← Beranda
Regenerasi Gelandang Persebaya Surabaya, Dimas Adi Prasetyo Dapat Kepercayaan di Piala Presiden 2026
Moch. Rizky Pratama Putra• Selasa, 4 Agustus 2026 | 15.54 WIB
Dimas Adi Prasetyo menjalani debut bersama Persebaya Surabaya saat menghadapi Port FC di Piala Presiden 2026. (Persebaya)

 

JawaPos.com — Dimas Adi Prasetyo menjalani debut resmi bersama Persebaya Surabaya saat menghadapi Port FC pada matchday terakhir Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8/2025).

Pemain berusia 17 tahun itu tampil selama 22 menit dalam kemenangan 2-1 yang mengantar Green Force ke semifinal sekaligus menjadi awal perjalanan kariernya di tim senior.

Bagaimana debut Dimas Adi Prasetyo bersama Persebaya Surabaya?

Dimas Adi Prasetyo mendapat kesempatan bermain pada menit ke-68 ketika pelatih Bernardo Tavares memasukkannya untuk menggantikan Miguel Pereira.

Dalam 22 menit di lapangan, gelandang bertahan muda itu berusaha menjalankan instruksi dengan disiplin untuk membantu menjaga keseimbangan permainan Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Kami Ingin Menang! Psywar Bernardo Tavares Jelang Persebaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026

Debut tersebut terasa semakin spesial karena berlangsung dalam laga penting yang memastikan Persebaya Surabaya mengakhiri fase grup dengan kemenangan 2-1 atas Port FC.

Alex Martins dan Miguel Pereira menjadi pencetak gol Green Force dalam pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo tersebut.

Dimas beberapa kali membantu menjaga area tengah, berani memenangkan duel, dan ikut membangun transisi ketika Persebaya Surabaya beralih dari bertahan menuju menyerang.

Baca Juga: Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!

Penampilan singkat itu menjadi langkah awal pemain berusia 17 tahun tersebut untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar di skuad senior.

Selepas pertandingan, Dimas mengaku bersyukur bisa menjalani debut bersama Persebaya Surabaya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Bernardo Tavares serta para pemain senior yang membantunya beradaptasi sejak bergabung pada bursa transfer musim ini.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa menjalani debut bersama Persebaya," ujar Dimas.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan para pemain senior yang sudah banyak membantu saya sejak bergabung.”

“Dukungan mereka membuat saya lebih percaya diri sehingga bisa menjalani pertandingan dengan baik.”

Apa pesan Bernardo Tavares kepada Dimas?

Sebelum masuk lapangan, Dimas mendapat pesan langsung dari Bernardo Tavares untuk tetap fokus menjalankan tugasnya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Tanpa Alex Martins, Bernardo Tavares Andalkan Kekuatan Kolektif Hadapi Arema FC

Pelatih asal Portugal tersebut meminta sang pemain membantu pertahanan sekaligus siap menjalankan transisi ketika Persebaya Surabaya melakukan serangan balik.

"Coach berpesan agar saya tetap fokus menjalankan tugas, membantu pertahanan, dan siap melakukan transisi saat tim melakukan serangan balik. Saya berusaha menjalankan instruksi itu sebaik mungkin," tambah pemain yang juga memperkuat Timnas Indonesia U-19 tersebut.

Instruksi itu sesuai dengan karakter Dimas sebagai gelandang bertahan yang dituntut mampu menjaga keseimbangan permainan.

Baca Juga: Kabar Baik Alex Martins! Bahunya Sudah Normal, tapi Absen Bela Persebaya Surabaya vs Arema FC

Debut selama 22 menit menjadi kesempatan penting baginya untuk merasakan langsung tuntutan sepak bola level senior di bawah arahan Bernardo Tavares.

Dimas sadar persaingan mendapatkan tempat di skuad Persebaya Surabaya tidak mudah. Namun, pemain muda tersebut justru melihat persaingan sebagai pemacu untuk meningkatkan kualitas dalam setiap sesi latihan.

"Target saya tentu ingin mendapat lebih banyak kesempatan bermain. Saya akan terus bekerja keras di setiap latihan agar bisa mendapatkan kepercayaan lebih banyak dan memberikan yang terbaik untuk Persebaya," tutupnya.

Bagaimana pengalaman Dimas bermain di depan Bonek dan Bonita?

Debut melawan Port FC juga memberikan pengalaman istimewa bagi Dimas karena ia tampil di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo.

Gemuruh dukungan dari tribun menjadi pengalaman baru yang meninggalkan kesan mendalam bagi pemain asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah tersebut.

"Atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo benar-benar luar biasa. Dukungan Bonek dan Bonita memberikan energi tambahan untuk seluruh pemain," tuturnya.

Baca Juga: Arema FC Siap Hadapi Persebaya di Semifinal Piala Presiden 2026, Tak Gentar Main di Bali

“Bermain di depan mereka membuat semangat kami meningkat dan menjadi motivasi besar untuk memberikan penampilan terbaik di lapangan.”

Atmosfer tersebut membuat debut Dimas terasa semakin lengkap karena ia tidak sekadar menjalani pertandingan pertamanya bersama tim senior.

Pemain berusia 17 tahun itu juga merasakan secara langsung tekanan sekaligus energi besar yang hadir setiap kali Persebaya Surabaya bermain di hadapan pendukungnya.

Dimas Adi Prasetyo dan potensi regenerasi gelandang Persebaya

Dimas Adi Prasetyo datang ke Persebaya Surabaya dengan modal pengalaman di level usia muda.

Baca Juga: Benny Van Breukelen Dikabarkan Kembali ke Surabaya, Tapi Bukan untuk Persebaya

Ia merupakan produk Elite Pro Academy PSM Makassar dan berkembang bersama tim U-20 Juku Eja sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya pada bursa transfer musim ini.

Berposisi sebagai gelandang bertahan, Dimas memiliki kemampuan membaca permainan, disiplin menjaga area, dan keberanian memenangkan duel di lini tengah.

Karakter tersebut menjadi modal penting untuk bersaing sekaligus berkembang dalam skuad Persebaya Surabaya.

Potensinya juga sudah terlihat ketika memperkuat Timnas Indonesia U-19 di ASEAN U-19 Championship.

Dimas tampil dalam lima pertandingan dan mencetak dua gol, sebuah catatan yang memperlihatkan kontribusinya tidak berhenti pada tugas bertahan.

Kini, debut resmi selama 22 menit bersama Persebaya Surabaya menjadi pintu pertama bagi Dimas untuk membangun karier di level senior.

Baca Juga: Persebaya vs Arema FC Bukan Sekadar Derby, Piala Presiden Jadi Ujian Menuju Juara Super League

Di usia 17 tahun, perjalanan pemain muda tersebut masih panjang dan kesempatan melawan Port FC bisa menjadi pijakan untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar.

Kemenangan 2-1 Persebaya Surabaya atas Port FC juga membawa Green Force melangkah ke semifinal Piala Presiden 2026.

Bagi Dimas, hasil itu sekaligus menjadi pengalaman berharga yang mengawali perjalanan bersama tim senior di tengah ambisi untuk terus berkembang.

Dengan persaingan skuad yang ketat, Dimas dituntut menjaga konsistensi dalam latihan dan siap ketika kembali mendapat kesempatan.

Debut sudah ditorehkan, dukungan senior telah dirasakan, dan pengalaman bermain di hadapan Bonek serta Bonita menjadi bekal berharga untuk melanjutkan proses regenerasi di lini tengah Persebaya Surabaya.

EDITOR: Edi Yulianto