JawaPos.com - Ketum PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Erick mengungkapkan alasan di balik dukungan tersebut dilandasi kontribusi besar FIFA terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
Gianni Infantino berencana membentuk anak perusahaan baru bernama FFE untuk mengelola hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi kompetisi FIFA termasuk Piala Dunia. Lewat perusahaan tersebut, FIFA rencananya akan menjual sebagian saham di Piala Dunia kepada investor swasta.
Proposal yang ditawarkan Gianni Infantino itu menuai kecaman dari berbagai pihak. UEFA dan CONCACAF bahkan menolak dan mengancam akan memboikot Piala Dunia. Teranyar, AFC menegaskan dukungan sikap kepada dua asosiasi tersebut.
Baca Juga: Ditanya Soal FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir: Kami Masih Negosiasi
Namun, PSSI justru menyatakan sikap yang berbeda dari ketiga asosiasi tersebut. Sebagai Ketum, Erick menyatakan dukungannya terhadap inisiatif FIFA dalam membentuk FFE.
Erick mengatakan kemajuan sepak bola nasional tidak terlepas dari kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan FIFA. Menurutnya, Indonesia perlu berterima kasih kepada FIFA karena telah membantu menjaga keberlangsungan sepak bola nasional pada masa sulit.
“Gini konteksnya. Bahwa sepak bola kita hari ini bisa meraih banyak prestasi seperti sekarang karena masyarakat, pemerintah, dan FIFA hadir bersama-sama. Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA,” kata Erick di Kantor Kemenpora kepada wartawan termasuk JawaPos.com, Jumat (31/7).
Erick turut mengingatkan perihal tragedi Kanjuruhan. Kata dia, seusai tragedi Kanjuruhan, Indonesia berpotensi menghadapi sanksi berat apabila tidak terjalin kesepahaman dengan FIFA. Menurutnya, dukungan pemerintah, masyarakat, dan komunikasi dengan FIFA menjadi faktor penting sehingga sepak bola Indonesia dapat terus berjalan.
Baca Juga: Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersialisasi Piala Dunia
“Kalau kita bicara mengenai peristiwa Kanjuruhan, apabila waktu itu masyarakat, pemerintah, dan FIFA tidak bersepakat, tidak akan ada tim nasional seperti hari ini karena kita bisa disanksi selama delapan tahun. Kami menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan bantuan menghadapi situasi tersebut,” ujarnya.
Kala itu, Erick yang belum menjabat sebagai Ketum PSSI menyampaikan bahwa membutuhkan dukungan nyata, bukan sekadar dijadikan pasar komersial. Terbukti, kata dia, FIFA membuka kantor di Jakarta.
“Apalagi Indonesia merupakan negara sepak bola, dengan sekitar 73 persen masyarakat menyukai sepak bola. Kalau bicara jumlah, bahkan lebih besar daripada Brasil,” terangnya.
“Kalau dilihat dari media sosial, hampir semua klub besar dunia memiliki pengikut terbanyak dari Indonesia, baik di TikTok, Instagram, maupun YouTube. Artinya, jangan sampai Indonesia hanya dijadikan pasar. Karena itulah kami meminta FIFA hadir di Indonesia. Terbukti sekarang sudah ada kantor FIFA di Indonesia,” tambah Erick.
Erick juga menyoroti keseriusan FIFA dalam membantu pengembangan sepak bola Indonesia. Selain pembukaan kantor FIFA di Indonesia, badan sepak bola dunia itu juga memberikan investasi untuk berbagai program pengembangan sepak bola setiap tahun.
Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
“FIFA juga berinvestasi melalui sekitar 13 hingga 15 kegiatan setiap tahun dengan dana sekitar 1 sampai 2 juta dolar AS yang langsung mereka salurkan, bukan melalui kami. FIFA serius membangun sepak bola Indonesia dan kawasan Asia Tenggara serta Oseania,” paparnya.
“Karena itu saya mengucapkan terima kasih. Kalau tidak ada kesepakatan saat itu, hari ini kita mungkin tidak memiliki tim nasional maupun kompetisi sepak bola seperti sekarang,” pungkas Erick.