← Beranda
Tak Adil Jika Persebaya Surabaya Harus Pergi Jauh! Bernardo Tavares Berharap Semifinal Piala Presiden 2026 di GBT
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 2 Agustus 2026 | 18.18 WIB
Bernardo Tavares berharap Persebaya Surabaya tetap bermain di Stadion Gelora Bung Tomo pada semifinal Piala Presiden 2026. (Persebaya)

 

JawaPos.com - Bernardo Tavares berharap Persebaya Surabaya kembali bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, saat menghadapi Arema FC pada semifinal Piala Presiden 2026, Selasa (4/8).  Harapan itu muncul setelah Green Force menyapu bersih tiga laga Grup B dengan sembilan poin, sedangkan venue semifinal hingga kini belum ditentukan.

Mengapa Bernardo Tavares Ingin Semifinal Tetap di GBT?

Bernardo Tavares menilai Persebaya Surabaya lebih diuntungkan jika semifinal Piala Presiden 2026 tetap digelar di Stadion Gelora Bung Tomo karena skuadnya tidak perlu melakukan perjalanan ke kota lain. Pelatih asal Portugal tersebut juga mempertimbangkan faktor pemulihan pemain setelah Persebaya Surabaya menjalani pertandingan terakhir Grup B pada Sabtu (1/8).

Persebaya Surabaya menutup fase grup dengan kemenangan 2-1 atas Port FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Port FC sempat unggul melalui Issam Al Subhi pada menit ke-30, tetapi Green Force membalikkan keadaan lewat Miguel Pereira menit ke-40 dan Ramadhan Sananta menit ke-47.

Baca Juga: Jebol Gawang Timor Leste di Piala AFF 2026, Shayne Pattynama Bilang Kemenangan Timnas Indonesia Lebih Penting

Hasil tersebut membuat Persebaya Surabaya finis sebagai juara Grup B dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. Sebelumnya, Green Force juga menang 1-0 atas Persija Jakarta dan 1-0 kontra PSMS Medan sehingga menyapu seluruh laga fase grup dengan kemenangan.

Bernardo Tavares Soroti Waktu Istirahat Persebaya Surabaya

Bernardo Tavares menganggap perjalanan menuju lokasi baru bisa memengaruhi kondisi fisik Persebaya Surabaya. Apalagi, menurutnya, Arema FC memiliki waktu istirahat satu hari lebih lama dibandingkan Green Force sehingga faktor kebugaran berpotensi memberikan pengaruh besar dalam semifinal.

“Tentu saja dengan atmosfer ini, saya pikir jika kami bisa bermain di sini lagi, itu akan lebih baik,” ujar Bernardo Tavares, Sabtu (1/8).

Baca Juga: Hamza Abdelkarim Wonderkid Barcelona Tunjukkan Performa Gemilang saat Hadapi Birmingham City

“Juga karena, lihat, saya pikir ini sangat tidak adil jika kami harus melakukan perjalanan ke tempat lain, sementara tim lain seperti Arema memiliki waktu istirahat satu hari lebih lama dari kami, dan itu bisa membuat perbedaan besar," imbuh dia.

Bernardo Tavares menilai pemain tidak bisa diperlakukan seperti mesin karena perjalanan dapat menguras energi.

“Jadi, jika mereka tidak melakukan pemulihan dengan baik dan harus melakukan perjalanan, para pemain bukanlah mesin; mereka akan kelelahan di atas lapangan saat pertandingan,” kata Bernardo Tavares.

Persebaya Surabaya Hadapi Arema FC di Semifinal

Persebaya Surabaya akan menghadapi Arema FC yang berstatus juara Grup A pada semifinal Piala Presiden 2026. Arema FC mengakhiri fase grup dengan enam poin dari tiga pertandingan, hasil dua kemenangan dan satu kekalahan.

Pertemuan ini sekaligus menghadirkan derbi Jawa Timur di babak empat besar Piala Presiden 2026. Dalam lima pertemuan terakhir, Persebaya Surabaya belum pernah kalah dari Arema FC dengan catatan dua kemenangan dan tiga hasil imbang, termasuk kemenangan telak 4-0 pada 28 April 2026.

Bernardo Tavares mengaku sudah memantau permainan Arema FC. “Ya, saya sudah melihat Arema. Saya melihat Arema di beberapa pertandingan, namun saya akan menganalisisnya lagi,” ujar Bernardo Tavares.

Baca Juga: Stadion Jatidiri Masih Renovasi, PSIS Semarang Agendakan Uji Coba Kontra Persik dan Bhayangkara FC di Boyolali

“Saya pikir Arema memiliki tim yang bagus dengan para pemain berkualitas. Mereka memiliki persaingan yang sehat di setiap posisi, di mana satu atau dua pemain mampu tampil sangat baik di posisi tersebut," sambung dia.

Pelatih Persebaya Surabaya itu juga menilai kedalaman skuad Arema FC menjadi ancaman tersendiri. “Hal ini bagus untuk turnamen seperti ini karena mungkin satu pemain bisa bermain selama satu jam, sementara pemain lainnya bermain 30 atau 45 menit,” lanjut dia.

Venue Semifinal Piala Presiden 2026 Belum Ditentukan

Lokasi semifinal Piala Presiden 2026 hingga kini belum ditetapkan. Berdasar informasi yang diterima JawaPos.com, kandidat venue semifinal mengerucut ke Medan dan Bali, sedangkan pengumuman resmi dijadwalkan berlangsung pada Minggu (2/8) pukul 14.30 WIB di Balai Kota Surabaya.

Baca Juga: Petenis Jepang Mendominasi M-15 Seri 2 Amman Mineral Men's World Tennis Championship 2026

Agenda tersebut akan dihadiri Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait serta perwakilan pemain dari klub peserta semifinal.

Sebelumnya, Anggota Steering Committee Piala Presiden 2026 Arya Sinulingga menyebut venue semifinal baru ditentukan setelah seluruh pertandingan Grup B selesai. Jika keputusan akhirnya membawa Persebaya Surabaya keluar dari Surabaya, Bernardo Tavares berharap pertimbangan kondisi pemain ikut diperhitungkan.

“Saya pikir ini bukan wewenang saya untuk memutuskan, namun jika bisa bermain di sini, saya pikir itu lebih baik bagi kami karena kami tidak perlu melakukan perjalanan,” tegas dia.

Baca Juga: Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad

Selain Persebaya Surabaya kontra Arema FC, semifinal Piala Presiden 2026 juga mempertemukan Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Persija lolos setelah mengalahkan PSMS Medan 4-1, sedangkan Persib Bandung memiliki catatan empat kemenangan dan satu imbang dalam lima pertemuan terakhir melawan Persija Jakarta.

Bernardo Tavares pun mengingatkan kondisi fisik bisa menjadi pembeda dalam laga empat besar hadapi Arema FC. “Mereka (Arema FC) tidak kehilangan pemain kunci dari musim lalu dan justru mendatangkan pemain-pemain bagus pada musim ini. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang berat,” ucap dia.

Dengan semifinal dijadwalkan berlangsung pada 4 Agustus 2026, Persebaya Surabaya kini tinggal menunggu keputusan venue. Bagi Bernardo Tavares, bermain di Stadion Gelora Bung Tomo bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan kesempatan menjaga pemulihan pemain setelah perjalanan fase grup yang berakhir sempurna dengan sembilan poin.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah