← Beranda
Bisa Tidur Jam 3 Pagi! Bernardo Tavares Bongkar Siklus Recovery Skuad Persebaya Surabaya
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 5 Agustus 2026 | 17.20 WIB
Bernardo Tavares mengungkap kondisi pemain Persebaya Surabaya yang kelelahan dan memiliki waktu recovery terbatas sebelum menghadapi Arema FC. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menghadapi Arema FC dalam kondisi pemain yang belum sepenuhnya pulih setelah menjalani pertandingan sebelumnya pada 1 Agustus 2026 menghadapi Port FC.

Bernardo Tavares menyebut sejumlah pemain baru bisa tidur sekitar pukul 02.00-03.00 pada 2 Agustus, sehingga Green Force memilih bermain pragmatis saat menang 1-0 di semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026).

Mengapa Bernardo Tavares Pilih Bermain Pragmatis?

Bernardo Tavares memilih pendekatan pragmatis saat Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC karena kondisi fisik pemain belum ideal setelah jadwal pertandingan yang padat.

Pelatih asal Portugal itu menilai kemenangan lebih penting daripada memaksakan permainan dengan intensitas tinggi sepanjang pertandingan semifinal Piala Presiden 2026.

"Para pemain lelah, mereka bukan mesin. Saya melihat pertandingan itu terlalu emosional dan saya melihat terkadang wasit tidak mengendalikan permainan dengan baik menurut pandangan saya," ujar Bernardo Tavares, Selasa (4/8/2026).

Kondisi tersebut membuat Persebaya Surabaya tidak memaksakan tempo permainan setelah unggul 1-0 melalui sundulan Yuran Fernandes pada penghujung babak pertama.

Green Force lebih banyak menjaga keseimbangan permainan sambil mengandalkan organisasi pertahanan untuk mengamankan keunggulan hingga peluit panjang.

Baca Juga: Pemain Persebaya Surabaya Bukan Mesin! Bernardo Tavares Ungkap Beratnya Hadapi Arema FC

Pemain Persebaya Surabaya Bisa Tidur Jam 3 Pagi

Bernardo Tavares mengungkap siklus recovery skuad Persebaya Surabaya berlangsung dalam waktu yang sangat terbatas setelah pertandingan sebelumnya.

Jarak pertandingan yang rapat membuat pemain harus memulihkan kondisi tubuh sekaligus mempersiapkan diri menghadapi laga semifinal hanya beberapa hari kemudian.

"Tidak mungkin kita bermain pada tanggal 1 Agustus malam hari, para pemain mungkin tidur jam 2 atau 3 pagi pada tanggal 2 Agustus, memulihkan diri, tidak tidur nyenyak” ungkap Bernardo Tavares.

“Kita harus pragmatis, kita mencetak gol dan setelah itu kita mencoba untuk menyeimbangkan pertahanan sesuai dengan kondisi yang kita miliki."

Pernyataan tersebut menjelaskan alasan Bernardo Tavares tidak ingin mengambil risiko dengan permainan yang terlalu terbuka saat menghadapi Arema FC.

Persebaya Surabaya akhirnya menjaga keunggulan satu gol melalui kombinasi pergantian pemain, disiplin pertahanan, serta pengelolaan ritme hingga laga berakhir setelah tambahan waktu enam menit.

Yuran Fernandes Jadi Penentu Kemenangan

Yuran Fernandes menjadi pemain yang menentukan langkah Persebaya Surabaya ke final Piala Presiden 2026 setelah mencetak satu-satunya gol dalam laga semifinal kontra Arema FC.

Bek asal Tanjung Verde itu mencetak gol melalui sundulan pada penghujung babak pertama yang kemudian bertahan hingga pertandingan selesai.

Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares langsung melakukan penyegaran dengan memasukkan Reza Arya dan Ricky Pratama untuk menggantikan Ernando Ari serta Rachmat Irianto.

Pergantian tersebut dilakukan ketika Arema FC mulai meningkatkan tekanan dan berusaha mencari gol penyeimbang sejak awal babak kedua.

Yuran Fernandes kembali memainkan peran penting pada menit ke-48 ketika menyapu bola di depan gawang untuk menggagalkan peluang berbahaya Arema FC.

Tiga menit berselang, Yann Mabella juga melakukan intersep penting ketika lawan membangun serangan sehingga lini pertahanan Persebaya Surabaya tetap mampu menjaga organisasi permainan.

Baca Juga: Jadwal Persib vs Persebaya Final Piala Presiden 2026: Prediksi, H2H, Susunan Pemain, Live Streaming

Persebaya Surabaya Bertahan hingga Peluit Panjang

Persebaya Surabaya tetap memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan meski lebih berhati-hati dalam mengatur tempo pertandingan.

Miguel Pereira melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti pada menit ke-54, sedangkan Jefferson Silva mengancam lewat sepakan keras lima menit berselang.

Situasi semakin menguntungkan Persebaya Surabaya pada menit ke-66 setelah pemain belakang Arema FC menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Miguel Pereira.

Keunggulan jumlah pemain membuat Green Force lebih leluasa mengatur ritme, meski Arema FC tetap berusaha menyerang hingga 10 menit terakhir.

Arema FC terus mencari gol penyeimbang pada penghujung laga, tetapi lini pertahanan Persebaya Surabaya tampil disiplin menghadapi tekanan tersebut.

Enam menit tambahan waktu juga tidak mengubah skor sehingga Green Force memastikan kemenangan 1-0 dan tiket menuju final Piala Presiden 2026.

Final Menanti Persebaya Surabaya

Kemenangan atas Arema FC mengantarkan Persebaya Surabaya ke partai final Piala Presiden 2026 untuk menghadapi Persib Bandung.

Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Green Force untuk menutup perjalanan turnamen dengan gelar setelah mampu melewati fase grup dan semifinal.

Perjalanan menuju final juga memperlihatkan pentingnya pengelolaan kondisi fisik skuad Persebaya Surabaya.

Dengan waktu recovery yang terbatas dan pemain yang disebut bisa tidur hingga pukul 02.00-03.00 setelah pertandingan 1 Agustus, Bernardo Tavares memilih pendekatan realistis untuk membawa timnya melewati semifinal.

Baca Juga: Reza Arya Ungkap Hubungannya dengan Ernando Ari: Duo Kiper Persebaya Sering Makan dan Ngopi Bareng

Kini Persebaya Surabaya hanya berjarak satu pertandingan dari trofi Piala Presiden 2026.

Tantangan berikutnya adalah Persib Bandung di laga puncak, dengan kondisi kebugaran pemain kembali menjadi salah satu faktor penting yang harus dikelola Bernardo Tavares.

Baca Juga: Update Kondisi Alex Martins: Cedera Dislokasi Bahu, Persebaya Fokus Jalani Program Rehabilitasi

EDITOR: Hendra