JawaPos.com - Arema FC memastikan diri tampil dengan semangat penuh saat menghadapi Persebaya Surabaya pada semifinal Piala Presiden 2026. Laga bertajuk Derbi Jawa Timur itu akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (4/86) malam, dan menjadi penentu langkah kedua tim menuju partai final.
Pelatih Arema FC Marcos Santos menyadari pertandingan melawan Persebaya tidak akan berjalan mudah. Lawan yang dihadapi di piala presiden memiliki kualitas yang patut dihormati.
Meski begitu, dia menegaskan skuad Singo Edan datang dengan persiapan serta motivasi tinggi untuk meraih kemenangan. Marcos Santos mengatakan, seluruh pemain memahami pentingnya pertandingan ini.
Baca Juga: Gabriel Mutombo Siap Tempur Hadapi Persija, Persib Bandung Incar Tiket Final Piala Presiden 2026
Selain membawa nama besar klub, menurut dia, kemenangan juga menjadi target yang ingin dipersembahkan kepada keluarga besar Arema FC dan masyarakat Malang yang selama ini terus memberikan dukungan.
"Arema sudah bersiap menghadapi lawan tangguh yang sangat kami hormati. Namun, para pemain memiliki motivasi tinggi untuk tampil maksimal dan berjuang keras demi meraih kemenangan untuk keluarga besar Arema serta masyarakat di Malang," ujar Marcos.
Semifinal kali ini memiliki arti penting bagi Arema FC. Klub asal Malang tersebut merupakan salah satu tim tersukses di ajang Piala Presiden dengan koleksi empat gelar juara. Karena itu, peluang kembali melangkah ke final menjadi target yang ingin diwujudkan.
Baca Juga: Persib Bandung vs Persija, Balsa Sekulic Yakin Maung Bandung Amankan Tiket Final Piala Presiden 2026
Meski demikian, ada suasana berbeda dalam pertandingan kali ini. Laga akan berlangsung tanpa kehadiran suporter di tribun stadion.
Kondisi tersebut membuat Marcos mengaku kehilangan salah satu kekuatan terbesar timnya. Baginya, sepak bola tidak bisa dipisahkan dari peran suporter. Kehadiran Aremania selalu menjadi tambahan energi bagi para pemain ketika bertanding, terutama dalam laga besar seperti Derbi Jawa Timur.
"Bermain tanpa kehadiran suporter tentu menyedihkan, karena kami tahu pesta sepak bola yang sebenarnya ada pada suporter. Tidak adanya Aremania yang memberi dukungan langsung membuat kami sedih karena Arema adalah sebuah keluarga," kata dia.
Walau tanpa dukungan langsung dari tribun, Marcos meminta anak asuhnya tetap menjaga fokus sepanjang pertandingan. Ia menilai kesiapan mental akan menjadi faktor penting untuk menghadapi tekanan dalam laga semifinal.
Pelatih asal Brasil itu juga mengakui persiapan tim belum sepenuhnya ideal. Namun, ia tetap percaya dengan proses latihan yang telah dijalani serta semangat para pemain untuk memberikan penampilan terbaik.
"Meski begitu, kami akan berjuang habis-habisan untuk mengejar tiket kelolosan ke babak final turnamen ini. Walau persiapan belum 100 persen, kami percaya pada proses latihan dan kesiapan mental tim," tegas dia.
Baca Juga: Persib Bandung Incar Tiket Final Piala Presiden 2026, Adam Alis Soroti Kekuatan Persija Jakarta
Dengan modal motivasi tinggi, pengalaman di turnamen ini, serta tekad untuk kembali mencapai final, Arema FC optimistis mampu memberikan perlawanan sengit kepada Persebaya dan menjaga peluang menambah koleksi trofi Piala Presiden.