← Beranda
Usai Juara EPA Bersama Persija U-20, Furqon Alqatiri Siap Bentuk Karakter Timnas Indonesia U-16
Andre Rizal Hanafi• Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13.22 WIB
Furqon Alqatiri. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kesuksesan membawa Persija U-20 menjuarai Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/2026 menjadi langkah penting dalam karier kepelatihan Furqon Alqatiri. 

Atas pencapaian tersebut, PSSI resmi memberikan kepercayaan kepadanya untuk menangani Timnas Indonesia U-16.

Tugas baru itu menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Furqon untuk membentuk fondasi tim sejak usia dini. Pada tahap awal, ia akan memperkenalkan aturan tim, filosofi bermain, hingga pemahaman taktik yang menjadi dasar permainan Garuda Muda.

Menurut Furqon, membangun sebuah tim tidak hanya soal strategi di lapangan. Mental pemain menjadi salah satu aspek yang harus dipersiapkan dengan baik agar mereka mampu berkembang selama proses pembinaan.

Baca Juga: Carlos Espi Tak Sangka Bisa Bergabung dengan Real Madrid

Ia menilai setiap pemain memiliki karakter yang berbeda. Ada pemain yang membutuhkan dorongan agar lebih percaya diri, namun ada pula yang harus diarahkan supaya rasa percaya dirinya tidak berubah menjadi overconfidence.

"Yang kita mau tekankan ke mereka adalah gimana caranya supaya, yang tidak percaya diri menjadi percaya diri dan pemain yang sudah percaya diri tidak menjadi overconfidence, sehingga kita tuntut pemain untuk selalu konsisten dengan persaingan yang positif," ujar Furqon.

Furqon berharap suasana persaingan di dalam skuad dapat berjalan sehat. Dengan begitu, setiap pemain memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan tanpa kehilangan rasa hormat kepada rekan setim.

Baca Juga: UEFA hingga AFC Menolak, Erick Thohir Dukung Penuh Inisiatif FIFA Bentuk FFE: Kita Harus Berterima Kasih

Selain membangun mental, pelatih yang sukses bersama Persija U-20 itu juga akan mempertahankan filosofi permainan yang selama ini menjadi ciri khasnya. 

Ia ingin Timnas Indonesia U-16 tampil berani menguasai bola, mampu mengontrol jalannya pertandingan, serta memiliki agresivitas tinggi saat kehilangan penguasaan bola.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membentuk identitas permainan sejak level usia muda. Dengan pembiasaan sejak dini, para pemain diharapkan mampu beradaptasi ketika nantinya melangkah ke jenjang tim nasional kelompok usia berikutnya.

Furqon juga optimistis proses adaptasi tidak akan memakan waktu lama. Menurutnya, para pemain yang mengikuti seleksi dan pemusatan latihan merupakan talenta terbaik yang datang dari berbagai klub di Indonesia.

Ia percaya kualitas individu yang dimiliki para pemain akan mempermudah penerapan filosofi bermain yang diinginkan. 

Tinggal bagaimana seluruh pemain memahami peran masing-masing dan menjalankan instruksi secara konsisten.

Kepercayaan yang diberikan PSSI kepada Furqon menjadi awal dari proyek pembinaan jangka panjang Timnas Indonesia U-16. 

Dengan pengalaman mengembangkan pemain muda dan prestasi yang telah diraih di level klub, ia diharapkan mampu melahirkan generasi baru Garuda Muda yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki mental bertanding yang matang dan siap bersaing di level internasional.

EDITOR: Banu Adikara