← Beranda
Pemain Persebaya Surabaya Bukan Mesin! Bernardo Tavares Ungkap Beratnya Hadapi Arema FC
Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 5 Agustus 2026 | 17.18 WIB
Bernardo Tavares menyoroti kondisi fisik pemain Persebaya Surabaya setelah menang 1-0 atas Arema FC di semifinal Piala Presiden 2026. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya memastikan tiket final Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Arema FC 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026) malam.

Kemenangan lewat gol Yuran Fernandes itu terasa semakin berat karena pemain Green Force menjalani waktu istirahat dan pemulihan lebih singkat dibanding laga sebelumnya.

Bernardo Tavares mengakui duel melawan Arema FC berjalan sulit dan menguras tenaga pemain Persebaya Surabaya.

Pelatih asal Portugal itu menilai anak asuhnya tetap pantas mendapat apresiasi karena mampu bertahan hingga akhir meski kondisi fisik belum berada pada level terbaik.

Bernardo Tavares: Pemain Persebaya Surabaya Bukan Mesin

Bernardo Tavares secara terbuka menyebut kondisi fisik pemain Persebaya Surabaya tidak ideal saat menghadapi Arema FC.

Faktor waktu istirahat dan pemulihan yang lebih pendek membuat para pemain harus bekerja ekstra keras dalam pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 tersebut.

"Para pemain lelah, mereka bukan mesin. Saya bangga pada mereka karena saya tahu kondisi fisik mereka tidak dalam kondisi terbaik," ujar Bernardo Tavares, Selasa (4/8/2026).

Komentar itu menggambarkan tantangan yang dihadapi Green Force dalam laga semifinal.

Persebaya Surabaya tetap mampu mempertahankan keunggulan 1-0 meski Arema FC terus memberikan tekanan, terutama setelah pertandingan memasuki babak kedua.

Baca Juga: Jadwal Persib vs Persebaya Final Piala Presiden 2026: Prediksi, H2H, Susunan Pemain, Live Streaming

Bernardo juga mengakui laga tersebut tidak berjalan seperti permainan terbaik yang bisa ditampilkan timnya.

Banyaknya pelanggaran dan tingginya emosi di lapangan membuat pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi hingga menit-menit akhir.

"Saya rasa itu pertandingan yang sulit, terkadang terlalu banyak emosi, banyak pelanggaran. Kita harus jujur, itu bukan pertandingan sempurna yang kita tahu dan bisa kita mainkan," kata Bernardo.

Yuran Fernandes Jadi Penentu Kemenangan

Persebaya Surabaya mengunci kemenangan melalui sundulan Yuran Fernandes pada penghujung babak pertama.

Bek asal Tanjung Verde itu tidak hanya menjadi pencetak gol kemenangan, tetapi juga tampil penting dalam menjaga keunggulan Green Force sepanjang babak kedua.

Saat babak kedua baru berjalan tiga menit, Yuran kembali menunjukkan kontribusinya di lini belakang.

Ia menyapu bola di depan gawang untuk menggagalkan peluang berbahaya Arema FC ketika tim lawan mulai meningkatkan tekanan.

Yann Mabella juga melakukan intersep penting pada menit ke-51 ketika Arema FC membangun serangan.

Duet pertahanan Persebaya Surabaya tersebut membantu tim menjaga organisasi permainan meski tekanan lawan terus datang.

Green Force tetap memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan.

Baca Juga: Reza Arya Ungkap Hubungannya dengan Ernando Ari: Duo Kiper Persebaya Sering Makan dan Ngopi Bareng

Miguel Pereira melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti pada menit ke-54, sedangkan Jefferson Silva mengancam lewat sepakan keras lima menit berselang.

Persebaya Surabaya Bertahan hingga Peluit Panjang

Situasi pertandingan berubah pada menit ke-66 ketika pemain belakang Arema FC menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Miguel Pereira.

Keunggulan jumlah pemain memberi Persebaya Surabaya ruang lebih besar untuk mengontrol ritme permainan.

Namun, Arema FC tidak menyerah meski bermain dengan 10 pemain. Tim Singo Edan terus mencari gol penyeimbang, terutama ketika pertandingan memasuki 10 menit terakhir.

Bernardo Tavares pun melakukan penyegaran sejak awal babak kedua dengan memasukkan Reza Arya dan Ricky Pratama. Keduanya menggantikan Ernando Ari dan Rachmat Irianto untuk menjaga intensitas permainan Persebaya Surabaya.

Enam menit tambahan waktu menjadi ujian terakhir bagi Green Force. Dengan kondisi fisik yang sudah terkuras, Persebaya Surabaya tetap disiplin menjaga pertahanan sampai wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan 1-0 akhirnya membawa Persebaya Surabaya ke final Piala Presiden 2026.

Hasil tersebut sekaligus membuka peluang Green Force meraih gelar juara, tetapi tantangan berikutnya sudah menanti karena Persib Bandung menjadi lawan di partai puncak.

Bernardo Tavares kini harus memastikan kondisi pemain kembali pulih sebelum final.

Dengan waktu pemulihan yang menjadi sorotan setelah semifinal, kebugaran pemain bisa menjadi salah satu faktor penting dalam upaya Persebaya Surabaya menghadapi Persib Bandung.

Baca Juga: Update Kondisi Alex Martins: Cedera Dislokasi Bahu, Persebaya Fokus Jalani Program Rehabilitasi

EDITOR: Hendra