga organisasi permainan meski harus menghadapi tekanan secara beruntun.

Yuran Fernandes menjadi salah satu pemain penting dalam situasi tersebut. Pada menit ke-48, bek asal Tanjung Verde itu melakukan sapuan di depan gawang untuk menggagalkan peluang berbahaya Arema FC.

Tiga menit berselang, Yann Mabella juga melakukan intersep penting ketika Arema FC mencoba membangun serangan.

Baca Juga: Reza Arya Ungkap Hubungannya dengan Ernando Ari: Duo Kiper Persebaya Sering Makan dan Ngopi Bareng

Persebaya Surabaya tidak hanya mengandalkan pertahanan karena Miguel Pereira dan Jefferson Silva sempat mengancam lewat tembakan dari luar kotak penalti.

Rachmat Irianto Bongkar Kondisi Tim Persebaya Surabaya

Rachmat Irianto mengakui kondisi fisik pemain Persebaya Surabaya terkuras setelah harus menjalani jadwal pertandingan yang padat.

Jarak waktu pertandingan semifinal dengan laga final membuat recovery menjadi tantangan besar bagi tim.

"Ya, sangat benar kami sangat kelelahan, dan karena jadwal yang sangat pendek dan sangat padat tersebut, dan travel kita main malam setelah itu besok paginya kita melakukan recovery, setelah itu berangkat lagi itu kan melelahkan," ujar Rachmat Irianto, Selasa (4/8/2026).

Situasi tersebut membuat Persebaya Surabaya harus memaksimalkan waktu yang tersedia untuk memulihkan kondisi pemain.

Apalagi, pertandingan semifinal kontra Arema FC berlangsung hingga enam menit tambahan waktu dengan tensi tinggi.

Bernardo Tavares pun harus menjaga keseimbangan antara pemulihan fisik dan persiapan taktik.

Pergantian pemain pada awal babak kedua menjadi salah satu cara untuk mempertahankan energi tim ketika Arema FC mulai meningkatkan intensitas serangan.

Baca Juga: Persib Bandung Bisa Punya 3 Tim! Psywar Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares Jelang Final

Persib Bandung Diakui Punya Chemistry Kuat

Tantangan berikutnya bagi Persebaya Surabaya adalah Persib Bandung yang sudah menunggu di final Piala Presiden 2026.

Rachmat Irianto menyadari lawan memiliki kualitas sekaligus chemistry yang membuat pertandingan puncak bakal berjalan sulit.

"Memang Persib Bandung tim favorit tiga tahun ke belakang, mereka punya chemistry yang bagus, pemain yang bagus," kata Rachmat Irianto.

Persib Bandung datang sebagai lawan yang harus diwaspadai karena memiliki kombinasi pemain berkualitas dan kekompakan permainan.

Kondisi tersebut membuat Persebaya Surabaya tidak bisa hanya mengandalkan hasil positif dari semifinal saat mempersiapkan diri menghadapi laga final.

Namun, Rachmat Irianto melihat peluang tetap terbuka bagi Persebaya Surabaya.

Menurutnya, Green Force harus jeli membaca situasi dan memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun yang muncul sepanjang pertandingan.

"Jadi kita harus bisa memanfaatkan celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh Persebaya ya," tegas Rachmat Irianto.

Baca Juga: Pemain Persebaya Surabaya Bukan Mesin! Bernardo Tavares Ungkap Beratnya Hadapi Arema FC

Persebaya Surabaya Harus Cerdas Memanfaatkan Celah

Kemenangan 1-0 atas Arema FC memberikan gambaran tentang karakter Persebaya Surabaya ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

Green Force mampu mempertahankan keunggulan meski mendapat tekanan besar setelah unggul pada babak pertama.

Situasi pertandingan juga berubah setelah pemain belakang Arema FC menerima kartu merah langsung pada menit ke-66 akibat pelanggaran keras terhadap Miguel Pereira.

Keunggulan jumlah pemain membuat Persebaya Surabaya lebih leluasa mengatur ritme, meski Arema FC tetap berusaha mengejar gol hingga akhir.

Kini, persoalan Persebaya Surabaya bukan sekadar menjaga kondisi fisik setelah laga semifinal.

Tim asuhan Bernardo Tavares juga dituntut cepat memulihkan tenaga sekaligus menyiapkan strategi menghadapi Persib Bandung dalam laga final.

Rachmat Irianto dan rekan-rekannya menyadari kesempatan untuk menjadi juara tidak datang dengan mudah.

Di tengah waktu recovery yang terbatas, kemampuan membaca kelemahan lawan bisa menjadi pembeda dalam pertandingan final Piala Presiden 2026.

Persebaya Surabaya sudah menunjukkan daya juang dengan menyingkirkan Arema FC melalui kemenangan 1-0.

Kini, Persib Bandung menjadi ujian terakhir Green Force untuk menyempurnakan perjalanan mereka di Piala Presiden 2026 dengan gelar juara.

Baca Juga: Update Kondisi Alex Martins: Cedera Dislokasi Bahu, Persebaya Fokus Jalani Program Rehabilitasi

EDITOR: Hendra